Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Cara Menangani Korupsi Waktu yang dilakukan Karyawan

4 Cara Menangani Korupsi Waktu yang dilakukan Karyawan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Pasti rekan-rekan Career Advice pernah menemui kasus tentang pemotongan gaji yang dilakukan secara ilegal oleh para pemimpin perusahaan, atau mungkin rekan pembaca merasakannya sendiri? Ya, memang kasus ini sering terjadi dimana-mana, bahkan bukan hanya di Indonesia, namun di berbagai negara di belahan dunia lainnya. 
 
Lalu, bagaimana jika posisinya menjadi terbalik. Karyawan mencuri waktu kerjanya, sedangkan gaji mereka tidak dikenakan potongan sama sekali. Apakah itu sebuah masalah? Tentu saja. Kasus korupsi waktu yang sering dilakukan oleh banyak karyawan di berbagai perusahaan, telah menjadi isu besar yang sangat mengkhawatirkan. 
 
Korupsi waktu semacam ini sering terjadi ketika seorang karyawan dibayar untuk pekerjaan yang tidak mereka lakukan sama sekali. Ada berbagai contoh yang bisa mengilustrasikan kondisi ini, antara lain adalah bermain game saat waktu kerja berlangsung, menitip absen kehadiran kepada teman padahal dia datang siang ke kantor, menyuruh orang lain untuk menyelesaikan tugas kerja, dan lain sebagainya. 
 
Apabila bisnis rekan-rekan pembaca menjadi berantakan karena ulah para pekerja yang seperti ini, jangan khawatir dan tidak perlu bimbang lagi ya. Karena pada artikel kali ini kami akan menyampaikan 4 cara menangani korupsi waktu yang sering dilakukan oleh para karyawan. Penasaran? Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 
 

1. Menginformasikan Peraturan dengan Jelas kepada Karyawan.

Peraturan yang jelas akan menekankan para karyawan agar mematuhi peraturan yang ada. Tidak ada organisasi atau perusahaan yang dapat berjalan dengan lancar dan aman, tanpa peraturan yang mengikat. Mungkin beberapa karyawan berani untuk menceklis kehadiran rekan kerja mereka, karena mereka tidak ingin rekan kerjanya mendapatkan suatu masalah dari bos. 
 
Secara tidak langsung, mereka tidak memikirkan integritas mereka dan integritas rekan kerja mereka atas tindakan tersebut. Jika dilanjutkan secara terus-menerus, hal ini bisa berdampak buruk pada budaya kantor di perusahaan yang bersangkutan. 
 
Apabila perusahaan rekan pembaca memiliki jam kerja yang memang sudah ditetapkan dari awal, maka tegakkanlah peraturan tersebut. Beri tanda peringatan bahwa karyawan yang menceklis kehadiran rekan kerjanya padahal orang tersebut belum datang adalah suatu pelanggaran yang tidak bisa ditoleransi. Jika kasusnya karyawan tersebut login akun rekan kerjanya untuk mencekliskan kartu kehadiran, maka ingatkan kepada karyawan tersebut bahwa membuka akun kehadiran karyawan lain adalah sebuah penipuan besar.
 
Bagaimana jika pemimpin tidak menyadari hal ini? Nah, itulah mengapa para pemimpin penting untuk lebih sensitif terhadap pelanggaran-pelanggaran seperti ini, karena kasus ini sering terjadi dimana-mana, bahkan di perusahaan besar yang sangat bonafit sekalipun. Tingkatkan kesadaran dan tegakkan peraturan dengan jelas. Ini bukan untuk mengekang karyawan, tapi lebih kepada menciptakan budaya yang disiplin, jujur dan bertanggung jawab. 
 

2. Membuat Karyawan Memahami Harapan yang dimiliki Perusahaan. 

Cara kedua untuk menangani korupsi waktu adalah dengan menetapkan dan meluruskan harapan yang Anda miliki sebagai pemilik perusahaan, pemilik usaha atau bisa disebut sebagai bos dari seluruh karyawan, bahwa pemimpin memiliki harapan A, B, C dan D. Nah, apakah harapan yang pemimpin miliki sama seperti yang dipahami oleh semua staf, atau malah berbeda? Pastikan bahwa mereka memahami harapan bos mereka adalah A, B, C dan D bukan X, Y atau Z. 
 
Bisa jadi, selama ini para staf salah paham terhadap harapan yang perusahaan berikan kepada mereka. Misalnya, seorang karyawan di bagian penjualan mencuri waktu untuk bermain ponsel dengan sangat lama saat jam kerja. Dia menganggap bahwa hal itu bukanlah sebuah masalah. Selagi pelanggan tidak ada di hadapannya, dia bisa melakukan apapun yang dia inginkan, termasuk bermain ponsel. 
 
Namun, karena rekan pembaca benar-benar ingin memberantas korupsi waktu yang dilakukan oleh para karyawan dan meluruskan harapan yang dimiliki perusahaan kepada semua karyawan, maka sebagai seorang pemimpin, rekan pembaca perlu bersikap tegas dalam hal ini. Jangan biarkan korupsi waktu merajalela menghancurkan budaya kantor perusahaan Anda. 
 

3. Prosedur Kedisiplinan Sangatlah Penting. 

Terkadang membiarkan pelanggaran kecil memang hal yang cukup baik, ini menandakan bahwa kita adalah pemimpin yang dapat mentoleransi perilaku karyawan yang mungkin tidak sengaja mereka lakukan. Namun ketika kita membiarkan korupsi waktu berjalan secara terus-menerus tanpa ada teguran yang pasti, maka karyawan akan mulai berpikir “Yang saya lakukan ini bukanlah suatu masalah yang besar karena bos tidak marah dan tidak menegur saya sama sekali!”. 
 
Inilah alasannya mengapa sebagai pemimpin, kita perlu memiliki prosedur kepemimpinan yang kuat. Kita perlu menerapkan disiplin progresif yaitu tindakan-tindakan yang harus diterapkan seperti, peringatan lisan, peringatan tertulis, penangguhan, dan bahkan pemutusan hubungan kerja. Meskipun begitu, kita juga perlu mempertimbangkan keseriusan dari pelanggaran-pelanggaran yang karyawan lakukan. 
 
Sebagai contoh, memalsukan kartu kehadiran adalah hal yang lebih buruk daripada bermain ponsel saat jam kerja, atau telat 5 menit datang ke kantor masih lebih baik daripada pergi makan siang selama tiga jam. 
 
Sebelum menerapkan disiplin progresif, kita perlu mempertimbangkan apakah itu merupakan pelanggaran kecil atau besar, dan prosedur kedisiplinan apa yang cocok untuk pelanggaran tersebut. Misalnya, telat 10 menit datang ke kantor secara berkali-kali bisa diatasi dengan peringatan lisan. 
 
Namun, jika karyawan sudah memalsukan kartu kehadirannya selama lima hari, padahal dia tidak datang ke kantor sama sekali, mungkin bisa diselesaikan dengan cara peringatan tertulis dan pemotongan gaji. Apabila semua pelanggaran didiamkan begitu saja, maka perilaku buruk akan mudah masuk menjadi budaya permanen di perusahaan kita. Pastinya rekan-rekan Career Advice tidak menginginkan hal ini, bukan? 
 

4. Pemimpin Harus Memberi Contoh yang Baik

Layaknya seorang anak kecil yang tidak akan mendengarkan nasihat ayah ibunya, jika orangtuanya juga melakukan pelanggaran yang dilakukan, seorang karyawan juga meniru perilaku para pemimpinnya. Apabila rekan-rekan pembaca adalah seorang pemimpin yang sedang berhadapan dengan kasus korupsi waktu yang dilakukan oleh para karyawan, maka rekan pembaca perlu mengecek kembali perilaku-perilaku yang selama ini dilakukan. 
 
Apakah kita termasuk ke dalam kategori seorang pemimpin yang selama berjam-jam menelpon teman karib kita di dalam ruangan kantor? seorang pemimpin yang pergi makan siang selama lebih dari satu jam? Atau, seorang pemimpin yang selalu datang terlambat?
 
Jika pelanggaran-pelanggaran tersebut dilakukan oleh kita sebagai pemimpin, jangan harap karyawan kita melakukan hal sebaliknya. Pastinya mereka akan mengikuti apa yang kita lakukan, karena bagi mereka jika bosnya saja ok untuk melakukannya, mengapa mereka tidak? 
 
Setelah membaca 4 cara menangani korupsi waktu yang dilakukan oleh karyawan di atas, apakah rekan pembaca masih akan membiarkan pelanggaran-pelanggaran kecil yang dapat mengarahkan kepada korupsi waktu? Jika tidak, Yuk sama-sama kita perangi korupsi waktu dengan menerapkan 4 tips ampuh tersebut. Tetap semangat ya, rekan-rekan Career Advice.