Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Nilai Positif yang Membentuk Kerjasama Tim

5 Nilai Positif yang Membentuk Kerjasama Tim


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Dec 16, 2018

 
Sebelum membaca artikel ini lebih jauh, saya ingin bertanya pada Anda, “Apakah Anda pernah melihat sekelompok anak kecil yang bermain pasir dengan harmonis?” Mereka bekerja sama membangun istana pasir. Ada yang mengambil pasir, membentuk beberapa bagian istana pasir dan yang lainnya mungkin mencari hiasan lain untuk mempercantik istana pasir mereka. Jika Anda pernah melihat hal yang demikian, cobalah berpikir sejenak tentang hal yang membuat anak kecil dapat melakukan hal tersebut dengan harmonis, sedangkan cukup rumit bagi orang dewasa untuk dapat bermain dan bekerja sama dengan baik dan tetap mencapai hasil yang diinginkan. 
 
Saat menjadi orang dewasa, keinginan serta kebutuhan pribadi yang kita miliki dengan orang lain tentunya berbeda-beda. Itulah sebabnya kolaborasi antara anak-anak dan orang dewasa menjadi sangat berbeda. Meskipun begitu, segala permasalahan pastinya memiliki jalan keluar, bukan? Nah, pada artikel kali ini kita akan membahas nilai-nilai yang dapat kita pelajari dari anak kecil untuk membentuk kerja sama tim yang baik dengan rekan-rekan kerja Anda. 
 
1. ADIL
Berbuat curang hanya dilakukan oleh orang-orang yang merasa bahwa keadilan tidak akan berpihak pada mereka. Jika seseorang melakukan sebuah kecurangan, hanya perlu satu kali melakukan hal tersebut, lalu kesan penipu akan melekat pada orang tersebut. Tidak hanya itu, Anda juga akan kehilangan kepercayaan dari tim Anda. 
 
“Jadi, untuk menciptakan kerjasama yang baik, Anda benar-benar harus bersikap adil dan memerangi segala kecurangan yang ada”
 
2. INTEGRITAS
“Kejujuran adalah salah satu kunci dari kesuksesan”.
Ya, kejujuran tidak hanya penting untuk diajarkan dan diterapkan oleh anak-anak kecil, namun juga pada orang dewasa. Mirisnya, masih banyak orang yang tidak siap dengan kejujuran yang diberikan oleh rekan kerjanya, atau yang buruknya, saat seorang manajer atau pemimpin tidak dapat menerima kejujuran dari para karyawannya untuk evaluasi dirinya menjadi pemimpin yang lebih baik. Kejujuran yang diucapkan secara tulus dan langsung dapat menyelesaikan masalah dengan lebih cepat dan dapat membuat Anda menghormati orang lain di tim. Jangan takut untuk berkata jujur, jika itu memang diperlukan untuk membangun kerjasama yang baik antara Anda dan tim. Memuji mereka dengan jujur saat mereka berprestasi, dan berikan umpan balik yang jujur dan tulus untuk membantu anggota tim lain menjadi versi terbaik mereka. 
 
3. AKTIF BERTANYA
Pasti Anda tahu kan sikap anak kecil saat bertanya tentang sesuatu yang tidak dimengerti oleh mereka? Mereka tidak akan menyerah untuk bertanya sampai mendapatkan jawaban yang jelas. Sayangnya, tidak semua orang dewasa memiliki keberanian seperti anak kecil. Mereka cenderung untuk diam dan bersikap seakan mengetahui segala hal, tanpa bertanya pada anggota tim lainnya. Tentunya ini agak sedikit merepotkan, karena salah satu ciri kerjasama yang baik adalah anggota yang secara terbuka meminta bantuan rekan kerjanya jika ada sesuatu hal yang tidak dipahami. 
 
Jika semua orang hanya diam dan mengasumsikan diri mereka mengetahui segala hal, lalu kapan interaksi antara tim akan terjalin?
 
4. TOLERANSI
Anda tidak dapat selalu memilih orang yang akan bergabung dengan tim Anda. Sama seperti anak-anak yang tidak dapat memilih anak-anak sebayanya yang akan ikut bergabung dan bermain bersama di lapangan. 
 
Nah, sudah dapat dipastikan Anda juga akan memiliki pemikiran yang berbeda dengan anggota tim lainnya. Berbagai kepribadian dan tipe dapat menambah perspektif yang berbeda untuk membantu tim lebih produktif. Walaupun, pertengkaran kecil atau kesalahpahaman sering kali terjadi saat proses menyatukan pendapat, toleransi adalah solusi bagi permasalahan ini. 
 
Sadarilah bahwa tidak ada orang yang sempurna. Anda harus melibatkan rasa toleransi sehingga Anda dapat menunjukkan rasa hormat, memberi ruang lebih untuk bekerja sama dengan baik. Lakukan hal ini dengan baik dan orang lain juga akan menunjukkan toleransi mereka terhadap kekurangan Anda.

5. MINTA MAAF
Oh ya, saya sangat setuju bahwa meminta maaf memang sangat sulit untuk dilakukan oleh sebagian orang. Sama halnya seperti anak-anak, ketika Anda berusia lima tahun dan merusak barang kesukaan ibu atau ayah Anda, kata maaf akan sangat sulit untuk diucapkan. 
 
Namun permintaan maaf yang tulus sering kali berhasil untuk memperbaiki keadaan. Jika Anda telah melakukan kesalahan, miliki kerendahan hati dan kemurahan hati untuk mengakuinya dan segera meminta maaf. 
 
Itulah nilai-nilai positif yang dapat kita pelajari dan contoh dari perilaku anak-anak kecil saat bermain, dan semoga kita juga dapat menerapkannya di setiap aktifitas karier kita. 
Featured Career Advices
5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang