Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Cara Manajemen Krisis ala Pemimpin Hebat

5 Cara Manajemen Krisis ala Pemimpin Hebat


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 16, 2019

 
Krisis merupakan suatu hal yang tidak bisa kita hindari di dunia kerja. Krisis bisa datang dan pergi semau mereka untuk menguji seberapa kuat pertahanan kita. Ini mungkin memang kejadian yang tidak menyenangkan bagi banyak orang. Namun, sadar atau tidak, krisis mendorong kita untuk melatih diri dan belajar lebih banyak tentang diri kita dan bisnis yang kita miliki. Pada artikel kali ini, saya ingin mengajak semua pembaca Career Advice untuk belajar menangani krisis sebagaimana seorang pemimpin yang hebat dapat menangani krisis yang mereka yang hadapi. Penasaran? Yuk, kita simak penjelasan berikut ini. 
 
1. Menjadi Visioner. 
Di dalam dunia kerja, bukan hanya tantangan yang akan kita hadapi, namun juga beberapa keuntungan lainnya yang dapat diraih setelah menghadapi semua ujian tersebut. Penting bagi kita untuk menjadi seorang yang visioner agar kita dapat memvisualisasikan masa depan karier atau bisnis kita. 
 
Kami menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk meluangkan waktu dan membuat masing-masing lima daftar dari hal-hal yang mungkin dapat berjalan dengan salah di masa depan, dan lima hal yang akan berjalan baik-baik saja. 5 poin yang bisa saja berjalan tidak sesuai dengan yang kita inginkan dapat menyebabkan masalah besar bagi bisnis kita kedepannya.
 
Sebagai contoh, rekan pembaca memiliki bisnis restoran ayam geprek pedas, lima poin yang bisa saja menjadi tantangan bagi Anda adalah:
- Harga cabai dan ayam yang semakin mahal di tahun depan. 
- Ada tikus yang masuk ke dalam restoran, sehingga dapat memengaruhi kebersihan makanan.
- Pelayan yang bersikap kasar kepada pelanggan. 
- Restoran ayam geprek lainnya yang mungkin saja dibuka dekat restoran kita. 
- Tren makanan yang terus berganti, setahun kedepan mungkin ayam geprek sudah tidak menjadi makanan yang hits lagi. 
 
Tuliskan saja segala hal yang ada di dalam pikiran rekan pembaca, bayangkan dan rencanakan bagaimana rekan pembaca dapat merespons setiap masalah yang ada. Dengan memiliki bayangan tersebut, rekan pembaca bisa mencari solusi sebelum semua permasalahan tersebut benar-benar terjadi. Mencari pekerja yang baik, media yang tepat, dan investor yang kuat. Jadi, cara menghadapi manajemen krisis yang pertama adalah berpikir visioner seperti para pemimpin yang hebat. 
 
2. Memimpin dengan Rasa Empati.
Beberapa krisis yang terjadi perlu dikelola dengan perasaan empati yang tinggi. Apabila kita menghadapi setiap permasalahan dan krisis yang ada tanpa rasa empati, maka semuanya akan semakin kacau balau. Sebagai contoh, jika perusahaan rekan pembaca tersangkut masalah dan itu memang kesalahan dari perusahaan Anda, maka solusi ampuh yang paling tepat adalah meminta maaf dengan setulus hati kepada pihak yang dirugikan. 
 
Permintaan maaf yang sederhana dan tulus selalu menjadi solusi yang terbaik bagi banyak permasalahan. Kami menyarankan rekan pembaca untuk meminta maaf secara langsung, bukan melalui media sosial, web atau platform lainnya yang tidak secara langsung berinteraksi dengan para pihak yang dirugikan. 
 
Hal ini dilakukan karena kita mengerti perasaan dan kekecewaan mereka atas kesalahan kita yang tidak disengaja. Selain itu, ini juga dapat membantu menghentikan informasi-informasi negatif yang bisa saja dipublikasikan oleh media sosial atau media berita lainnya. Jadi, cara menghadapi manajemen krisis yang kedua adalah memimpin dan bertindak dengan rasa empati seperti para pemimpin yang hebat. 
 
3. Jangan Selalu Menghindari Risiko.
Kebanyakan para perusahaan dan bisnis yang sedang mengalami krisis atau membuat suatu kesalahan, mereka memiliki divisi hubungan masyarakat (humas) yang sangat defensif untuk membela dan menutup-nutupi kesalahan yang telah diperbuat oleh perusahaan mereka. Mereka menutupinya dengan sangat baik. Bahkan, tidak sedikit perusahaan yang mencoba ‘menutup mulut’ dari para klien agar tidak membeberkan permasalahan yang ada kepada awak media. 
 
Ini bukanlah strategi yang bagus untuk perusahaan kita saat menghadapi sebuah krisis. Terlebih lagi, jika pihak yang menyebabkan masalah tersebut adalah kita. Dalam hal ini, terlalu sering menghindari risiko yang datang, bukanlah hal yang baik. 
 
Kita akan cenderung menjauhi konflik baik dan menghindari segala risiko yang datang, sehingga kita tidak dapat belajar banyak dari segala permasalahan yang ada. Jadi, cara menghadapi manajemen krisis yang ketiga adalah bertanggung jawab atas segala yang kita lakukan, bukan terus-menerus menghindari risiko yang berdatangan, itulah cara mengelola manajemen krisis seperti para pemimpin yang hebat. 
 
4. Mengambil Tindakan dengan Cepat dan Tepat.
Apabila krisis terjadi karena kesalahpahaman dari pelanggan atau pelanggan sudah terpengaruh dengan kesan-kesan buruk terhadap perusahaan Anda, yang sudah terlanjur tersebar di media sosial, maka jangan khawatir. Ada cara lain yang dapat rekan-rekan Career Advice lakukan dalam hal ini yaitu, dengan membuat acara atau dukungan-dukungan lainnya yang dapat mengubah pandangan para pelanggan terhadap perusahaan dan bisnis rekan pembaca.  
 
Rekan pembaca perlu mengambil tindakan yang cepat dan tepat untuk segera menyelesaikan kesalahpahaman yang terjadi. Misalnya, membuat pernyataan terbuka kepada para pelanggan untuk meluruskan kesalahpahaman tersebut. Positifnya, jika permasalahan yang sama terjadi lagi kedepannya, Anda dan rekan-rekan kerja lainnya sudah memiliki prosedur dan template yang tepat untuk merespons kejadian yang ada. 
 
Bila diperlukan, rekan pembaca juga bisa memberikan janji-janji yang realistis kepada para pelanggan, tentunya janji tersebut harus ditepati. Jangan lupa untuk belajar dari setiap kesalahan yang kita perbuat, sehingga kedepannya kita bisa menghindari kesalahan-kesalahan tersebut. 
 
Saat kritis datang, jangan menjadi seorang yang terlalu berhati-hati, karena ini hanya membuat kita terlihat ragu-ragu dalam menyelesaikan masalah. Intinya, kita perlu berani mengambil tindakan yang cepat dan tepat dalam mengatasi krisis seperti para pemimpin yang hebat. 
 
5. Tetap tenang.
Meskipun di poin sebelumnya kami menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk mengambil tindakan secara cepat dan tepat. Namun dalam mengambil tindakan, kita juga perlu bersikap tenang. Tujuannya, agar tindakan yang kita ambil bukanlah cerminan dari sikap gegabah kita. Saat keadaan kritis datang menghampiri kita, jangan langsung mengambil tindakan di lima menit pertama. Luangkanlah waktu untuk berpikir selama 15 hingga 20 menit, berpikir dengan tenang sampai kita bisa mencari solusi terbaik untuk menyelesaikan keadaan kritis tersebut. 
 
Yap! itulah 5 cara manajemen krisis ala pemimpin hebat yang bisa kita terapkan. Para pemimpin yang hebat adalah orang-orang yang visioner, memimpin dengan rasa empati, berani mengambil risiko, bersikap tenang dan mengambil keputusan dengan cepat dan tepat. Jadi, tunggu apalagi? Yuk, kita mulai terapkan bersama-sama. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice. 
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang