Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Sukses adalah Berani Mengambil Risiko

Sukses adalah Berani Mengambil Risiko


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 13, 2019

 
Saya selalu ingat salah satu tagline produk makanan ringan kesukaan saya yaitu, “Life is never flat!” ini menandakan bahwa kehidupan adalah suatu perjalanan yang tidak memiliki jalan yang mulus. Selain itu ada kutipan lainnya, “apabila kamu tidak sering merasa takut, tandanya tidak banyak yang kamu lakukan” yap! ini adalah kutipan yang disampaikan oleh seorang pembicara inspirasional, Robin Sharma. Hidup ini memang hanya sekali. Itulah mengapa, setiap tantangan dan peluang yang berdatangan harus membuat kita berani untuk menghadapinya. Ambil risiko, entah itu risiko kecil maupun besar. Karena setiap risiko akan membawa kita kepada pencapaian yang lebih berarti, jadi akankah sangat disayangkan jika kita melewatinya begitu saja. 
 
Lantas, apakah ada kesuksesan yang diraih tanpa risiko apapun yang diambil? Faktanya, untuk benar-benar bisa meraih kesuksesan, entah itu di dalam bisnis, pekerjaan, atau apapun, kita perlu memberanikan diri untuk keluar dari zona aman dan nyaman kita. Zona tersebut bukan hanya aman, namun juga nyaman bagi kita. Itulah yang membuat kebanyakan orang enggan untuk melangkah keluar dari zona tersebut. Zona aman dan nyaman seperti sebuah lingkaran besar yang kita singgahi, apabila sedikit saja kaki kita melangkah keluar dari garis lingkaran tersebut, maka akan ada banyak gangguan, masalah dan tantangan yang datang menghampiri kita. Inilah mengapa penting bagi kita untuk meningkatkan toleransi risiko di dalam diri, sehingga kita menjadi lebih berani untuk mengambil risiko apapun. Berikut adalah beberapa cara untuk bisa meraih kesuksesan dengan berani mengambil risiko. 
 
1. Menetapkan Tujuan yang Pasti.
Langkah utama yang perlu kita lakukan sebelum mengambil risiko adalah menetapkan tujuan secara pasti. Entah itu tujuan karier atau tujuan hidup, semuanya harus dipikirkan secara matang. Bagaimana bisa kita dapat meraih kesuksesan, sedangkan kita saja tidak tahu apa tujuan yang kita inginkan? Menetapkan tujuan ini sangat penting, karena kesuksesan setiap orang pastinya berbeda-beda. Apabila seseorang bertujuan untuk meraih kesuksesan karier dengan menjabat sebagai seorang Direktur, maka saat dia berhasil meraih posisi Direktur, itu adalah titik kesuksesan bagi dirinya. Dan tentunya, dengan menetapkan tujuan yang pasti sedari awal, ini juga akan membantu kita dalam memperhitungkan risiko yang akan diambil.
 
  
2. Kenali Kemampuan Diri untuk Mengambil Risiko. 
 
Jauh sebelum kita melangkah keluar dari zona aman untuk mengambil risiko, langkah kedua yang perlu kita lakukan adalah mengenal kemampuan diri, sudah sampai mana persiapan kita untuk mengambil risiko? Apakah kita sudah siap mengambil risiko yang lebih besar atau kita perlu memperkuat terlebih dahulu kemampuan yang ada sekarang untuk mempersiapkan diri kepada risiko yang lebih besar? 
 
Dengan memahami kemampuan diri dalam menghadapi risiko, ini akan meningkatkan keberanian kita dalam berhadapan dengan risiko kehidupan secara bertahap. Semakin tinggi tujuan kesuksesan yang kita targetkan, maka akan semakin tinggi juga risiko yang akan kita hadapi. Selain itu, daripada panik atau kewalahan dalam menghadapi risiko kehidupan, lebih baik kita sibuk mempersiapkan mental dalam mengejar impian yang sudah kita tetapkan. 
 
Apabila rekan-rekan Career Advice ingin mempersiapkan diri dalam mengambil risiko, coba luangkan waktu (bisa beberapa menit saja) untuk mempertimbangkan “apa sih tujuan karier saya?” atau “apa yang menjadi tujuan hidup saya?” cukup pertimbangkan satu tujuan saja terlebih dahulu, yang mana itu adalah tujuan yang benar-benar kita inginkan. Coba bayangkan, pada bagian mana tujuan tersebut terasa menakutkan. Contohnya, salah satu tujuan yang kita inginkan adalah memiliki restoran terkenal. Namun, hal yang paling menakutkan adalah kita tidak siap untuk mengeluarkan modal besar-besaran untuk usaha kita tersebut. Masalahnya adalah saat kita mendirikan sebuah bisnis, kita tidak bisa langsung sukses. Akan ada beberapa kegagalan atau kerugian modal yang mungkin akan kita alami. Intinya, kita belum berani untuk mengalami kerugian usaha. 
 
Nah, apabila rekan pembaca sudah tahu titik pusat dari ketakutan yang dirasakan, ini merupakan titik awal yang sangat bagus untuk dapat meningkatkan kemampuan mental dan fisik kita dalam mengambil segala risiko yang ada. 

3. Mendidik Diri Sendiri.
Apabila kita ingin menjadi individu yang lebih pintar dalam mengambil segala risiko yang ada, satu hal yang perlu kita usahakan adalah berusaha untuk menjadi seseorang yang lebih pintar, titik. Hanya itu solusinya, tidak ada yang lain. Sebagai contoh, rekan pembaca sangat ingin meraih kesuksesan dengan menjadi seorang investor real estate. Dalam hal ini, rekan pembaca ingin mengembangkan sebidang tanah menjadi pusat perbelanjaan multipleks. Pastinya, tujuan Anda tersebut akan menawarkan banyak risiko yang perlu diambil dengan berani. 
 
Nah sebelum kita berupaya menjadikan risiko sebagai seorang ‘teman’, kita perlu mempersiapkan senjata yang ampuh untuk ‘melunakkan’ sebuah risiko. Dari skenario di atas, apabila kita ingin menjadi investor real estate, kita perlu mempelajari semua hal yang bisa kita pelajari seperti, belajar tentang pengembangan lahan ritel, undang-undang zonasi kota, dan lain sebagainya. Dengan begitu, kita dapat mengambil keputusan yang lebih cerdas dan tepat. Tidak hanya itu, ini juga berguna agar kita bisa mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tepat kepada pihak-pihak yang berkaitan, sebelum kita benar-benar menjadi investor di bisnis tersebut. 
 
Dengan mendidik diri sendiri sebelum mengambil risiko, kita dapat mengambil lebih banyak risiko yang diperhitungkan. Nantinya, ini akan menjadi perbedaan besar dalam setiap pendekatan yang kita ambil, sehingga kita juga bisa lebih cepat sukses. 
 
4. Berani Keluar dari Zona Aman.
Setelah kita menetapkan tujuan, mengenali kemampuan diri lebih dalam dan mendidik diri sendiri, kini saatnya kita keluar dari zona aman. Setelah semua persiapan yang kita lakukan untuk menghadapi risiko, cara paling terampuh lainnya adalah langsung terjun menghampiri risiko-risiko tersebut. Dalam kata lain, kita perlu mulai mengambil risiko sebagai bentuk praktik yang kita miliki. Sekarang adalah waktu yang tepat untuk mencobanya. Jangan takut, risiko tercipta untuk diambil dan dihadapi, bukan untuk dihindari. 

5. Simpan Buku Catatan.
Kehidupan kita akan menawarkan begitu banyak peristiwa dan kejadian, sehingga otak kita tidak bisa merekam segala hal yang telah terjadi dengan sangat baik. Inilah mengapa, kita perlu mencatat segala risiko yang pernah kita ambil dan bagaimana segala sesuatunya berjalan ketika kita mengambil risiko. Catat apa saja kemajuan dan kegagalan yang pernah kita hadapi sebelumnya, sehingga ini bisa menjadi catatan penting bagi usaha-usaha kita kedepannya. 
 
Mempelajari kejadian-kejadian di masa lalu dapat membantu kita dalam menghindari kesalahan di masa lalu, sehingga kita bisa lebih dekat dengan kesuksesan. 
 
Mengambil risiko memang hal yang menakutkan. Tetapi, tidak akan ada kesuksesan yang bisa didapat tanpa menaklukkan risiko. Jadi, apakah rekan-rekan Career Advice sudah siap mengambil risiko demi meraih tujuan hidup? Jika ya, yuk kita bersama-sama menerapkan langkah-langkah di atas. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang