Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Sumber Daya Manusia

Sumber Daya Manusia


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 14, 2019

 
“Ada harpitnas minggu depan. Singapura yuk?” isi pesan singkat karib saya di ponsel. Saya menggeleng tersenyum. Entah mengapa dia begitu hobinya bertandang ke Singapura, negeri tetangga yang tak seluas pulau Jawa, namun begitu teratur dan maju. Tiap kali menemukan harpitnas – hari kejepit nasional, alias hari kerja yang diapit dua hari libur, sudah semacam ritual baginya untuk kemudian berburu tiket murah ke sana, kemudian mengajak teman-temannya untuk ikut serta. Saat saya tanya alasannya, dia bilang “Belum khatam (tamat) semua”, alias belum semua obyek wisata disambangi.
 
Bagi saya sendiri, hal paling menarik untuk dikagumi dari Singapura adalah betapa cepatnya ia maju, bertumbuh, dan menjadi makmur. Dan banyak literasi menyebutkan, lesatan Singapura setelah merdeka tidak lepas dari tangan dingin sang pemimpin kala itu, Lee Kuan Yew. Setelah diusir dari Federasi Malaysia dan menyusul kemerdekaannya pada tahun 1965, Singapura ditinggalkan dengan banyak masalah sosial ekonomi. Di luar masalah pengangguran, kurangnya pendidikan dan perumahan sub-standar, Singapura juga negara yang kekurangan sumber daya alam dan tanah. Dikutip dari bbc.com, Lee Kuan Yew bertutur, "Kami tahu bahwa jika kami sama seperti tetangga kami, kami akan mati. Karena kami tidak dapat menawarkan apa yang mereka tawarkan, jadi kami harus menghasilkan sesuatu yang berbeda dan lebih baik dari pada yang mereka miliki. Itu berarti tidak korupsi. Itu berarti efisien, itu berarti meritokratis, itu berhasil". Dan untuk membuatnya berhasil, pemerintah harus mengambil kendali untuk mengembangkan masyarakat dengan memenuhi kebutuhan material masyarakat.
 
Salah satu strateginya adalah berkolaborasi dengan Tim Wawasan Perilaku (Behavioral Insights Team) dari pemerintah Inggris, yang dijuluki "Unit Dorong" yang menggunakan "teori dorongan". Konsep 'dorongan' didasarkan pada gagasan bahwa orang dapat membuat pilihan yang lebih baik setelah didorong dengan kebijakan sederhana sambil tetap mempertahankan kebebasan memilih mereka. Sebut saja kampanye "Keep Singapore Clean" (Jaga Kebersihan Singapura), "Plant Trees" (Tanamlah Pohon), dan kampanye keluarga berencana yang mendesak orang untuk "Stop at 2" (Dua anak cukup).
 
Berkat berbagai aksi dan pergerakan Lee Kuan Yew, antara 1960-2011, produk domesti bruto (PDB) per kapita Singapura meningkat lebih dari 100 kali lipat. Kini PDB per kapita Singapura mencapai lebih dari 55 ribu dolar Singapura. Padahal pada 1965, PDB per kapita Singapura masih bertahan di level 512 dolar Singapura. Economist Intelligence Unit dalam "Indeks Kualitas Hidup" menempatkan Singapura pada peringkat satu kualitas hidup terbaik di Asia dan kesebelas di dunia (2005). Singapura memiliki cadangan devisa terbesar kesembilan di dunia (Top 10 countries with Largest Foreign Exchange Reserves, Shine, 8 September 2009), juga memiliki angkatan bersenjata yang maju. Pada tahun 1986, Lee Kuan Yew mengatakan, "Saya sering dituduh mencampuri kehidupan pribadi warga negara. Ya, jika saya tidak melakukannya, jika saya tidak pernah melakukannya, kami tidak akan berada di sini hari ini...".
 
Lee Kuan Yew adalah sosok yang memahami betapa krusialnya membangun sumber daya manusia. Tanpa terlebih dulu membangun sumber daya manusianya, tools secanggih apapun, fasilitas sebaik apapun, tidak akan mampu mendorong kemajuan organisasi – dalam hal ini, negaranya. Lihat contoh terdekat untuk kasus sebaliknya, tools dan fasilitas yang tak berguna dalam komunitas manusia yang belum sepenuhnya terbangun dengan baik. Berapa banyak kita membaca berita tentang hilangnya atau rusaknya fasilitas yang baru saja dipasang? Yang masih hangat adalah pencurian lampu penerangan tenaga solar di jalur pendakian Kawah Ijen. Keyakinan yang sama harusnya juga berlaku dalam organisasi yang lebih kecil, yaitu perusahaan. Gambarannya sederhana. Kualitas sumber daya manusia yang baik akan menjalankan peran dengan tetap berpegang pada kebijakan dan aturan. Kualitas sumber daya manusia yang baik akan melakukan yang diperlukan tidak hanya dengan integritas tapi juga kesadaran akan perannya dalam memajukan organisasi. Mereka akan mampu memanfaatkan tools yang diberikan, merawat fasilitas yang disediakan, dan membangun kultur yang menjadi ciri khas organisasi. Kualitas sumber daya manusia yang baik, akan membentuk kultur yang juga positif.
 
Berinvestasi pada pengembangan sumber daya manusia tidak akan pernah salah. Karena merekalah sumber daya yang menjadi penggerak motor perusahaan untuk maju, bahkan di saat terpuruk sekalipun.
 
If your business is to grow and prosper, as a leader, you need to focus on people development.
-Robert T. Kiyosaki-
Featured Career Advices
5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang