Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 7 Tips Ampuh Membangun Lingkungan Kerja Idaman Hati Karyawan

7 Tips Ampuh Membangun Lingkungan Kerja Idaman Hati Karyawan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 05, 2019

 
Bekerja. Ini adalah kegiatan rutin yang kita lakukan setiap harinya dari Senin sampai Jum’at, bahkan beberapa dari kita masih bekerja di hari Sabtu dan Minggu. Orang-orang bekerja bukan hanya untuk mencari pengalaman kerja, namun yang terpenting adalah untuk mencari nafkah agar dapat terus melangsungkan kehidupan. 
 
Ada alasan yang kuat dari para pekerja tentang mengapa mereka kuat bertahan pada pekerjaan saat ini. Alasannya bukan hanya karena uang, namun juga karena lingkungan kerja yang nyaman bagi mereka. Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang bagaimana menciptakan lingkungan kerja yang menjadi idaman hati para karyawan
 
Untuk membangun lingkungan kerja yang seperti ini, kita perlu tahu apa harapan para karyawan, karena lingkungan kerja yang hebat dapat mendorong motivasi karyawan, meningkatkan moral mereka dan meningkatkan kualitas hidup karyawan. Hmm, tentu saja itu bisa dibilang sebagai lingkungan kerja idaman hati para karyawan. 
 
Tentunya, ada beberapa cara yang perlu kita perhatikan dalam membangun lingkungan yang seperti ini. Berikut ini adalah tips ampuh yang dapat kita terapkan. 
 
1. Tunjukkan Rasa Hormat
Setiap manusia pasti ingin dihargai dan dihormati, ini merupakan perasaan alami yang dimiliki semua orang. Untuk membuat karyawan kita betah dan nyaman dengan lingkungan kerja yang ada, sebagai manajemen kita juga perlu menghormati mereka. Menghormati sesama manusia adalah hal yang menakjubkan, bukan? 
 
Coba tanyakan kepada karyawan atau anggota tim Anda, perlakuan hormat apa yang mereka ingin dapatkan di tempat kerja. Percayalah, mereka juga tidak akan meminta yang macam-macam. Mungkin mereka akan menjawab, sapaan dan senyuman dari kita sudah menjadi hal yang sangat berharga. 
 
Cara lain untuk menghormati karyawan adalah dengan mempercayai karyawan untuk melakukan pekerjaan mereka tanpa pengelolaan mikro. Ini menandakan bahwa kita menghormati apa yang mereka lakukan, tanpa harus ‘mendikte’ lebih jauh.  
 
2. Berikan Umpan Balik Konstruktif
Suatu pekerjaan tidak akan komplit tanpa umpan balik. Sah-sah saja jika seorang pemimpin ingin memberikan umpan balik kepada para karyawan. Namun, kita perlu memerhatikan kata-kata yang digunakan pada umpan balik tersebut. Pastikan kita memilih diksi yang baik dan tidak kasar, juga pastikan umpan balik yang diberikan mengandung kata-kata yang konstruktif atau membangun. 
 
Bukankah ini memang tujuan utama dari umpan balik? Bahwa kita menginginkan sebuah kemajuan untuk para karyawan. Jika diutarakan dengan benar, umpan balik dapat menjadi metode yang berguna untuk membantu karyawan tetap berkembang. Coba deh pikirkan, karyawan mana yang tidak betah dengan lingkungan kerja yang selalu mendukung mereka untuk maju? 
 
3. Jangan Pelit Pujian dan Tunjukkan Penghargaan
Ini mungkin sudah kami utarakan beberapa kali bahwa seorang pemimpin tidak boleh pelit untuk memberikan pujian kepada karyawan teladan mereka. Kita tidak akan pernah tahu, pujian yang mana yang akan membuat mereka semakin termotivasi dalam bekerja
 
Selain itu, sebagai pemimpin kita juga tidak perlu sungkan untuk memberitahu rekan-rekan kerja dan staf-staf lainnya bahwa kita sangat menghargai kontribusi yang dilakukan oleh mereka setiap hari, setiap bulan dan sepanjang tahunnya. 
 
