Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Tanggung Jawab CEO adalah 5 Hal Ini

Tanggung Jawab CEO adalah 5 Hal Ini


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jul 03, 2019

Pada artikel sebelumnya, kami sudah menjelaskan bahwa setiap orang bisa menjadi seorang CEO. CEO adalah Anda, dan jika rekan-rekan Career Advice memiliki beberapa kriteria khusus yang menunjukkan bahwa rekan pembaca adalah calon-calon CEO, maka bergembiralah! Dan, asahlah semua kemampuan itu sampai akhirnya rekan pembaca bisa benar-benar menjadi CEO di masa depan. Untuk mengetahui apa saja karakteristik tersebut, coba baca artikel kami kembali yang berjudul “CEO adalah Anda”. 
 
Jika karakteristik tersebut sudah ada di dalam diri kita, dan kita benar-benar ingin mengejar cita-cita menjadi seorang CEO. Lantas, apa saja sih tanggung jawab yang dimiliki oleh para CEO? 
 
Setiap orang yang ingin atau akan menjadi seorang CEO, tentunya harus memahami tanggung jawab sebagai seorang CEO dengan sebaik mungkin. Ketika para CEO memahami tanggung jawab mereka dengan sangat baik, ini akan membantu mereka dalam mengatur segala tahapan dan strategi untuk bisa mencapai keberhasilan perusahaan yang dipimpinnya. 
 
Secara umum, ada 5 tanggung jawab utama yang perlu dimiliki oleh setiap CEO dimanapun mereka berada. Apa saja ya kira-kira? Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini.
 
1. Memiliki Visi adalah Hal Wajib 
Tanggung jawab pertama yang perlu dimiliki semua CEO adalah memiliki visi. Seorang CEO harus mampu untuk menentukan dan mengkomunikasikan arah strategis dari organisasi atau perusahaan mereka. Visi akan membuat semua karyawan atau pekerja untuk bersatu dan saling membantu untuk menuju tujuan bersama yang tertuang di dalam tujuan perusahaan. Dengan kata lain, visi adalah penyatu kita semua. 
 
Tanpa visi yang kuat, setiap karyawan hanya akan mengejar impian dan tujuan hidup mereka masing-masing, tanpa dipandu dengan nilai-nilai positif yang ada di dalam visi perusahaan. Eits! tapi memiliki visi yang kuat saja tidak cukup loh! Kita perlu membentuk visi yang jelas, menarik dan strategis. 
 
Visi yang menarik namun tidak memiliki kejelasan hanya akan membuat para karyawan kita menjadi bingung dan kehilangan arah. Misalnya, seorang CEO memiliki visi “membentuk lingkungan kerja yang mendukung”. Kata “mendukung” di dalam visi ini sangatlah luas, bahkan ambigu. Setiap orang bisa saja berpikir untuk saling mendukung pola pikir yang negatif, ini bisa saja terjadi kan? Padahal yang dimaksud adalah saling mendukung dalam kebaikan untuk membentuk lingkungan kerja yang baik. 
 
Jadi, cobalah untuk lebih jelas dan spesifik terhadap visi yang kita rancang ketika menjadi seorang CEO. Jangan lupa untuk membimbing dan mengarahkan tugas-tugas para karyawan ke arah visi yang kita miliki. Mengapa? Karena visi yang bagus tanpa sebuah pengeksekusian hanya akan seperti slogan di atas selembar kertas. 
 
2. Menyalurkan Sumber Daya yang Tepat
Tidak ada yang memiliki otoritas paling tertinggi untuk menyalurkan sumber daya yang tepat kepada para karyawan kecuali, CEO. Ada dua hal yang paling penting untuk menjalani perusahaan yaitu, modal dan sumber daya manusia (SDM). 
 
CEO harus menyediakan keduanya dalam jumlah yang tepat dan pada waktu yang tepat agar perusahaan dapat mencapai keberhasilannya. Tanggung jawab yang sangat penting bagi para CEO adalah menjaga keseimbangan antara sumber daya yang tepat untuk semua karyawan dengan pekerjaan dan motivasi yang berbeda-beda, dan tentunya harus sesuai dengan tujuan perusahaan. 
 
Layaknya seorang ayah atau suami sebagai seorang pemimpin keluarga, seorang suami dan seorang ayah harus bisa menjamin sumber daya yang baik dan tepat untuk para anggota keluarganya. Dengan kebutuhan yang berbeda-beda, semua sumber daya yang dimiliki harus dibagikan secara adil dan merata. 
 
Dalam hal ini, seorang CEO juga perlu menempatkan seorang karyawan pada posisi yang tepat sesuai dengan kemampuan yang dia miliki. Dengan begitu, setiap anggota tim dapat menjalankan tugas kerja mereka dengan sebaik mungkin. 
 
3. Membangun Budaya Kerja yang Positif. 
Apa itu budaya kerja? Jika dilihat dari arti “budaya”, ini memiliki arti sebagai seperangkat sikap, tujuan, perilaku dan nilai-nilai bersama yang menjadi ciri suatu kelompok. Budaya kerja adalah tujuan dan nilai-nilai bersama yang sudah disepakati di dalam lingkungan kerja tersebut. 
 
Sebagai contoh, “menyelesaikan tugas kerja dengan tepat waktu”. Ini akan menjadi budaya kerja yang harus dipatuhi dan dijalankan oleh semua karyawan, tanpa terkecuali. Tidak boleh ada pekerjaan yang selesai di luar tenggat waktu, apalagi pekerjaan yang tidak selesai sama sekali. Budaya kerja positif yang perlu dibangun para CEO akan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Karena ini merupakan proses yang tiada henti untuk mendapatkan budaya kerja yang dapat mempengaruhi kualitas kinerja karyawan menjadi semakin baik dari sebelumnya. 
 
Selain itu, budaya kerja yang baik dan positif juga akan memengaruhi kepuasan pelanggan, klien dan mitra bisnis dalam bekerjasama dengan perusahaan kita. Bagian terpenting dari budaya kerja adalah nilai-nilai. Sebagai contoh, CEO memastikan bahwa nilai-nilai itu diterapkan secara konsisten dari atas ke bawah, di semua departemen. Budaya kerja yang baik membuat semua orang merasa aman dan dihormati, sehingga memungkinkan para karyawan untuk memberikan kinerja yang terbaik.
 
4. Membuat Keputusan yang Cepat dan Tepat. 
Tanggung jawab keempat yang perlu dimiliki setiap CEO adalah sigap dalam membuat keputusan dengan cepat dan tepat. Menjadi CEO tidaklah semudah yang kita pikirkan, karena permasalahan di dunia kerja akan selalu datang. Dan, orang pertama yang harus berdiri di depan semua permasalahan tersebut adalah CEO. 
 
Jangan kaget jika kedepannya ketika rekan pembaca telah menjadi seorang CEO, katakanlah Anda baru saja berhasil membuat keputusan yang terbaik dari suatu permasalahan, dan Anda telah menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun tidak sampai sejam berlalu, ada permasalahan baru yang datang dan ini perlu diselesaikan secepat mungkin. 
 
Yah, seperti inilah kenyataannya dan memang sudah menjadi tanggung jawab utama dari seorang CEO untuk berani mengambil risiko dan menyelesaikan permasalahan yang ada. Ini bukan berarti tidak ada kerja tim yang bisa membantu penyelesaian masalah, namun CEO lah yang memiliki otoritas tertinggi dalam mengambil keputusan terakhir. 

5. Mengawasi dan Memberikan Kinerja Terbaik untuk Perusahaan. 
Pada akhirnya, semua tanggung jawab dalam perusahaan harus dipikul oleh seorang CEO. Dialah yang bertanggung jawab atas kinerja perusahaan dan perlu aktif mendorong, serta mendukung semua karyawan yang ada dalam memberikan kinerja terbaik mereka. Ini merupakan tanggung jawab yang tidak boleh diabaikan oleh setiap CEO, jika mereka benar-benar ingin membuat perusahaan mereka mencapai keberhasilan. 
 
Selain itu, CEO juga memiliki tanggung jawab sebagai penghubung antara operasi internal dan pemangku kepentingan eksternal. Dia perlu memperhatikan tim internal untuk memastikan metrik yang tepat dan akurat dalam mengukur kinerja karyawan. CEO perlu menentukan standar untuk tingkat kinerja yang ingin dicapai, terlepas dari ukuran, jenis, keadaan, atau pemangku kepentingan perusahaan.
 
Mungkin kita pernah melihat beberapa CEO yang kerjaannya hanya duduk-duduk di dalam ruangannya, atau sibuk berlibur dengan keluarga dan kerabatnya tanpa memperdulikan perusahaan dan karyawan. Namun, CEO yang hebat dan sukses akan selalu punya rencana yang rinci tentang bagaimana mereka harus menghabiskan waktu mereka setiap harinya, bagaimana mereka bisa mendorong kualitas kerja diri sendiri dan para karyawan, bagaimana mereka harus menciptakan inovasi baru bagi perusahaannya, dan lain sebagainya. 
 
Agar perusahaannya benar-benar dapat meraih kesuksesan bersama, setiap CEO harus memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana mereka dapat memenuhi semua tanggung jawab yang mereka miliki di atas.
 
Itulah 5 tanggung jawab yang perlu dimiliki setiap CEO. Tidak peduli dimanapun dia berada, semua tanggung jawab tersebut sudah menjadi “paket komplit” yang tidak bisa dipisahkan dari semua CEO di dunia ini. Jadi, bagaimana? Apakah rekan-rekan Career Advice sudah siap untuk menjadi seorang CEO? Tetap semangat ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis