Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Cara Memuji

Cara Memuji


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Ada seorang tokoh pendidikan anak yang terkenal dengan topi baretnya, dan pujian ramah khas “Bagus... Bagus!” untuk setiap hasil karya anak didiknya. Ya, jika Anda tumbuh di kisaran tiga puluh tahun lalu, Anda pasti mengenal sosok Pak Tino Sidin, seorang pelukis dan guru gambar yang terkenal dengan acaranya di stasiun TV era 80-an, yaitu Gemar Menggambar. Sosok yang waktu itu membuat saya merasa bisa menggambar apa saja, dan hasilnya akan luar biasa.
 
Belasan tahun kemudian, saat menemukan beberapa gambar saya yang disimpan ibu dengan baik, saya mengangkat alis – kaget dan geli, melihat hasil karya “ajaib” tersebut. Beberapa bentuk yang saya sebut hewan hampir semuanya memiliki bentuk kaki sama, pendek dan gendut. Bentuk lainnya bertema super hero mirip perpaduan kepala hewan dan tubuh manusia, yang kesemuanya berjubah dan memiliki semacam tongkat atau pedang. Hasil karya yang membuat saya terkikik geli, dan heran dengan pujian “Bagus!” yang sangat mungkin dilontarkan almarhum Pak Tino Sidin jika saya tunjukkan. Saat ini, dengan bangga saya harus umumkan bahwa saya bisa menggambar dengan jauh lebih baik.
 
Merenungi contoh “aneh” yang beliau berikan tentang pujian – aneh, karena menurut saya tidak layak diberikan pada hasil karya tak jelas bentuknya seperti yang saya punya, saya menyadari kearifan yang terkandung di dalamnya. Terlepas dari apapun hasil yang saya berikan dulu, saat saya masih sangat kecil dan tak paham standar gambar yang bisa disebut bagus, saya selalu yakin bahwa gambar tersebut memang bagus. Sejauh apapun tingkat kemiripan dengan obyek yang saya maksud, bagi saya, hasilnya luar biasa. Rupanya luar biasa pula tingkat percaya diri saya kala itu. Di saat itulah saya mengerti, bahwa cara memuji yang beliau berikan bertujuan untuk memotivasi. Membuat anak-anak didiknya tak putus semangat dan terus berlatih hingga dapat menorehkan hasil terbaik.
 
Dilansir dari situs smartparenting.com, Carol Dweck, psikolog sosial dari Stanford University, melakukan sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa cara kebanyakan orangtua memuji anak mereka membuat anak memiliki pola pikir yang salah terhadap proses belajar. Dweck dan rekannya, Claudia Mueller, memberi sekelompok siswa kelas lima serangkaian pertanyaan sulit dalam tes IQ. Semua anak dipuji atas penampilan mereka yang bagus secara keseluruhan. Separuh dari mereka dipuji karena kecerdasan mereka, seperti kalimat, "Wow, nilaimu sangat bagus. Kamu pasti anak pintar!"  Separuh anak lainnya dipuji karena usahanya, "Wow, nilaimu sangat bagus. Anda pasti rajin belajar.". Anak-anak yang terlalu sering dipuji karena kecerdasan, mengembangkan pola pikir tetap (fix mindset). Ketika mereka mengalami kegagalan dan menghadapi hal yang benar-benar sulit, mereka bisa kehilangan motivasi dan memilih cara aman dengan tidak mengambil risiko. Sebaliknya, anak-anak yang dipuji karena usaha atau kerja keras mereka, akan mengembangkan pola pikir bertumbuh (growth mindset). Mereka menjadi anak gigih dan tidak takut gagal.
 
Hal yang sama masih terus berlaku pada orang dewasa, pada mereka yang kini telah ada di usia kerja. Cara memuji yang tepat dapat membuat seseorang lebih termotivasi untuk melakukan dengan lebih baik, terobati kekecewaannya atas kegagalan, dan memberi mereka semangat baru untuk mencoba. Benar bahwa pujian bisa membuat orang justru merasa jumawa. Tapi itu, jika kita memberi pujian dengan cara tidak benar, di momen yang salah, porsi yang tidak sesuai, dan cara yang tidak tepat. Kritik, teguran, atau umpan balik negatif juga tak kalah penting, untuk menjaga seseorang berkembang di jalur yang benar – dengan catatan, berupa kritik konstruktif, bukan agresif dan destruktif. Tapi teguran adalah hal yang umum kita temukan, dan paling sering kita lakukan dan atau dapatkan. Namun pujian, adalah hal “kurang umum” yang harus mulai kita jadikan kebiasaan baru. Kurang banyak orang yang mau mengeluarkan apresiasi yang digumamkan dalam hatinya, menjadi verbal yang disampaikan langsung pada mereka yang layak mendengarnya.
 
Jika obat bisa menyembuhkan penyakit, maka sedikit vitamin atau suplemen tidak akan menyakiti siapapun. Cara memuji yang tepat merupakan vitamin bagi si penerima pujian.
 
“Appreciation can make a day, even change a life. Your willingness to put it into words is all that is necessary.”
-Margaret Cousins-
Featured Career Advice
Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

Entrepreneurship

Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Marketing & Sales

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

Self Improvement

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

Self Improvement

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

Innovation

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

Generation Millennials & Z

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

Entrepreneurship

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

Productivity

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

Marketing & Sales

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

5 Cara Meningkatkan Kebahagiaan dalam Waktu 15 Menit

Happiness