Kenyataannya, kejutan kecil atau apresiasi yang kita berikan kepada mereka akan terus diingat sepanjang tahun dan menjadi penyemangat dalam diri mereka. Dengan menyadari bahwa pemimpin mereka menghargai setiap jerih payah yang mereka berikan, ini akan menjadi motivator terhebat bagi mereka untuk tetap produktif dan nyaman pada lingkungan kerja yang ada. 
 
4. Menyadari Pekerjaan Hebat yang Karyawan Berikan
Sebagai seorang pemimpin, kita tidak boleh pilih kasih dalam menyadari pekerjaan-pekerjaan hebat yang dilakukan oleh para karyawan. Percayalah bahwa setiap karyawan pasti memiliki nilai-nilai hebat yang mereka punya masing-masing. Tugas para pemimpin adalah menyadarinya dan mendukung mereka untuk terus melakukan pekerjaan hebat yang sudah dilakukan. 
 
Ini hampir sama dengan poin sebelumnya, sangatlah penting untuk tim manajemen mengenali semua karyawan atas kerja keras mereka, terutama jika mereka semua memenuhi kriteria yang telah kita tetapkan. Dengan memuji, memberikan apresiasi dan menyadari pekerjaan hebat yang dilakukan oleh para karyawan, ini akan membuat semua staf merasa semakin betah di kantor. 

5. Kembangkan Kepercayaan
Kepercayaan adalah fondasi yang sangat diperlukan pada setiap hubungan manusia untuk menciptakan hubungan yang sehat. Bukan hanya hubungan antara suami dan istri, ibu dan anak, namun juga terhadap pemimpin dan karyawan. Kepercayaan di tempat kerja akan menghasilkan komunikasi yang efektif, motivasi karyawan yang semakin meningkat, bahkan karyawan akan merelakan waktu dan tenaga mereka secara sukarela untuk mengerjakan pekerjaan secara lebih. 
 
Sebagai contoh, perusahaan kita mendapat banyak tawaran proyek baru. Karena kepercayaan antara tim manajemen dan karyawan sangatlah kuat, ini membuat karyawan yakin dan berani dalam mengambil proyek-proyek baru yang ada. Mereka tahu bahwa pemimpin mereka percaya dengan mereka dan para pemimpin yakin bahwa mereka bisa melakukannya dengan baik. 
 
6. Pertahankan Para Karyawan Terbaik
Mempertahankan para karyawan terbaik atau top talents adalah langkah yang sangat penting untuk dilakukan sebuah perusahaan. Lingkungan kerja idaman hati para karyawan adalah lingkungan kerja yang menghargai kerja keras dari karyawan-karyawan teladan mereka.
 
Apabila para karyawan terbaik tidak dihargai, mereka bisa saja dengan mudah beralih ke perusahaan lain yang lebih menghargai keberadaan mereka. Oleh karena itu, mempertahankan karyawan terbaik harus menjadi prioritas utama untuk memastikan pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan. 
 
Ketika para karyawan yang memiliki talenta top diizinkan keluar perusahaan tanpa perjuangan dari tim manajemen untuk mempertahankannya, maka staf lainnya akan beranggapan bahwa lingkungan kerja mereka tidak menghargai pekerjaan yang berkualitas.
 
7. Membangun Budaya Mentoring
Budaya mentoring adalah salah satu budaya yang baik untuk diterapkan pada lingkungan kerja. Budaya mentoring ini sama seperti budaya pendampingan, yang mana karyawan diperbolehkan berbagi keterampilan dan pengetahuan mereka untuk saling membantu rekan-rekan lainnya menjadi tumbuh maju dan berkembang. 
 
Sebagai contoh, kita membuat forum sebulan sekali untuk mempersilahkan seorang karyawan berbagi ilmu atau pengalaman yang mereka miliki di depan kolega lainnya. Misalnya, karyawan tersebut ingin mengajarkan bisnis inggris dengan tema “memimpin rapat kerja dengan menggunakan Bahasa Inggris”. Tentunya, ini sangat bermanfaat bagi rekan-rekan kerja lainnya, bukan?
 
Yap, itulah tujuh tips ampuh yang bisa kita terapkan demi membangun lingkungan kerja yang menjadi idaman hati para karyawan. Memiliki lingkungan kerja yang aman dan nyaman adalah salah satu impian semua karyawan. Jadi, daripada hanya mengimpi-impikannya saja, kenapa tidak kita ciptakan saja?
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang