Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 3 Cara Menghadapi Bos Baru

3 Cara Menghadapi Bos Baru


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Nov 23, 2018

 
Saat Anda berhadapan dengan bos Anda yang baru, momen tersebut dapat menjadi momen yang sangat menegangkan. Tetapi tidak dapat disangkal bahwa bekerja untuk seseorang yang baru merupakan sebuah peluang yang baru juga. Bahkan jika Anda adalah salah satu dari sedikit orang yang menyukai bos Anda yang baru.  Pada prinsipnya, saat Anda bertemu orang baru, maka Anda akan semakin terdorong untuk tumbuh. Paling tidak, tanamkanlah dalam benak Anda bahwa membangun hubungan dengan orang baru adalah keterampilan yang berharga bagi Anda.
 
Berikut adalah 3 hal cerdas yang dapat Anda lakukan dalam memanfaatkan peluang baru dihadapan Anda:

1. Melangkahkahlah dengan tepat
Kali pertama Anda bertemu dengan bos baru adalah saat Anda datang ke perusahaan adalah sebagai pelamar atau hari pertama Anda masuk sebagai karyawan baru. Anda memfokuskan diri Anda agar dapat mengesankan. Dan seiring berjalannya waktu, Anda menjadi sedikit lebih rileks. Contohnya: saat awal bekerja di pekerjaan Anda yang lama, Anda membaca setiap email yang masuk sebanyak lima kali. Sekarang, Anda hanya membaca dan meresponnya dengan sedikit kalimat dari ponsel Anda. Anda biasanya datang tepat waktu setiap hari, tetapi sekarang Anda tidak pernah menunda antrian panjang sebuah kedai kopi di pagi hari.  Itu karena Anda membangun kredibilitas dengan bos Anda dalam waktu yang tidak singkat. Anda telah mengetahui bahwa dia benar-benar tidak keberatan dengan kelonggaran waktu dalam membalas email atau sesekali datang lebih lambat.
 
Namun bagaimana dengan bos Anda yang baru? Beradaptasilah dengan lingkungan Anda yang baru. Anda tidak dapat memainkan pola pekerjaan yang lama di perusahaan Anda yang baru. Anda harus tahu budaya kerja di perusahaan yang baru. Anda tidak bisa memakai budaya kerja dari kantor Anda yang lama. Tampillah dengan mengikuti setiap aturan yang ada. Anda harus membuat kesan yang baik. Hindarilah terlihat terlalu santai. Tanggaplah terhadap email yang masuk.  Itu adalah perubahan yang akan membuat Anda tampil baik dan mungkin akan menunjang perkembangan Anda dalam jangka panjang. 
 
2. Sumbangkanlah ide-ide cemerlang yang Anda miliki
Ketika Anda ada di dalam sebuah manajemen, Anda akan terus mencari cara untuk dapat maju dalam tim. Jadi, ini adalah peluang bagi Anda untuk berbagi ide cara baru yang Anda dapat sumbangkan bagi tim Anda.
 
Jadi, Anda berada dalam sebuah pertemuan, persiapkanlah diri Anda dengan telah melakukan sebuah peta pemikiran untuk setiap bidang yang memerlukan perbaikan. Adakah yang menurut Anda bisa dirampingkan (atau patut dicoba)? Apakah Anda memiliki ide untuk berinisiatif dalam sebuah tim?
Jika tidak, cobalah untuk mengajukan pertanyaan. Tanyakan kepada bos Anda tentang hal yang menjadi prioritasnya dan hal-hal yang ingin dia bangun. Buat catatan lalu pikirkan hal yang dia katakan. Setelah itu, Anda dapat mengirim email tindak lanjut untuk memenuhi sasaran tersebut.
 
Ketika Anda berbicara tentang sebuah peningkatan, Anda pasti tergoda untuk memikirkan hal-hal yang tidak berhasil. Tetapi orang yang cerdas selalu mengetahui tahu bahwa hal-hal yang dibicarakannya, baik tentang mantan bos Anda atau hal-hal lain tentang pekerjaan Anda sebelumnya, tidak merupakan sebuah ide yang baik. Jika Anda membicarakan mantan bos Anda atau pekerjaan lama Anda, Anda sedang membuat diri Anda terlihat remeh. Bahkan jika Anda merasa itu adalah fakta objektif bahwa sistem lama Anda menyebalkan atau Anda tidak dapat bekerja maksimal, hindarilah celah untuk membicarakan hal tersebut. Tetaplah fokus ke depan dan positif.
 
3. Tawarkanlah bantuan
Anda harus ingat bahwa saat Anda menjadi tambahan terbaru untuk sebuah tim: Anda akan selalu memiliki banyak pertanyaan. Jadi, gunakan hal itu sebagai sebuah kesempatan bagi Anda untuk terhubung dengan atasan atau bos Anda. Anda dapat menawarkan untuk berbagi pengetahuan institusional, atau mungkin Anda dapat membagikan tips untuk mengatasi printer yang bermasalah. Tunjukkanlah bahwa Anda adalah seseorang yang tidak keberatan untuk dimintai tolong. 
 
Orang yang cerdas mengetahui perbedaan antara orang yang benar-benar membantu dengan orang yang mencari muka. Anda tidak perlu bertindak seolah-olah Anda adalah perantara antara bos Anda dan tim Anda. Perilaku ini akan selalu menjadi boomerang bagi Anda, karena sepertinya Anda ingin bos Anda lebih menyukai Anda. Hal ini akan membuat rekan Anda lainnya juga bos Anda tidak menyukai Anda nantinya. Jadi, jangan bertindak seolah Anda satu-satunya orang di tim yang dapat melakukan apa pun. Dukunglah rekan kerja Anda untuk melakukan hal yang sama dan juga menunjukkan kemampuan mereka.
 
Hal terakhir yang dilakukan semua orang cerdas saat memulai pekerjaan yang baru adalah melepaskan rasa ego. Pahamilah bahwa setiap orang memiliki kepribadian yang berbeda-beda. Begitu juga dengan bos Anda. Bos baru Anda akan berkomunikasi dengan caranya sendiri dan menetapkan semua prioritas sesuai keinginannya.
 
Agar Anda terus melangkah maju dalam karir Anda sendiri, jadilah seseorang yang fleksibel dan terbuka untuk peluang baru. Ingatlah bahwa peluang baru adalah sebuah kesempatan bagi Anda untuk bertumbuh dan memajukan karir Anda.
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang