Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Cara Mengambil Kembali Identitas Pribadi Digital

Cara Mengambil Kembali Identitas Pribadi Digital


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 23, 2019

 
Halo pembaca setia Career Advice, pada artikel kali ini kita akan membahas tentang identitas pribadi digital. Kami yakin bahwa hampir semua dari kita sudah tahu apa itu digital, bukan? Nah, inilah paradoks utama di abad ke-21. Kehadiran internet dan media sosial membantu kita membangun lebih banyak koneksi di seluruh dunia, namun secara tidak langsung, kita seperti kehilangan kendali atas siapa kita di dunia online.
 
Faktanya, ini juga dialami oleh saya sebagai seorang CEO yang mana saya memimpin sebuah perusahaan dan sering melakukan pencitraan pada merek yang kami jual untuk menarik perhatian konsumen.  Ini adalah tantangan yang saya temukan dengan klien secara global. Tidak hanya kami sebagai pebisnis yang menghadapi tantangan ini, namun juga klien pemerintahan dan setiap orang yang hidup di zaman teknologi seperti sekarang. Dengan kehadiran digital, kita semua berisiko untuk menampilkan gambar online yang kurang ideal.
 
Saya mengenal seorang CEO terkenal di Jakarta yang membangun usahanya di bidang Digital, beliau memberikan kiat-kiat yang tepat untuk kita sebagai penduduk di zaman teknologi ini dapat mengambil kembali identitas pribadi digital. Beliau bukan hanya seorang CEO, namun juga wirausahawan, penulis, dan selebritas terkemuka yang telah membantu banyak klien dalam menceritakan kisah mereka dengan dampak yang signifikan dan berkepanjangan. 
 
Kami yakin bahwa kiat-kiat yang beliau berikan akan sangat bermanfaat bagi kita sebagai penduduk digital. Inilah mengapa kami meminta beliau untuk berbagi wawasannya tentang pentingnya identitas pribadi digital, dan kami merangkumnya di dalam artikel ini. 
 
Sekarang ini, kebutuhan untuk mendapatkan kembali identitas pribadi digital tidak bisa lebih signifikan. Khususnya para millennial, dalam hal ini kita perlu melindungi keberadaan online mereka untuk sejumlah alasan. Mulai dari memerangi penipuan dan pencurian identitas hingga menghadirkan identitas diri yang terbaik secara online untuk calon bos, manajer atau atasan kita di karier masa depan nanti. Tidak hanya itu, ini sangat diperlukan untuk memperkuat brand yang kita miliki untuk meningkatkan kesuksesan.
 
Jadi, apakah pembaca Career Advice sudah yakin dengan personal online yang dimiliki? Jangan khawatir jika belum yakin, karena berikut ini adalah 10 cara untuk mengambil kembali identitas pribadi digital kita. Yuk pembaca Career Advice, kita sama-sama kita lihat uraiannya di bawah ini. 

1. Baca Kebijakan Privasi
Saat mengakses media sosial dan membuat akun pada platform tersebut, memang sangat membosankan untuk membaca catatan kecil yang cukup panjang, yaitu kebijakan privasi. Nyatanya, membaca kebijakan privasi dengan berhati-hati adalah langkah yang sangat penting untuk dilakukan di dunia digital ini. 
 
Sebagai contoh, Facebook mengizinkan pihak ketiga, yaitu Cambridge Analytica untuk dapat mengakses ke data pribadi 50 juta penggunanya. Sementara sebagian besar pengambilan data dilakukan tanpa izin pengguna, dan banyak pengguna yang setuju untuk memberikan data mereka.
 
Inilah alasan kuat mengapa kami menyarankan pembaca Career Advice untuk membaca dengan teliti setiap poin-poin pada kebijakan privasi yang tertera di media sosial yang pembaca gunakan. Tujuannya untuk mengetahui siapa yang akan memiliki akses ke data pribadi kita. Dan kita juga harus berhati-hati karena kebijakan privasi yang ditampilkan di awal dapat berubah seiring berjalannya waktu, dan perubahan itu bisa sangat signifikan.
 
2. Hapus Postingan Lama 
Apakah pembaca Career Advice sudah lulus kuliah dan sedang mencari pekerjaan? Jika “ya”, Maka inilah waktu yang tepat untuk membersihkan akun media sosial kita dan menghapus foto-foto atau postingan yang memalukan atau tidak pantas, yang dulu pernah kita bagikan atau tampilkan di media sosial kita tersebut. 
 
Jika postingan pembaca muncul di situs web atau akun lain yang tidak dapat diakses, kami menyarankan Anda untuk meminta administrator untuk menghapusnya.

3. Jauhi Postingan Pribadi
Kemajuan digital membuat kita sangat mudah untuk menyebarkan informasi pribadi kepada orang lain. Nasihat penting untuk kita semua adalah, jangan pernah memposting apapun yang membuat kita tidak merasa nyaman untuk membagikannya dengan siapapun. Sebagai contoh, mungkin kita tidak nyaman untuk memposting foto ibu kita, bos, keluarga, rumah serta harta benda kita, dan lain sebagainya.  Tidak semua hal yang sifatnya pribadi perlu kita bagikan dan tampilkan kepada orang lain.  
 
“Tenang saja, karena saya memblokir akun media sosial saya dari tampilan publik”. Baik, ini mungkin terdengar cukup menenangkan. Tapi nyatanya, ada banyak cara untuk mengakses akun pribadi. Dan, jika seseorang telah dapat mengakses akun ada, mereka dengan mudah screenshot postingan tersebut dan mengirimkannya ke orang lain.
 
4. SEO
Apa itu SEO? SEO adalah singkatan dari Search Engine Optimization, dan ini adalah kuncinya, terutama jika kita ingin meningkatkan merek pribadi atau bisnis. 
 
Jika nama atau perusahaan kita tidak muncul di halaman pertama pencarian Google, klien tidak dapat menemukan kita sejak awal. Meskipun hampir tidak mungkin untuk menghilangkan postingan lama tentang yang tidak kita sukai, tapi kita dapat mengubur postingan tersebut dengan membuat konten baru yang menarik dan menautkannya ke situs web dengan otoritas domain yang tinggi. 

5. Hapus Konten yang di-Cache 
Terkadang, bahkan lama setelah kita dihapus dari situs web (misalnya, oleh perusahaan lama), nama kita masih muncul di pencarian Google terkait dengan perusahaan atau lembaga tersebut, dan ini bisa terjadi jika halaman di-cache. Saran kami adalah coba menghubungi Google dan minta penghapusan konten, sehingga tidak akan muncul lagi dalam pencarian.

6. Gunakan Sumber Daya yang Kita Miliki 
Sejumlah situs web memungkinkan kita untuk memeriksa informasi pribadi apa yang tersedia secara online, dan ini lebih rinci dari sekedar mengeceknya dalam pencarian sederhana di Google atas nama kita. Jika mungkin ada informasi pribadi yang pembaca Career Advice miliki disana, dan pembaca tidak nyaman dengan hal itu, mungkin bisa menghapusnya dengan jasa situs web seperti whitepages.com, dengan biaya yang murah.
 
7. Ubah Kata Sandi 
Nah ini juga tidak kalah penting. Biasakan untuk mengganti kata sandi setiap empat bulan. Jangan menggunakan nama, tanggal lahir, atau informasi lain yang dapat diidentifikasi dengan mudah, ya!

8. Otentikasi Dua Faktor
Jika pembaca Career Advice tidak melakukan ini sekarang, dikhawatirkan akun Anda tidak sepenuhnya aman. Lapisan keamanan ekstra seperti ini akan mempersulit hacker untuk mendapatkan akses ke data Anda secara signifikan.

9. Berhati-hatilah dengan Apa yang di-klik 
Tahukah pembaca Career Advice? klik yang kita lakukan ternyata dapat direkam secara digital. Mereka yang pro dengan hal ini, dapat melacak apa yang kita klik selama ini dan membagikannya kepada pihak ketiga. 
 
Jadi, sebelum rekan-rekan Career Advice mengklik sesuatu, pikirkan tentang siapa yang ingin Anda miliki informasi itu.
 
10. Opsi nuklir. 
Begitu banyak potensi jebakan yang ada dalam dunia digital menyebabkan beberapa orang memilih untuk keluar dari kehadiran online, untuk tidak menggunakannya sama sekali. Meskipun kita tidak akan pernah bisa menghapus keberadaan online sepenuhnya, tetapi kita dapat menghapus keberadaan media sosial kita. 
 
Tetapi ingat ya, pastikan pembaca Career Advice melakukannya dengan benar dan lengkap, karena apabila pembaca hanya log off dari akun media sosial, itu sama sekali tidak akan membuat keberadaan digital kita menghilang.
 
Ok, itu dia 10 cara untuk mengambil kembali identitas pribadi digital kita. Meskipun keberadaan digital dan kemajuan teknologi telah mengantarkan kita kepada kehidupan yang lebih cepat dan mudah, namun kita juga perlu berhati-hati dalam menggunakannya. Saya berharap artikel ini bermanfaat untuk semua pembaca Career Advice. Selamat menerapkannya, rekan-rekan. 
Featured Career Advices
Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis