Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 6 Tips Membangun Kredibilitas di Mata Team Member

6 Tips Membangun Kredibilitas di Mata Team Member


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Aug 15, 2018

Dalam bukunya The Leadership Secrets of Colin Powell, Colin Powell menuliskan bahwa kepercayaan merupakan suatu yang amat penting untuk membangun kepercayaan terhadap pemimpin, dan sebaliknya. Dan kita telah membahas pula sebelumnya, bahwa untuk mendukung terciptanya kepercayaan team member, setiap pemimpin harus memiliki kredibilitas dari sisi karakter maupun kompetensi. Untuk membangun kredibilitas di mata team member, kita bisa belajar dari tips yang diberikan Colin Powell. 

1. Miliki kompetensi lebih
Anggota tim biasanya akan percaya kepada pemimpinnya, jika pemimpin itu mempunyai kompetensi, yaitu keterampilan dan pengalaman yang sangat memadai. Oleh karena itu, kita harus selalu meningkatkan kompetensi kita dengan terus menerus mempelajari keterampilan dan pengalaman baru, dan membangun suasana sehingga tim kerja kita bisa hidup secara harmoni.
Simple saja, sama seperti saat dulu di awal memulai karir, kita menilai apakah atasan kita “bisa kerja” atau tidak. Kita tentu akan memandang sebelah mata jika kita melihat bahwa atasan lebih pandai berteori ketimbang memberi bukti.

2. Miliki karakter unggul
Karakter adalah tingkah laku dan tindak tanduk kita dalam menjalankan visi dan misi. Dalam memimpin tim atau organisasi, kita harus bisa menjadi contoh bagi anggota tim lainnya sesuai dengan nilai-nilai yang telah ditetapkan dalam tim. Kita harus bisa memberikan energi untuk melindungi, memelihara dan mengembangkan tim supaya dapat bekerja sesuai dengan visi dan misi yang telah ditetapkan.
Good leader menunjukkan karakter positif yang menginspirasi. Kita sudah bersepakat untuk tidak menjadi trending topic negatif dalam meeting-meeting informal (baca: forum gosip) karyawan kan? Tentu akan lebih baik dan bermanfaat jika kita menjadi trending topic positif.
 
3. Miliki keberanian untuk melakukan terobosan
Dalam memimpin tim, kita harus mempunyai keberanian membuat sesuatu yang tidak mungkin menjadi mungkin. Untuk itu dibutuhkan kemampuan fisik, kemampuan berpikir, kemampuan berinteraksi, kemampuan menyelaraskan segala tindakan kita dengan visi,misi dan sasaran yang telah kita tetapkan.
 
4. Miliki kepercayaan diri
Sebagai pemimpin kita wajib memiliki kepercayaan diri. Kepercayaan diri sangat dekat dengan atribut keberanian, karena kepercayaan diri sama dengan berani menghadapi tantangan. Lebih dari itu, kita juga harus berani membuat tantangan untuk kita hadapi dan selesaikan. Tantangan yang kita ciptakan ini merupakan alat untuk meningkatkan keterampilan dan pengalaman. Yakin dan percaya diri bahwa misi yang kita jalankan sangat mungkin untuk dicapai. Percaya bahwa masalah-masalah yang sangat rumit sekalipun dapat dicari solusinya, dan kita memiliki keberanian untuk memulai gerak.
Karena leader menjadi contoh bagi team member. Jika leader tidak yakin, keraguan tentu akan menular dalam tim. Jika leader penuh rasa khawatir, rasa takut gagal menjalar antar anggota tim.
 
5. Miliki loyalitas
Kebanyak orang menganggap bahwa loyalitas di dalam suatu organisasi adalah bawahan loyal terhadap pimpinan. Dalam kepemimpinan, loyalitas menunjuk ke tiga arah, yaitu ke bawah, ke atas, ke samping. Artinya, kita tidak boleh hanya menuntut loyalitas dari bawahan. Kita juga harus loyal ke bawahan dan kepada seluruh team member atau rekan kerja. Di samping itu, kita juga loyal terhadap organisasi. Bawahan bisa mempercayai loyalitas atasan, dan atasan juga dapat mempercayai bawahan.
 
6. Miliki kerelaan berkorban dan empati
Membangun kepercayaan memerlukan pengorbanan, saat kita dituntut bisa mendengarkan dan menjaga keutuhan tim. Pengorbanan yang akan kita berikan untuk hal ini adalah waktu, tenaga, pikiran, dan lain-lain. Dengan memiliki empati yang baik, kita mampu menempatkan diri dan merasakan apa yang dipikirkan dan atau dirasakan team member kita. Dengan begitu, sikap dan tindakan yang kita ambil akan sebisa mungkin dipilih dengan pertimbangan matang, agar berdampak baik untuk setiap pihak.
Featured Career Advices
Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis