Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Sikap dan Perilaku

Sikap dan Perilaku


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Mari sedikit berandai-andai, tentang bawahan atau rekan kerja idaman. Tapi di sini kita akan mendaftar kriteria yang tidak kita inginkan, jadi silahkan bayangkan kebalikan dari segala poin rekan kerja grade-A yang Anda inginkan. Sebutkan, jika perlu tuliskan untuk memudahkan. Setelah itu, coba hitung kriteria yang bisa digolongkan dalam Sikap, Perilaku atau Attitude. Berdasarkan pengalaman kami, ada lebih banyak golongan sikap (Attitude) ketimbang Kompetensi yang didaftarkan dalam kriteria. 
 
Saya – dan mungkin masih banyak individu lainnya hingga kini – dididik dalam lingkungan yang meyakini bahwa kesuksesan tergantung pada bakat, kecakapan, kecerdasan, atau kemampuan. Selebihnya didukung keberuntungan dan kesempatan. Karena itu nilai ujian yang baik waktu itu masih dijadikan acuan seberapa berhasilnya saya saat itu dan kelak. Seiring itu, saya juga diajarkan untuk memiliki sikap dan berperilaku baik. Tapi tidak pernah ditekankan sebagai poin utama meraih kesuksesan. Aptitude comes first, attitude is complement. Padahal, pada sebagian lingkungan lainnya, sikap dan perilaku adalah hal yang sangat diutamakan daripada bakat. 
 
Seiring bertambahnya usia dan pengalaman kerja, perlahan keyakinan keramat tersebut menemukan pencerahannya. Beberapa contoh peristiwa di tempat kerja menjadi pembuka mata. Saat nyaris tidak ada rekan yang merasa nyaman dan mau secara sukarela bekerjasama dengan seorang leader tim marketing di pekerjaan terdahulu, saya mencoba melakukan sebaliknya. Saya berusaha menjadikan diri saya teman terbaiknya di sana. Jika biasanya ia datang di pagi dengan rute by pass ke meja kerjanya tanpa bertegur sapa, saya mencoba memulai habit baru sapaan pembuka hari ke semua orang – termasuk dia. Ini memaksanya membalas sapa dan senyum sebagai pembuka. Mengajaknya berkumpul bersama di jam makan siang, dengan gerutuan dan tatap galak memprotes dari beberapa rekan. Dan lainnya, yang intinya saya hanya ingin membuatnya terbiasa melakukan hal-hal positif bersama. “Supaya lebih akrab” cengir saya kala itu. Tapi tidak butuh satu tahun untuk saya menyadari alasan banyak orang menjaga jarak darinya.
 
Beliau adalah sosok yang tangguh dan memiliki semua pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk ada di jabatannya. Tapi feedback yang terus menerus dilontarkan orang-orang di lingkarannya – secara off the record di belakangnya – adalah perihal sikap dan perilakunya. Caranya memandang dan memperlakukan orang lain dengan remeh seolah mereka adalah asistennya, bagaimana ia berkomunikasi dengan bossy dan tanpa empati, hingga keberaniannya untuk berdebat terbuka dalam tensi tinggi (istilah halus untuk berkelahi verbal) dengan tujuan win-lose dengan siapa saja (ya, dia yang harus win, others lose). Anggota tim yang rutin bongkar pasang menjadi catatan berulang manajemen. Ketidak akuran dengan banyak rekan yang akhirnya enggan menjadi tim support aktivitasnya, bahkan semaksimal mungkin menghindari interaksi langsung dengannya, menjadi racun yang membunuh perlahan.
 
Bagaimana mungkin kita dapat bekerja sendirian, tanpa dukungan pihak lain yang memberi hasil kerjanya sebagai satu rangkaian proses? Bagaimana mungkin kita berkoordinasi dengan pihak yang sudah enggan mendengarkan karena kerap sakit hati? Bagaimana bisa mencapai laju maksimal sesuai waktu tempuh yang ditargetkan, jika “onderdil” kendaraan bolak balik dipreteli dan diganti? Bagaimana pula caranya mempersiapkan dan menyelesaikan segala hal sendirian, karena tidak ada yang mau menjadi bala bantuan kecuali terpaksa dan tak punya pilihan? Bagaimana mungkin mendapatkan hasil maksimal dari orang-orang yang bekerja bersamanya setengah hati setengah benci? Segala efek itu sukses menggerogoti performanya secara kualitas dan kuantitas.
 
Tidak ada rekan yang memeluknya dengan wajah sedih saat ia akhirnya memilih mengundurkan diri, dan pamit di hari terakhirnya. Mungkin mereka memang orang-orang tangguh yang terbiasa melepas kepergian rekan, atau jangan-jangan masih belum bisa melupakan. Tidak ada yang berubah, dan tidak ada yang merasa kehilangan. Karirnya terpaksa berhenti setelah konsisten merosot di tiap kali peninjauan hasil kerja. Tidak ada yang bersaksi membelanya saat berbagai masalah kerja ditemukan. 
 
Tidak selalu tentang kecakapan. Begitu banyak hal yang bisa diraih dengan kecakapan, namun harus dijalin menyatu agar kuat bertahan menggunakan sikap dan perilaku. Kita perlu selalu mengingat ini, agar tidak mengulangi kisah ironis yang sama. Jangan sampai sikap dan perilaku kita membanting kita jatuh, dari ketinggian yang dicapai kecakapan.
 
 
“Your Attitude, not your Aptitude, will determine Your Altitude.” 
(“Sikap Anda, bukan bakat Anda, akan menentukan Kesuksesan Anda”) - Zig Ziglar
Featured Career Advice
Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

Entrepreneurship

Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Marketing & Sales

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

Self Improvement

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

Self Improvement

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

Innovation

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

Generation Millennials & Z

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

Entrepreneurship

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

Productivity

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

Marketing & Sales

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan