Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 11 Tips untuk Menyambut Generasi Z ke Dunia Kerja

11 Tips untuk Menyambut Generasi Z ke Dunia Kerja


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 22, 2019

 
Halo pembaca Career Advice, apakah generasi Z saat ini sudah menjadi familiar dalam lingkungan kerja Anda? Generasi Z lahir pada pertengahan tahun 1990-an. Saat ini, angkatan tertua dari Generasi Z sudah mulai memasuki dunia kerja. Banyak dari mereka yang telah lulus kuliah dan masuk dalam dunia pekerjaan. Mereka bertumbuh dan memberi dampak yang signifikan di tempat kerja modern.
 
Sebagai pemilik bisnis, Anda pasti harus mempersiapkan diri untuk para profesional yang baru dicetak ini. Berikut ini adalah 11 cara yang dapat dilakukan para pemimpin dalam mempersiapkan masuknya generasi Z di dunia kerja dan mengelola tenaga kerja generasi Z.
 
1. Jangan Menggunakan Pola Pikir 'Kompleksitas'
Gagasan bahwa setiap generasi memerlukan "model" tersendiri untuk menjadi efektif, efisien dan produktif hanyalah mitos. Ini adalah tanda dari membangun kompleksitas yang tidak perlu, yang merupakan ciri khas organisasi menengah. 
Setiap karyawan harus terintegrasi dan didengarkan secara proporsional. Milikilah program bimbingan dan juga peluang untuk kemajuan karier, maka Anda akan menguasai formula kesuksesan dalam manajemen sumber daya manusia.
 
2. Evaluasi Kembali Pembelajaran dan Pengembangan Karyawan 
Anggota Generasi Z adalah para pembelajar berkelanjutan yang menyerap dan memproses informasi secepat kilat karena mereka memiliki konektivitas digital yang konstan. Jangan berharap bahwa mereka dapat belajar dengan cara yang sama seperti generasi yang lebih tua. Gantilah model pelatihan kelas yang lambat dengan sesuatu yang lebih cepat dimengerti. Libatkan mereka melalui platform seluler, gamifikasi, pembelajaran mikro, dan obrolan melalui obrolan aplikasi. Belajar informal adalah jalan yang harus ditempuh dan yang paling tepat bagi generasi Z.
 
3. Berikan Konteks yang Tepat
Generasi Z adalah orang-orang yang sangat serius dalam berkontribusi. Mereka cerdik dan sangat sadar dengan kehidupan sosial. Jadi berikan alasan yang jelas ketika Anda melibatkan mereka dalam proyek, tim, atau inisiatif perusahaan apapun. Generasi Z dapat berkontribusi lebih baik dan memengaruhi seluruh perusahaan jika Anda meluangkan waktu sejenak untuk menjelaskan konteks yang tepat kepada mereka. 
 
4. Dengarkan dan Pelajari
Setiap generasi membawa kekuatan dan kelemahan ke tempat kerja. Generasi Y membawa pemikiran di luar kotak dan pentingnya keseimbangan di tempat kerja. Generasi Z membawa kecerdasan buatan (AI) dan teknologi, tetapi juga kebutuhan akan sentuhan manusia di tempat kerja yang lebih besar. Para pemimpin harus mendengarkan pekerja Generasi Z dan mencoba memahami hal yang mereka hargai dan nilai-nilai yang mereka bawa ke lingkungan kerja. 
 
5. Maksimalkan Kecerdasan Emosional untuk Mendapatkan Kepercayaan Mereka
Generasi Z adalah generasi yang memiliki kesadaran global, ramah lingkungan, dan ramah teknologi. Ini adalah generasi yang tumbuh menggunakan media sosial sebagai perpanjangan dari ruang kehidupan mereka. Mereka perlu memastikan bahwa atasan mereka mempercayai dan juga mendukung mereka. Sebagai pemimpin, maksimalkan kecerdasan emosi Anda dan temukan cara untuk mendapatkan kepercayaan dari generasi Z. Potensi mereka adalah emas. 

6. Buat Pengalaman Luar Biasa
Generasi Z membawa aspirasi besar. Bagaimana mereka dapat berkembang di bawah manajer dan pemimpin yang lebih dewasa? Ciptakan pengalaman di tempat kerja yang membuat Generasi Z fokus dan terlibat setiap harinya. Ketika generasi Z dilibatkan dalam kolaborasi, kerja tim, penetapan tujuan bersama dan hasil akhir dalam aspek pengalaman kehidupan yang hebat, generasi Z dan semua orang di sekitar akan menikmati prosesnya. 

7. Nyalakan Semangat Wirausaha Mereka
Generasi Z berkembang menjadi kreatif dan mengubah ide menjadi hasil yang membuat dampak nyata. Tumbuhkan semangat kewirausahaan dengan memberi mereka proyek yang memberikan kebebasan dan otonomi untuk membentuk solusi dalam beberapa masalah bisnis Anda. Dengan kecakapan teknologi, pola pikir global dan sifat sukarela untuk membantu yang mereka miliki, mereka akan memberikan hasil yang dapat melompati permintaan pasar. 
 
8. Bantu Pertumbuhan Generasi Z
Keyakinan umum adalah bahwa Generasi Z adalah orang-orang yang anti-sosial. Ini tidak benar, justru sebaliknya. Mereka terus menerus dirangsang oleh perangkat pintar mereka dan mencari perhatian lebih dari sebelumnya. Mereka terbiasa dengan setiap perubahan cepat yang terjadi setiap harinya dan mereka menikmati proses tersebut. Jika Anda tidak akan membiarkan mereka tumbuh dan maju dengan kecepatan yang mungkin membuat kepala orang lain berputar, mereka akan segera meninggalkan Anda.

9. Dorong Mereka untuk Memiliki Pola Pikir Perusahaan
Anggota Generasi Z menghabiskan seluruh hidup mereka di zaman keemasan informasi dan teknologi. Mereka akan memainkan peran yang mendalam di bisnis masa depan, mulai dari cara baru untuk melihat dan memanfaatkan data hingga kemajuan teknologi berikutnya. Para pemimpin saat ini akan menemukan keberhasilan yang dihasilkan dari pemikiran yang bebas dan sistem inovasi yang terbuka. Ini juga akan menumbuhkan ide dan pendekatan baru dalam pemecahan masalah. 
 
10. Merangkul, Terlibat dan Hidup dalam Kesadaran Sosial
Generasi Z, sama seperti generasi Millenial, menginginkan tindakan nyata akan dampak dan tanggung jawab sosial. Temukan cara bukan hanya untuk mengatakan bahwa Anda mendukung mereka tanpa imbalan, tetapi Anda juga harus memberikan bukti nyata. Hubungkan produk dan layanan Anda lebih sering dengan kampanye utama dan dampak sosial yang secara nyata menunjukkan nilai Anda. Itu tidak cukup hanya dengan melakukan penggalangan dana setahun sekali. Masukkan keterlibatan sosial ke dalam DNA perusahaan Anda.
 
11. Hilangkan Asumsi Anda 
Saat kita memasuki dunia kerja dengan keanekaragaman pola pikir, penting bagi pengusaha untuk membuat asumsi dan memberi label yang berbeda pada kelompok. Ketika kita mulai mengkotak-kotakkan, kita melakukan apa yang juga dilakukan oleh orang lain. Mengapa tidak mencoba untuk fokus dalam menciptakan budaya yang melibatkan setiap orang untuk tampil apa adanya, menyumbangkan kekuatan mereka dan mengembangkan potensi mereka. 
 
Itulah 11 tips dalam menyambut Generasi Z ke dunia kerja, sehingga setiap pembaca Career Advice dapat bekerjasama dengan mereka dalam dunia pekerjaan serta memaksimalkan potensi besar yang dimiliki Generasi Z. 
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis