Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya

Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Budaya kerja menjadi salah satu poin yang sering menjadi bahan pertimbangan para pencari kerja yang mendambakan budaya kerja yang baik dan kuat dalam pembangunan karakter dan pengembangan diri. Budaya kerja yang kuat tidak hanya menarik bakat, namun juga mendorong keterlibatan, kreativitas, serta menciptakan rasa kebahagiaan di kantor. Sebenarnya apa sih yang dimaksud dengan ‘budaya kerja’? istilah budaya kerja sering digunakan untuk menggambarkan sesuatu yang lebih dari suasana hati, getaran atau kondisi di dalam setiap kantor. 
 
Apa saja faktor-faktor yang dapat memengaruhi budaya di tempat kerja? Beberapa faktor yang bisa memengaruhi seperti, kepemimpinan, lingkungan, nilai, visi, misi, manajemen, kebijakan, cara berkomunikasi dan praktik yang berlaku di perusahaan yang bersangkutan. 
 
Bagi para pencari kerja baik yang sudah berpengalaman sebelumnya atau kandidat yang baru lulus dari perguruan tinggi, mendapatkan tempat kerja yang memiliki budaya kerja sesuai dengan yang mereka harapkan, sangatlah penting. Mereka perlu menemukan budaya kantor yang sesuai dengan karakter mereka, sehingga pekerjaan tersebut dinilai sangat tepat dan membuat mereka nyaman dalam bekerja. 
 
Dengan memiliki budaya kerja yang tepat bagi para pekerja, ini bukan hanya mendorong keterlibatan, kreativitas, kebahagiaan serta rasa nyaman loh! Ada poin lain yang tidak kalah penting jika seseorang berhasil menemukan budaya kerja yang mereka dambakan. Apakah rekan pembaca bisa menebaknya?
 
Yap, jawabannya adalah kinerja yang semakin meningkat. Tidak ada pemimpin atau pemilik perusahaan yang tidak merasa bahagia saat melihat kinerja para karyawannya meningkat dari hari ke hari. Tentunya, ini suatu kabar yang membahagiakan. 
 
Sayangnya, sebagian perusahaan melakukan kesalahan yang cukup fatal yaitu, dengan mencoba memaksakan beberapa budaya kerja tertentu yang sama sekali tidak membuat nyaman para karyawannya. Hasilnya? karyawan merasa sangat berat untuk datang ke kantor setiap harinya. Pekerjaan mereka tidak lagi menjadi suatu yang menyenangkan karena budaya kerja yang terasa sangat memberatkan. Tentunya, tidak akan ada pimpinan perusahaan manapun yang ingin memiliki karyawan yang merasa tidak bahagia dengan kondisi tempat kerja. 
 
Apabila hal ini terjadi pada rekan-rekan Career Advice yang menjabat sebagai seorang pemimpin, manajer, bos atau mungkin CEO, kami menyarankan beberapa metode yang bisa dilakukan saat sesi perekrutan (wawancara) berlangsung. Nah, saat kita merekrut calon yang terlihat potensial, kita dapat mempromosikan budaya kantor secara perlahan-lahan dan kita juga harus memastikan bahwa kita mempekerjakan orang yang tepat berdasarkan budaya kerja yang diterapkan di perusahaan kita. Berikut adalah tiga cara utama yang dapat diterapkan. 
 

1. Iklan Pekerjaan

Saat kita mencari lowongan pekerjaan di beberapa media online terkemuka, biasanya kata-kata yang sering kita temukan di kolom deskripsi pekerjaan adalah “lingkungan kerja yang menyenangkan” atau “lingkungan kerja yang terdiri dari para karyawan yang bersemangat”, dua contoh kalimat tersebut berguna untuk menggambarkan budaya kantor dalam suatu perusahaan. Bukan hanya itu, mereka juga menggembar-gemborkan peraturan kantor yang memperbolehkan karyawannya memakai pakaian yang santai, kegiatan kantor yang menyenangkan, waktu kerja yang fleksibel sehingga memungkinkan kita memiliki keseimbangan kehidupan kantor-pribadi, dan sebagainya. 
 
Kolom deskripsi kerja yang tersedia secara tidak langsung sangat membantu para kandidat dalam memutuskan apakah peranan serta perusahaan tersebut cocok untuk jalur karier mereka atau tidak. Kebanyakan para kandidat yang baru lulus dari perguruan tinggi, terutama generasi milenial dan gen Z, mereka mencari perusahaan yang dapat mendorong pertumbuhan karier mereka. 
 
Mereka akan berpikir “kira-kira kantor ini akan memberikan saya peluang untuk terus tumbuh atau tidak ya?” jika deskripsi yang disampaikan menunjukkan peluang pertumbuhan karier sangat terbuka untuk semua karyawan, maka mereka tidak akan berpikir lama untuk segera melamar pekerjaan tersebut. Peluang pertumbuhan karier dapat berupa konferensi, pelatihan atau kursus singkat yang dibiayai oleh perusahaan untuk para karyawannya. 
 
Jadi, para kandidat perlu membaca ulasan perusahaan dengan sangat teliti. Di era digital seperti sekarang ini, akan sangat mudah untuk mencari tahu ulasan-ulasan yang positif atau negatif, yang berhubungan dengan suatu institusi, organisasi atau perusahaan. Coba cek ulasan perusahaan tersebut secara online. 
 
Jika banyak yang memberikan komentar positif dan hanya ada satu atau dua komentar yang negatif, maka kami menyarankan rekan pembaca untuk tetap maju pada pekerjaan tersebut. Sebaliknya, jika hanya ada sedikit komentar positif dan komentar negatif lebih banyak, mungkin rekan pembaca harus mencari alternatif lain. Namun jangan lupa pertimbangkan kembali, apakah komentar negatif tersebut termasuk komentar yang objektif atau hanya sekedar ketidakpuasan belaka saja. 
 

2. Wawancara

Metode yang kedua adalah dengan sesi wawancara bersama beberapa anggota tim perusahaan. Sesi wawancara bersama anggota tim dapat memberikan keuntungan kepada dua belah pihak yaitu, calon karyawan dan pewawancara. Sebagai pewawancara, kita dapat menilai secara bersamaan dengan pewawancara lainnya, apakah kandidat tersebut sesuai seperti yang kita harapkan atau tidak. Di sisi lain, calon karyawan juga dapat menilai apakah mereka cocok dengan budaya kerja di perusahaan tersebut atau tidak, dan apakah mereka bisa bekerja secara tim dengan para pewawancara yang ada dihadapan mereka atau tidak. Sederhananya, kedua belah pihak bisa saling menilai satu sama lain, bukan? 
 

3. Media Sosial

Nah, ini dia cara yang paling sering digunakan oleh banyak perusahaan di era teknologi saat ini. Ada beberapa media sosial yang sering dijadikan platform untuk mempromosikan perusahaan mereka, agar menarik banyak perhatian dari para kandidat yang berpotensi tinggi. 
 
Melalui media sosial, mereka dapat memposting kegiatan-kegiatan menarik yang diadakan di dalam dan di luar kantor. Misalnya, acara makan-makan, acara rapat sambil outbond di daerah puncak, acara konferensi kantor sebagai acara tahunan yang mereka adakan, seminar, kursus gratis sebagai ajang promosi kantor, dan lain sebagainya. Kandidat mana yang tidak suka dengan kegiatan kantor yang menyenangkan dan menarik, kami yakin ini adalah cara yang menarik untuk menarik calon karyawan yang potensial. 
 
Yap, itulah tiga cara utama yang dapat dilakukan untuk mendemonstrasikan budaya kerja kepada para calon karyawan di setiap perusahaan. Ada tiga cara utama yaitu, iklan pekerjaan, wawancara dan media sosial. Jadi, untuk rekan-rekan Career Advice yang sedang mencari tempat kerja yang paling pas di hati, jangan lupa mengecek budaya kerja yang perusahaan tampilkan, ya. Selamat berjuang mencari kantor dengan budaya kerja yang cocok, rekan-rekan Career Advice.