Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on May 20, 2019

Kreativitas dan inovasi adalah dua hal yang dibutuhkan untuk meningkatkan karier kita. Kreativitas dan inovasi bukanlah hal yang diwariskan begitu saja. Kreativitas dan inovasi juga bukanlah hal yang hanya dimiliki oleh seniman, penulis, desainer, pembuat film. 
 
Semua orang dapat memiliki kreativitas dan inovasi. Kreativitas dan inovasi dapat dimunculkan jika kita memiliki sikap ingin tahu. Keingintahuan kita mendorong kita untuk mencoba banyak hal, terutama hal-hal baru. Ini mendorong kita untuk mencoba banyak hal, berbicara dengan banyak orang dan lainnya. Jika kita memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, kita adalah orang-orang kreatif.
 
Begitu juga dalam dunia pekerjaan, Tidak masalah apa pun jenis perusahaan yang kita miliki, baik itu firma hukum, restoran, akuntansi, perbankan, atau perusahaan aplikasi seluler. Kita semua memiliki kreativitas di dalam organisasi. Yang sering kali membedakannya adalah, apakah kita benar-benar menumbuhkan kreativitas dan inovasi di tempat kerja? 
 
Dunia bisnis bergerak terlalu cepat dalam segala hal, teknologi dan produk serta layanan baru. Inilah yang dapat mengganggu industri dan menciptakan banyak masalah setiap hari. cara kita memecahkan masalah membutuhkan kreativitas dan inovasi. Semakin kita kreatif dan inovatif, maka semakin kita menemukan cara pemecahan masalah yang tepat
 
Kali ini, kita kan membahas 6 cara menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Sehingga, kita akan mampu meningkatkan karier dan mendorong kita untuk maju mencapai tujuan kita. Inilah 6 cara yang dapat kita lakukan agar memiliki pola pikir yang terbuka terhadap kreativitas dan inovasi.

1. Lebih sering mengamati. 
Apakah kita benar-benar menaruh perhatian pada setiap hal yang ada di tempat kerja? Cobalah untuk mengamati lebih sering. Kreativitas dan inovasi timbul dari pengamatan yang kita lakukan. Amati lebih banyak dan biarlah pikiran kita mengalir secara natural saat kita mengamati sesuatu. 
 
Cobalah untuk mengamati benda-benda yang ada di kantor, rekan kerja dan hal yang mereka lakukan atau hal lain yang berkaitan dengan pekerjaan kita. lakukan juga pengamatan di luar tempat kerja. Kapan terakhir kali kita mengambil rute yang berbeda saat menuju dan pulang dari kantor, atau kapan terakhir kali kita mengunjungi tempat yang belum pernah dikunjungi sebelumnya?
 
Jika diperlukan, catatlah hasil pengamatan yang kita lakukan. Perhatikan warna, bau, dan suara yang kita dengar.
 
2. Menghubungkan diri dengan pemikiran yang baru.
Kapan terakhir kali kita membaca buku yang tidak berkaitan dengan karier kita? atau, kapan terakhir kali kita menghadiri seminar atau acara lain yang dapat menunjang kemajuan karier kita? cobalah untuk melakukan hal baru dan mempelajari keterampilan baru.
 
Ingat, semakin kita memiliki keingintahuan yang tinggi, semakin besar peluang kita untuk memiliki kreativitas dan inovasi. Temukan pengetahuan baru atau keterampilan baru yang dapat dipelajari. Misalnya, mengambil kelas belajar bahasa asing, mengambil kelas pemrograman atau kelas  lainnya.
 
3. Berbicara dengan rekan kerja atau atasan.
Kapan terakhir kali kita berdiskusi dengan rekan kerja atau atasan untuk saling bertukar pikiran dan mendapatkan wawasan baru? Memiliki percakapan dengan orang lain merupakan cara yang baik untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi kita. Ini juga melatih kita untuk lebih memiliki empati.
 
Ini juga dapat dilakukan di luar kerja. Misalnya, saat menghadiri seminar atau saat berada di sebuah pelatihan. Jangan ragu untuk memulai percakapan dan membahas hal-hal luar biasa yang dapat membuka wawasan kita. Jadi, milikilah waktu rutin untuk dapat berdiskusi dan bertukar wawasan dengan orang lain. 
 
4. Selalu bertanya ‘mengapa’.
Ketika kita bertemu dengan orang-orang dan mencari untuk membantu mereka memecahkan masalah, apakah kita membentuk pendapat sendiri dengan cepat dan mengajukan banyak pertanyaan, kemungkinan untuk mengonfirmasi pendapat itu, atau apakah kita bertanya "mengapa" untuk berusaha menemukan jawaban, atau hanya sekedar mendengarkan saja? 
 
Bertanya ‘mengapa’ akan membantu kita untuk memiliki pemikiran yang jauh lebih kritis. Berpikir kritis merupakan jembatan yang menghubungkan kita dengan kreativitas dan inovasi. Jadi, bertanyalah mengapa, dengarkan penjelasannya dan munculkan pertanyaan-pertanyaan dalam pemikiran kita. Kemudian, temukan jawaban atas pertanyaan tersebut.
 
5. Mengatur ulang sudut pandang terhadap tantangan yang kita hadapi.
Ketika kita menutup diri terhadap tantangan yang kita hadapi, atur ulang tantangan tersebut. jangan melihat tantangan sebagai penghalang kita untuk mencapai tujuan. Ganti perspektif tersebut.
 
Lihatlah tantangan sebagai kesempatan untuk meningkatkan kemampuan diri kita dan kesempatan untuk mencoba hal-hal terbaik yang bisa kita lakukan. Jika gagal, jangan menyerah dan berputus asa. Lakukan lagi sampai kita benar-benar berhasil.
 
6. Membangun koneksi.
Langkah terakhir untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi adalah dengan membangun jaringan. Coba rekan pembaca melihat kembali, dengan siapakah Anda bergaul di tempat kerja atau dalam kehidupan sehari-hari? Lingkungan adalah faktor pembentuk kita.
 
Jika kita menempatkan diri dalam lingkungan yang penuh dengan orang-orang yang kreatif dan inovatif, kita juga akan menjadi orang kreatif dan inovatif. Jadi, pastikan kita juga memilih lingkungan pergaulan yang tepat, yang mampu mendorong kita untuk menumbuhkan kreativitas dan inovasi.
 
Itulah 6 cara menumbuhkan kreativitas dan inovasi. Setiap kita dilahirkan dengan rasa keingintahuan. Kembangkan rasa ingin tahu tersebut agar kita juga dapat mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam kehidupan kita. 
 
Jadi, jangan ragu untuk terus mengasah kreativitas dan inovasi yang Anda miliki ya, rekan pembaca. Ini akan membawa kita mengalami peningkatan jenjang karier yang lebih baik atau bahkan memulai bisnis baru.
Featured Career Advices
5 Cara Membuat Penilaian Kinerja yang Bermakna dan Relevan

5 Cara Membuat Penilaian Kinerja yang Bermakna dan Relevan

11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan

11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan

20 Cara Memberi Semangat Kerja Tim

20 Cara Memberi Semangat Kerja Tim

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan