Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Toxic adalah Penghambat Kebahagiaan di Kantor

Toxic adalah Penghambat Kebahagiaan di Kantor


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

Definisi Toxic

Toxic adalah racun, yang mana istilah ini bisa digunakan untuk menggambarkan orang-orang yang beracun atau membawa pengaruh negatif terhadap orang-orang di sekitarnya. Orang-orang ini biasanya dikenal dengan sebutan toxic people. Kata “toxic” telah meninggalkan kesan yang cukup buruk untuk seseorang, namun istilah ini juga menjadi peringatan bagi orang-orang di sekitarnya agar dapat menjauhkan diri dari mereka. Dikarenakan toxic dan orang-orang yang ada di dalamnya akan memberikan pengaruh yang buruk, maka toxic adalah hal yang sering dikategorikan sebagai penghambat kebahagiaan. 
 
Orang-orang toxic memang sangat merugikan bagi kehidupan kita. Mereka bukan hanya menghambat kesuksesan kita, namun kehadiran mereka dapat memberikan pengaruh negatif dan kerisauan bagi orang-orang di dekatnya. Itulah mengapa, untuk menjadi bahagia kita perlu menghindari segala sesuatu yang berkaitan dengan toxic, baik berkaitan dengan lingkungan, orang-orang di dalamnya, dan lain-lain. 
 

Bagaimana agar Hidup Bahagia tanpa Orang-orang Toxic? 

Pengaruh negatif yang dibawa oleh orang-orang toxic membuat kehidupan kita menjadi tidak tenang, bahkan kita akan merasa resah ketika harus berinteraksi dengan mereka. Pada artikel kali ini, kita akan membahas tentang cara-cara untuk tetap merasa bahagia dengan cara meninggalkan orang-orang toxic di dalam kehidupan kita. Menurut website marc and angel, ada 6 cara yang bisa kita terapkan agar tetap bisa hidup bahagia tanpa orang-orang toxic.
 

1. Terus Melangkah tanpa Orang-orang Toxic. 

Apabila rekan-rekan pembaca memiliki teman atau rekan kerja yang selalu memerintah kita dengan emosi, selalu ingin kehendak mereka dipenuhi dan selalu melakukan hal-hal yang membuat kita risih, maka mereka bisa dikategorikan sebagai toxic people. 
 
Menghindari mereka bukan berarti kita telah bersikap jahat atau tidak peduli dengan mereka. Namun, semua itu kita lakukan demi kenyamanan dan kebahagiaan diri kita sendiri. Apalagi jika kita selama ini kita sudah berusaha untuk berbaik hati dan membantu mereka berubah dari sikap dan perilaku negatifnya. Jika usaha kita dipandang sebelah mata oleh orang-orang toxic ini, maka tidak ada yang bisa kita lakukan lagi, selain menjauhi mereka. 
 
Jangan takut untuk melangkah keluar dan menjauh dari mereka, karena ini memang satu-satunya solusi terbaik yang kita miliki. Hidup kita tidak akan berakhir dan berantakan tanpa kehadiran mereka. Malah kehidupan kita akan semakin baik tanpa pengaruh apapun dari orang-orang seperti ini. 

2. Mencoba untuk Mengubah Sikap dan Perilaku Negatif Mereka. 

Ada kalanya kita sebagai manusia ingin mengajak kebaikan kepada orang-orang di sekitar kita. Menemukan orang-orang toxic tidak membuat kita langsung menyerah, ilfil atau menghindari mereka, namun kita semua pasti memiliki kecenderungan untuk mengajak mereka ke arah yang lebih baik. 
 
Misalnya, mencoba memberitahu mereka bahwa sikap menjelek-jelekkan rekan kerja di kantor adalah hal yang tidak baik atau mengajak mereka untuk bersama-sama menyelesaikan permasalahan yang ada, tanpa pergi menghindari permasalahan yang datang. 
 
Apabila rekan-rekan Career Advice yakin bahwa cara ini bisa berhasil, maka tidak ada salahnya untuk mencoba. Jika berhasil, maka ini akan menjadi kebanggaan tersendiri bagi rekan pembaca karena telah berhasil membuat orang-orang negatif menjadi lebih baik dari sebelumnya. 

3. Apapun yang Mereka Lakukan, Jangan Diambil Hati!

Salah satu hal yang perlu diingat adalah sikap negatif apapun yang orang-orang toxic ini lakukan, kita tidak perlu mengambil hati atau memikirkannya sampai terlalu dalam. Hal-hal negatif yang mereka lakukan dan sebarkan cukup menjadi perwakilan atas diri mereka sendiri. Apabila kita melawan atau menanggapi sikap negatif mereka dengan cara-cara yang kurang baik, maka tidak ada perbedaan antara kita dan mereka. Dengan kata lain, kita akan sama-sama menjadi orang yang negatif. 
 

4. Tidak Menganggap Remeh terhadap Perilaku Negatif yang Mereka Lakukan. 

Jika usaha kita untuk membantu mereka menjadi lebih baik akan menjadi hal yang sia-sia, maka langkah berikutnya yang harus kita lakukan adalah berhenti berpura-pura bahwa perilaku beracun mereka merupakan sikap yang baik-baik saja. Ketika kita menganggap bahwa perilaku mereka adalah sesuatu yang baik-baik saja, maka orang-orang toxic akan berpikir orang-orang disekitarnya merasa OK dengan perilaku mereka. 
 
Sikap yang terlalu mentolerir kebiasaan-kebiasaan buruk mereka hanya akan membuat kondisi menjadi semakin buruk dan merugikan. Orang-orang toxic bukan hanya semakin merugikan kita, namun mereka juga akan semakin menjadi-jadi dengan merugikan orang lain di sekitarnya. 
 
Tidak ada untungnya untuk tetap mentolerir sikap dan perilaku negatif mereka, apalagi berusaha menganggap bahwa itu adalah hal yang baik-baik saja. 
 

5. Samakan Posisi dengan Mereka dan Bicaralah!

Seringkali orang-orang toxic menganggap bahwa orang-orang disekitarnya akan merasa baik-baik saja dengan perilaku mereka. Selain itu, tidak sedikit dari mereka yang akan berpikir bahwa kita akan takut untuk melawan mereka dan berbicara secara langsung dengan lantang. Apabila rekan-rekan Career Advice ada dalam posisi ini, maka hanya satu kata yang cocok menjadi solusi yaitu, LAWAN!
Kata lawan disini bukan berarti melawan mereka dengan kekerasan. Namun, kita perlu angkat suara dan berbicara pada mereka dengan tegas dan lantang. Sebagai contoh: 
- “Saya perhatikan sepertinya Anda terlihat marah. Apakah ada sesuatu yang mengganggu?” Sampaikan hal ini jika rekan kerja toxic Anda merasa bete atau kesal karena rekan pembaca telah mengabaikan mereka. 
- “Anda terlihat kesal dan bosan, apakah Anda pikir apa yang saya katakan tadi tidak penting?” kalimat ini cocok untuk rekan pembaca sampaikan ketika mereka tidak memperdulikan apapun yang rekan pembaca sampaikan. Buat mereka takut dengan kalimat ini agar mereka menyadari bahwa rekan pembaca memiliki pertahanan yang kuat. 
- “Sikap Anda telah membuat saya kesal sekarang. Apakah ini memang tujuan Anda?” Kalimat ini sangat cocok untuk disampaikan kepada orang-orang toxic. Ini juga akan mempertegas bahwa kita berani untuk melawan sikap negatif yang telah mereka sebarkan selama ini. 
 

6. Luangkan waktu untuk diri sendiri.

Apabila rekan pembaca sudah berusaha untuk menghindari para toxic people sebaik mungkin, dan mereka tetap ada di dalam kehidupan Anda. Tetap bertenang, tarik napas dan yakini diri bahwa segalanya akan baik-baik saja. Satu-satunya solusi pada kondisi ini adalah meluangkan waktu untuk diri sendiri. Pastikan rekan pembaca memiliki “me time” untuk bersantai, beristirahat dan memulihkan diri dari segala kondisi buruk yang rekan pembaca alami selama ini. 
 
Semuanya kembali lagi pada diri kita sendiri, apakah kita tetap ingin bersama orang-orang toxic? Melawan mereka? atau menjauhi mereka dan membuat kehidupan baru yang lebih damai? Apapun keputusan rekan pembaca, pastikan bahwa tindakan tersebut adalah keputusan terbaik yang pernah Anda buat, karena kehidupan kita adalah milik kita sendiri. Tetap semangat ya, rekan-rekan Career Advice!
Featured Career Advice
Mengenal Fungsi Komunikasi dan 4 Contohnya dalam Bisnis

Communication

Mengenal Fungsi Komunikasi dan 4 Contohnya dalam Bisnis

Pengertian Kepemimpinan secara Umum dan 6 Jenis Kepemimpinan

Leadership

Pengertian Kepemimpinan secara Umum dan 6 Jenis Kepemimpinan

Mengenal Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi dan 5 Keutamaannya

Leadership

Mengenal Gaya Kepemimpinan dalam Organisasi dan 5 Keutamaannya

Apa Itu Keterampilan Sosial dalam Kerjasama Tim?

Teamwork & Collaboration

Apa Itu Keterampilan Sosial dalam Kerjasama Tim?

Apa Itu Kerjasama Tim? dan Bagaimana Perusahaan Mendorongnya?

Teamwork & Collaboration

Apa Itu Kerjasama Tim? dan Bagaimana Perusahaan Mendorongnya?

Apa itu Etika Bisnis? dan 6 Cara Menulis Kode Etik untuk Bisnis

Leadership

Apa itu Etika Bisnis? dan 6 Cara Menulis Kode Etik untuk Bisnis

3 Alasan Mengapa Millennial Fokus Pada Kecerdasan Emosional

Emotional Intelligence

3 Alasan Mengapa Millennial Fokus Pada Kecerdasan Emosional

5 Risiko Human Resources Paling Teratas dan Cara Menanganinya

Leadership

5 Risiko Human Resources Paling Teratas dan Cara Menanganinya

5 Rahasia Hebat Untuk Memecahkan Krisis Employee Engagement

Leadership

5 Rahasia Hebat Untuk Memecahkan Krisis Employee Engagement

8 Kebahagiaan bagi Generasi Millennial di Tempat Kerja

Happiness

8 Kebahagiaan bagi Generasi Millennial di Tempat Kerja

3 Alasan Mengapa Motivasi Saja Tidak akan Cukup untuk Kesuksesan

Motivation

3 Alasan Mengapa Motivasi Saja Tidak akan Cukup untuk Kesuksesan

5 Kualitas yang Perlu Diterapkan untuk Menjadi Orang yang Optimis

Self Improvement

5 Kualitas yang Perlu Diterapkan untuk Menjadi Orang yang Optimis

10 Tanda Anda Berada di Jalan yang Benar dalam Kehidupan

Self Improvement

10 Tanda Anda Berada di Jalan yang Benar dalam Kehidupan

4 Cara Tetap Bahagia Meskipun Menghadapi Banyak Hambatan

Happiness

4 Cara Tetap Bahagia Meskipun Menghadapi Banyak Hambatan

Sebelum Waktu Tidur, Tanyakan 5 Pertanyaan Ini pada Diri Sendiri

Self Improvement

Sebelum Waktu Tidur, Tanyakan 5 Pertanyaan Ini pada Diri Sendiri

Manajemen Waktu Sebenarnya Hanya Membuang Waktu

Productivity

Manajemen Waktu Sebenarnya Hanya Membuang Waktu