STUDILMU Career Advice - 5 Peran Profesional Berkarir di Dunia Pendidikan

5 Peran Profesional Berkarir di Dunia Pendidikan


by Studilmu Editor
Posted on Jan 15, 2019

 
Apakah Anda adalah seseorang yang memiliki kecintaan dengan pengajaran dan pendidikan? Jika ya, pikiran Anda pasti terbatas bahwa pilihan karier yang dimiliki hanya pada ruang kelas. Tahukah, bahwa Anda memiliki banyak peluang terkait pendidikan bahkan di tempat-tempat yang mungkin tidak Anda harapkan, seperti pengembangan kepemimpinan, teknologi, dan bahasa.
 
Saya mengambil contoh lima profesional dibawah ini. Beberapa dari mereka benar-benar mengajar di kelas, namun beberapa lainnya tidak mengerjakan apapun yang berhubungan dengan mengajar di dalam kelas dan tidak pernah berada di belakang meja guru. Namun, yang mereka semua miliki adalah kecintaan untuk mengubah pendidikan di masa sekarang dan di masa depan. Anda juga dapat mengetahui lebih lanjut tentang peran lima profesional ini, latar belakang mereka, dan cara mereka menemukan jalan mereka ke posisi terkait pendidikan.
 
1. Amir Fariz
Manajer, Pengembangan Kepemimpinan Guru.
 
"Saya selalu memiliki gairah yang tinggi dengan pendidikan," Amir Fariz menjelaskan, mencatat bahwa dia beruntung bisa bersekolah di sekolah umum yang unggul dan memiliki guru-guru hebat sepanjang masa kecilnya. "Dan karena pengalaman itu," lanjutnya, "sangat penting bagiku untuk melakukan hal yang sama untuk siswa yang tinggal di lingkunganku."
 
Dia menjadi anggota korps disalah satu perusahaan teknologi ternama. Ia mengajar tingkat pertama, kedua, dan ketiga. Berbekal pengalaman empat tahun di kelas, Amir kemudian memutuskan bahwa dia ingin berbagi pengetahuan dan keahlian itu dengan anggota korps lainnya. Jadi, dia melamar untuk posisinya saat ini sebagai manajer Pengembangan Kepemimpinan Guru.
 
2. Cathy Ratna
Desainer Utama UX.
 
Ketika Cathy Ratna berada di sekolah pascasarjana yang mempelajari desain interaksi, banyak dari karyanya berfokus pada pendidikan. Bahkan, dia memulai program setelah sekolah yang disebut Project Interaction. Ia mengajar siswa sekolah menengah cara mendesain. Dia tahu bahwa peluang tersebut adalah cara yang sempurna untuk menggabungkan keterampilan desain interaksinya dan hasratnya terhadap pendidikan.
 
Dalam peran ini, Cathy mengadvokasi pengguna perusahaan, memastikan mereka dipertimbangkan dalam setiap keputusan desain yang dibuat perusahaan dan meningkatkan pengalaman mereka secara keseluruhan. Dia menekankan bahwa perusahaan tempatnya bekerja adalah tempat yang sangat keren untuk bekerja ketika seseorang tertarik untuk belajar. Dia dapat membantu menciptakan alat pembelajaran online perusahaan, mengambil bagian dalam perpustakaan buku yang lengkap, dan belajar dari kantor yang penuh dengan rekan-rekan yang cerdas dan berpendidikan.
 
3. Dilan 
Perancang dan Peneliti Pengalaman Pengguna.
 
Ketika Dilan harus membuat keputusan tentang kariernya, ia menginginkan pekerjaan yang akan memungkinkannya memiliki dampak terbesar dalam menciptakan dunia yang lebih baik. Baginya, arahannya jelas: "Segala sesuatu yang kita lakukan tergantung pada pendidikan," ia menjelaskan, mencatat demokrasi, perubahan iklim, tingkat kejahatan, dan perdamaian dunia sebagai contoh. "Jika kita tidak memiliki pendidikan yang terbaik, kita tidak bisa mengatasi tantangan apapun yang kita miliki di masa depan."
 
Mengetahui misinya tersebut, ia tahu bahwa perusahaannya adalah tempat yang tepat baginya. Singkatnya, pekerjaannya dalam desain pengalaman pengguna dan penelitian terdiri dari mendengarkan pengguna perusahaan (yang merupakan siswa) dan menciptakan produk yang mereka sukai. "Kami benar-benar terikat dengan keberhasilan siswa," ia berbagi. "Jika siswa berhasil menggunakan program kami, maka kami berhasil, dan saya menyukai itu."
 
4. Katherine
Wakil Kepala untuk Pedagogi dan Kurikulum.
 
Setelah mengambil jurusan Bahasa Inggris, Katherine memulai karirnya sebagai guru bahasa Inggris. Kemudian, didorong oleh kecintaannya pada pengajaran dan bahasa, ia melanjutkan untuk mendapatkan gelar master. Ia memfokuskan penelitian pascasarjananya pada peran teknologi dalam cara orang dewasa belajar bahasa. Menurutnya, tidak ada produk pembelajaran bahasa yang tersedia saat ini yang berfungsi dengan baik untuk membantu seseorang menguasai sebuah bahasa. Dan itulah sebabnya ia sangat ingin mengambil posisi di perusahaannya.
 
Sebagai wakil kepala untuk Pedagogi dan Kurikulum, Katherine mengawasi semua aspek akuisisi bahasa dari produk perusahaan, memastikan mereka bekerja secara optimal untuk pembelajaran orang dewasa dan bahwa mereka mengikuti prinsip-prinsip pembelajaran yang telah ditetapkan. "Kami sedang membangun sesuatu yang akan mengubah cara dunia belajar bahasa."

5. James 
Manajer Pemasaran dan Komunikasi.
 
James memfokuskan pendidikannya di bidang komunikasi, mempelajari branding layanan di bidang administrasi perhotelan.  Namun, setelah lulus, ia ingin melakukan sesuatu yang lebih bermakna, jadi ia pindah ke Arizona untuk menjadi guru kelas lima. Tetapi sementara dia menikmati mengajar, dia kehilangan cinta pertamanya yaitu pemasaran dan komunikasi. Jadi ketika dia ditawari posisi pemasaran di sebuah perusahaan yang bertujuan untuk mengakhiri ketimpangan pendidikan, dia tahu itu adalah kesempatan yang sempurna.
 
Sekarang, James menghabiskan hari-harinya berinteraksi dengan audiens perusahaan, melalui media sosial, strategi merek, publikasi, dan manajemen komunitas. Yang paling penting, dia memastikan bahwa pesan yang disampaikan melalui setiap saluran dapat tersampaikan dengan cara yang jelas, akurat, dan tepat.
 
Itulah 5 contoh dari para profesional yang mencintai dunia pekerjaan namun tidak semuanya benar-benar mengajar di dalam kelas. Jika Anda merupakan seseorang yang juga memiliki gairah untuk bekerja dalam bidang pendidikan, posisi mereka dapat menjadi referensi Anda dalam menjalani karier Anda. Pendidikan bukanlah hanya tentang mengajar di kelas. Anda tetap dapat memajukan dunia pendidikan sekalipun Anda berkarier dalam bidang pemasaran, teknologi, atau industri lainnya. Dimanapun Anda berkarier, kecintaan Anda akan dunia pendidikan akan mengingatkan Anda bahwa Anda melakukannya untuk satu tujuan, memajukan pendidikan, khususnya pendidikan Indonesia. Semangat!

Tinggalkan Komentar Anda

Featured Career Advices

Cara Menghilangkan Stres Secara Sehat dan Tidak Sehat

7 Alasan Kuat Dalam Meraih Mimpi

Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya

Pengertian Afirmasi dan 10 Afirmasi Positif

5 Cara Tampil Menarik Dalam Wawancara Kerja

3 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

7 Pertanyaan Interview Kerja

5 Cara Menghargai Diri Sendiri

Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya

7 Kunci Kesuksesan dan Kepuasan Kerja

10 Kemampuan Soft Skill Dalam Dunia Kerja

10 Cara Membangun Hubungan Kerja Yang Positif

Cara Mengendalikan Diri

4 Jenis Komunikasi

7 Cara Mengatasi Stres Kerja

Etos Kerja

6 Cara Membangun Kreativitas Tim

Karakteristik Generasi Z

3 Kondisi Kerja yang Menekan dan Cara Menghadapinya

15 Ciri Komunikasi Efektif

Komunikasi Efektif Dalam Pengembangan Karier

Cara Menulis Surat Lamaran Kerja

12 Bahasa Tubuh Yang Dihindari Pada Wawancara Kerja

3 Cara Menjadi Diri Sendiri

Cara Kerja di Perusahaan Baru

3 Tips Merespon Pekerjaan Tambahan

Ingin Hasil Kerja Lebih Baik? Lakukan 8 Hal ini.

Pengalaman Interview Seseorang

4 Cara Negosiasi Yang Efektif

Menjaga Komitmen Kerja