Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Cara Mengukur Produktivitas Tim

5 Cara Mengukur Produktivitas Tim


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 21, 2019

 
Halo pembaca Career Advice yang setia, bagaimana kabarnya? Apakah Anda sedang merasa sangat sibuk dengan segala pekerjaan yang ada? Hmm, pernahkah kita berpikir, apakah sebenarnya sibuk itu sama dengan produktif, atau tidak?.
 
Beberapa dari kita mungkin masih banyak yang bingung tentang bagaimana cara paling efektif untuk mengukur produktivitas tim? Jangan khawatir, karena artikel ini akan membahas tentang cara paling efektif untuk mengukur produktivitas tim.
 
Kita dapat melihat berapa banyak waktu yang tim kita gunakan dalam menyelesaikan pekerjaan mereka. Apakah mereka datang kerja lebih awal atau bekerja sampai larut malam? Apakah kalender mereka dipenuhi dengan jadwal meeting? Apakah mereka sangat sibuk membalas email yang masuk?, dan lain sebagainya. 
 
Tapi sebenarnya apa ya yang mereka lakukan? Dan apakah hasil yang diberikan sesuai dengan target yang telah ditetapkan atau tidak? Untuk menjawab pertanyaan tersebut, kita memerlukan cara yang efektif untuk mengukur produktivitas tim, dan yang mana cara tersebut membuat kita tahu, apakah pekerjaan mereka untuk memajukan perusahaan, atau malah sebaliknya. 
 
Cara paling efektif untuk mengukurnya adalah dengan menjawab beberapa pertanyaan penting di bawah ini:
 
1. Apakah Kita Ada Pada Tujuan yang Sama?
Salah satu cara terbaik agar tim dapat meningkatkan produktivitasnya adalah semua anggota tim harus paham tujuan bersama dari tim. Jika, mereka memiliki tujuan yang berbeda-beda dan tidak tahu prioritas utama dari perusahaannya sendiri, bagaimana caranya semua karyawan dapat memberikan kinerja yang terbaik dan produktif?
 
Menurut penelitian yang dilakukan oleh Deri Novianto, dia membuat sebuah penelitian terhadap 1000 eksekutif senior dan manajer, mayoritas tidak dapat menyebutkan prioritas utama perusahaan mereka, bahkan hanya setengah dari yang bisa menyebutkannya.
 
Miris namun ini memang terjadi di hampir kebanyakan perusahaan di Indonesia. Jadi sebelum berharap tim kita dapat menjadi produktif, pertanyaan utama yang harus dipikirkan adalah “sudahkah tim kita tahu prioritas utama perusahaan?”

2. Apakah Tim Kita Sudah Berkomitmen dengan Tujuan yang Ada?
Sahabat saya adalah salah satu pelatih bisnis terkenal di daerah Jawa Barat. Dia bercerita sedikit kepada saya, bahwa dua minggu yang lalu dia mendapati seorang klien yang ingin meminta pencerahan atas permasalahan yang terjadi di perusahaannya. 
 
Perusahaannya mengalami kerugian yang cukup besar. Setelah mengadakan sesi tanya jawab secara intensif, akhirnya sahabat saya mengetahui apa penyebab utama dari kerugian yang dihadapi oleh perusahaan kliennya. Klien mengaku bahwa setiap kali karyawannya menyebutkan ide yang menarik dalam industri, ia selalu ingin mencobanya. Konsekuensinya, karyawan terseret ke dalam aktivitas pekerjaan yang hanya mengerjakan proyek-proyek sampingan, bukan mengejar tujuan utama dari perusahaan tersebut. 
 
Tentu saja ini sebuah situasi yang gawat. Jika di poin pertama semua anggota tim harus tahu prioritas utama perusahaan, maka akan sangat bahaya jika tim sudah tahu prioritas utama, namun mereka tidak memiliki pemimpin yang konsisten dengan tujuan utama yang sudah ditetapkan dari awal. 
 
Produktif tidak hanya dapat diukur dengan menyelesaikan banyak tugas yang diberikan, namun kita harus lihat apakah yang kita kerjakan ini searah dengan visi misi perusahaan, atau tidak? karena akan mustahil menjadi produktif sebagai tim ketika anggota tim harus berlari ke berbagai arah ketika pemimpinnya selalu berubah-ubah haluan saat menemukan sesuatu yang baru dan menarik.
 
Pelajarannya adalah, meskipun sangat penting untuk memiliki tujuan yang ditentukan, itu tidak akan membuat tim menjadi lebih produktif kecuali jika kita berkomitmen padanya.

3. Apakah Kita sudah memiliki Indikator Kinerja yang Tepat?
Oke, setelah kita menentukan beberapa tujuan utama untuk perusahaan, kita juga sudah mengkomunikasikannya kepada tim dan anggota tim sudah berkomitmen pada tujuan tersebut. Lalu, kira-kira langkah apa selanjutnya yang harus dipikirkan?
 
Langkah selanjutnya adalah melihat apakah kita telah memiliki indikator untuk mengukur kinerja tim, atau belum?
 
Banyak perusahaan menggunakan indikator untung dan rugi untuk mengukur kinerja. Menurut pepatah bisnis lama, apapun hasil yang diberikan dari pengukuran yang sudah pasti, tingkatkanlah.  
 
Jadi daripada kita sibuk melihat ke belakang, lebih baik kita belajar dari kekurangan di masa lalu dan meningkatkannya. Tim yang hebat tidak akan berlarut-larut memusingkan kerugian yang mereka alami, mereka akan segera bertindak memperbaiki segalanya, dan menggunakan waktu seproduktif mungkin.  Dengan mencari tahu langkah mana yang salah, akan memberitahu kita langkah mana yang paling produktif.
 
4. Apakah Semua Anggota Tahu Tanggung Jawab Masing-masing?
Meskipun perusahaan sudah menetapkan tujuan utama yang pasti dan semua anggota tim sudah mengerti ke arah mana mereka membawa perusahaan, tetapi itu tidak berarti bahwa semua orang di tim tahu persis apa yang seharusnya mereka lakukan. Bagaimana peranan mereka dan kontribusi apa yang perlu mereka berikan kepada perusahaan. 
 
Akuntabilitas adalah komponen kunci untuk mengukur produktivitas tim. Sangat penting bahwa setiap orang tahu, memahami, dan memiliki tindakan independen mereka yang berkontribusi pada organisasi secara keseluruhan.
 
Ketika semua orang dimintai pertanggungjawaban atas kontribusi mereka, tim akan menjadi lebih produktif. Mereka tahu apa yang dibutuhkan orang lain terhadap mereka. Dan ketika anggota tim menunjukkan akuntabilitas yang tinggi, tim akan mengembangkan kepercayaan satu sama lain.
 
5. Apakah Tim Kita Berani Membuat Keputusan?
Pertanyaan selanjutnya berhubungan dengan kemampuan dalam mengambil keputusan. Yap! kemampuan untuk membuat keputusan adalah salah satu cara yang efektif untuk mengukur produktivitas tim. Pengambilan keputusan memang sulit bagi kebanyakan orang. Kenapa begitu? Karena masih banyak orang tidak ingin atau tidak berani untuk berkomitmen. Mereka takut jika idenya salah atau akan ada ide yang lebih baik muncul, terutama di lingkungan timnya.
 
Kurangnya pengambilan keputusan, atau penundaan, adalah salah satu penyebab utama kegagalan dalam meraih produktivitas.
 
Jika semua poin di atas sudah dilakukan, namun tim masih belum mencapai target yang ditetapkan, cobalah untuk menyelam lebih dalam dan mencari tahu apa yang memperlambat mereka. Cari tahu apa yang dilakukan tim yang tidak terkait langsung dengan tujuan yang telah dikomunikasikan.
 
Bantu mereka memprioritaskan tugas-tugas penting dibandingkan tugas-tugas yang terasa mendesak karena itu memang akan muncul secara tiba-tiba. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, ukur produktivitas tim kita dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas secara jujur. Selamat mencoba rekan-rekan!
 
Jika ingin menyelenggarakan training Produktivitas, silakan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)
info@studilmu.com
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang