STUDILMU Career Advice - 6 Cara Membangun Kreativitas Tim

6 Cara Membangun Kreativitas Tim


by Studilmu Editor
Posted on Mar 19, 2019

 
Halo rekan pembaca Career Advice. Apakah selama ini Anda telah membangun kreativitas dalam perjalanan karier yang Anda miliki? Menumbuhkan budaya kreativitas adalah untuk semua jenis perusahaan, baik besar maupun kecil dan untuk semua bidang industri. Tanpa adanya kreativitas, Anda akan sulit untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi, memenuhi kebutuhan pelanggan yang berubah-ubah, menemukan peluang baru atau bahkan mempertahankan keunggulan yang ada. Keadaan terburuknya adalah tim Anda akan menjadi tidak tertantang dan tidak memiliki ikatan. 
 
Setiap orang tidak hanya ingin memberi dampak bagi perusahaan saja, mereka juga ingin memiliki keleluasan untuk keluar dari zona nyaman. Tanpa adanya kreativitas, peluang akan kesempatan tersebut tidak akan pernah ada. Masalahnya adalah kreativitas dapat menjadi hal yang mengintimidasi para pemimpin. Lalu adakah cara yang tepat untuk menumbuhkan kreativitas tanpa harus membuat para pemimpin khawatir?
 
Tentunya, selalu ada cara untuk setiap permasalahan. Berikut adalah 6 cara sederhana yang dapat rekan pembaca lakukan untuk membangun kreativitas tim dan menanamkan budaya kreativitas.
 
1. Ciptakan lingkungan kerja yang merangsang kreativitas
Cara ini dapat dilakukan dengan hal yang berbeda-beda, tergantung dari perusahaan Anda masing-masing. Saya pernah mengunjungi sebuah kantor yang menciptakan nilai ini. Perusahaan tersebut menciptakan lingkungan yang merangsang kreativitas dengan memiliki lingkungan kerja yang terbuka, menghilangkan pembatas ruangan kerja dan mengijinkan setiap karyawan memiliki tempat kerja yang bebas. Jika dilihat, tentu ini bukanlah keadaan kantor seperti kebanyakan, kantor ini penuh dengan barang-barang pribadi para karyawan dan dinding yang penuh dengan gambar. 
 
Suasana ini menstimulasi lingkungan kerja yang menumbuhkan kreativitas para karyawan, juga menumbuhkan semangat setiap individu dan kelompok. Tetapi, rekan pembaca tidak perlu menerapkan hal ekstrim ini. Anda dapat memulai dengan hal kecil. Taruhlah tanaman di sekitar ruang kerja, atau gunakan keindahan seni. Anda juga dapat menyetel musik sepanjang jam kerja atau mendekorasi kantor dengan warna cerah, yang dapat membangkitkan semangat. Atau Anda juga dapat membuat sebuah perpustakaan dengan berbagai macam buku yang dapat meningkatkan kreativitas. Yang terpenting adalah, sediakan sumber bagi para karyawan untuk dapat menyegarkan pikiran sehingga mereka mendapatkan ide-ide yang segar dan inovatif. 
 
2. Berikan karyawan otonomi dan jadwal kerja yang fleksibel
Jadwal kerja wajib pukul 9-5 dan manajemen mikro hanya akan menghambat kreativitas para karyawan.  setiap orang memiliki cara bekerja dan menyelesaikan permasalahan yang berbeda. Setiap orang juga memiliki jam-jam produktif yang berbeda. Jika Anda menjadi sangat produktif di pagi hari, belum tentu anggota lainnya juga mengalami hal yang sama. Dan rekan kerja lainnya juga memiliki cara menyelesaikan pekerjaan yang berbeda dari yang Anda lakukan.
 
Selama mereka menghasilkan pekerjaan yang berkualitas tinggi dan tidak melewati tenggat waktu, berikanlah setiap orang kesempatan untuk melebarkan sayapnya. Tentunya hal ini harus didasari alasan yang tepat. Anda berfungsi untuk memberikan panduan, bukan bertindak sebagai seorang bos yang memonitor dan mengontrol. Tumbuhkan rasa kepemilikan bagi setiap pribadi dan kebebasan juga fleksibilitas untuk bekerja kapanpun, dimanapun dan dengan cara yang diinginkan. Perubahan pemandangan atau pengaturan ruang kantor dapat membantu menciptakan lingkungan kerja yang menyenangkan, produktif dan kreatif. 

3. Mendorong setiap orang untuk beristirahat
Penelitian membuktikan bahwa jika Anda ingin menjadi kreatif, sediakan waktu untuk beristirahat. Kita bukanlah robot. Otak kita membutuhkan waktu untuk berhenti dari pekerjaan dan beristirahat. Saat beristirahat, cobalah untuk berjalan, membaca, mencoret-coret atau melakukan brainstorming, permainan bahkan mengikuti kegiatan sukarela.
 
Jangan ciptakan lingkungan yang membuat setiap karyawan merasa tertekan dan harus terus bekerja. Ciptakanlah lingkungan yang memberikan setiap orang memiliki waktu untuk beristirahat. Ini akan memberikan kesempatan bagi semua orang untuk menjernihkan pikiran dan mengembangkan solusi penyelesaian atas masalah yang ada.
 
4. Membangun tim yang beragam
Sangatlah tidak wajar, jika Anda merekrut semua orang yang memiliki kesamaan dengan Anda. tim yang memiliki kesamaan sifat dalam setiap anggotanya memang dapat mengurangi peluang timbulnya konflik atau kesalahpahaman, tetapi ini akan menciptakan lingkungan yang membosankan dan tidak bersemangat.
 
Kelilingilah diri Anda dengan orang-orang yang memiliki latar belakang, pendapat, keahlian dan kekuatan yang berbeda. Ketika Anda membuka diri terhadap sudut pandang yang berbeda, Anda memberikan diri Anda peluang yang unik dan menarik. Ingatlah bahwa Anda dan anggota tim lainnya tidak akan dapat memiliki cara yang beragam jika semua orang berpikir dengan cara yang sama.

5. Memikirkan ulang sebelum mengadakan rapat
Ini mungkin sangatlah sulit dan anggota tim bisa mengabaikannya. Tetapi, kebanyakan rapat tidaklah produktif. Yang paling menakutkan bagi kebanyakan orang, rapat membuat mereka menghilangkan waktu yang dapat digunakan untuk menyelesaikan tugas yang jauh lebih penting.
Sebelum Anda mengatur waktu rapat, pastikan bahwa itu adalah rapat yang benar-benar penting. Anda juga dapat mengirimkan topik yang akan dibahas melalui email. Jika Anda harus mengadakan rapat melalui telepon, persiapkan agendanya dan temukan cara untuk membuat setiap orang berpartisipasi. Tentukan juga ruangan yang kedap suara dan nyaman. Anda juga dapat mencoba rapat yang dilakukan sambil berdiri atau berjalan, atau bahkan di luar ruangan. Dengan begini, rapat menjadi sesuatu yang lebih menyenangkan. 
 
6. Merangkul kegagalan
Tidak seorangpun suka akan kegagalan. Kegagalan dapat membuat keadaan mental dan fisik seseorang terganggu. Kegagalan juga tidak menghasilkan kesepakatan. Sekalipun terasa menyakitkan, kegagalan adalah cara terbaik untuk seseorang dapat belajar dan bertumbuh.
 
Jangan takut memberikan kesempatan bagi setiap anggota tim untuk mencoba hal-hal baru. Jika gagal, mereka akan mendapatkan pelajaran penting dan mencobanya lagi. Siapa tahu di kali kedua mereka akan berhasil.  
 
Membangun kreativitas tim bukanlah hal mewah. Sangatlah penting untuk memiliki kreativitas agar Anda menciptakan karyawan yang produktif dan produk yang selalu diingat oleh para pelanggan dan tentunya kreativitas juga dapat mempertahankan bisnis Anda pada tahun-tahun mendatang. Meskipun 6 cara sederhana diatas terasa sangat mengintimidasi, namun itu semua dapat membantu rekan pembaca untuk membangun kreativitas dalam tim Anda. Perjalanan Anda nantinya akan menjadi perjalanan yang menyenangkan.
Featured Career Advices

Magang adalah Peluang Karier yang Berharga

8 Manfaat Media Sosial

4 Cara Menjadi Pengusaha Sukses

7 Karakter Unik yang Membawa Kebahagiaan Sejati dan Kesuksesan

3 Kunci Kesuksesan Tim

3 Cara Mempertahankan Hubungan Profesional

11 Karakter Orang Baik yang Membawa Perkembangan Karier

10 Cara Orang Sukses untuk Tetap Tenang

6 Cara Bersosialisasi Ala Kaum Milenial

3 Cara Menghadapi Masalah: Ketidakpuasan Kerja

4 Cara Menangani Korupsi Waktu yang dilakukan Karyawan

10 Tips Ampuh Meningkatkan Kualitas Rapat Kerja

6 Cara Transfer Pelatihan Kerja ke Praktek Kerja Lapangan

4 Cara Menghilangkan Stres dengan Terapi EFT

10 Ciri Orang Sukses

8 Cara Memaksimalkan Akhir Pekan

3 Keterampilan Abad 21

4 Cara Menjaga Nama Baik Perusahaan secara Online

6 Makanan Sehat Penambah Produktivitas Kerja

5 Nilai Positif dari Aplikasi Permainan Anak: Candy Crush

5 Cara Manajemen Krisis ala Pemimpin Hebat

3 Cara Meningkatkan Semangat Pagi

5 Tips Kepercayaan Diri Para Pengusaha Sukses

4 Cara Memperbaiki Diri dan Mendapatkan Promosi

10 Cara Mengembangkan Usaha melalui Persaingan Bisnis

10 Resolusi Konflik di Tempat Kerja

3 Cara Mendapatkan Teman Banyak dan Mempengaruhi Orang Lain

4 Cara Menghadapi Kompetitor dengan Cara Pintar

Simpati dan Empati, Mana yang Terbaik?

Keteguhan Hati