Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Komunikasi Organisasi yang Mematikan Semangat Kerja Tim

5 Komunikasi Organisasi yang Mematikan Semangat Kerja Tim


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 24, 2019

 
Semangat kerja tim bisa saja memudar ketika anggota tim memiliki tugas yang sama secara menerus. Ini akan menimbulkan konflik dan munculnya ketidakpercayaan. Lalu, apa akibatnya? Tim akan sulit berkolaborasi dan semakin jauh dari tujuan yang diharapkan. Apa yang menjadi faktor penyebabnya? Tentu saja, komunikasi organisasi yang buruk. 
 
Komunikasi organisasi yang buruk dalam sebuah tim adalah kesalahan yang harus diperbaiki. Setiap kita menginginkan hal yang rasional, relevan dan nyata. Maka, ketika kita tidak mendapatkan semuanya, akan muncul konflik yang justru dapat mematikan semangat kerja tim. Apa saja komunikasi organisasi yang mematikan semangat kerja tim? Berikut adalah 5 komunikasi organisasi yang mematikan semangat kerja tim. Sehingga, setiap rekan pembaca Career Advice dapat menjauhi komunikasi yang salah ini, baik sebagai pemimpin atau anggota sebuah tim.
 
1. Diam. 
Ada saat dimana pengawas, manajer, dan bahkan para eksekutif berdiam diri. Mereka mungkin saja menahan informasi karena beberapa alasan berikut ini:
- Kelalaian. 
Ketidakmampuan untuk memahami apa yang orang lain inginkan atau perlu ketahui.
Ketidakmampuan untuk mengikuti apa yang terjadi karena kewalahan.
- Politik.
Kontrol, keinginan untuk membuat keputusan atau mengambil tindakan sebelum orang lain terlibat.
- Perasaan berkuasa dan ingin menjadi satu-satunya "yang tahu"
Apa yang akan terjadi? Tentu saja bisa sangat menghancurkan: Keputusan yang buruk, orang yang beroperasi dalam kejahatan, moral yang rendah, dan tentunya anggota tim akan mengundurkan diri dan mencari pekerjaan yang lebih mengutamakan komunikasi terbuka.

2. Pilih kasih.
Ini biasanya dirasakan oleh anak kecil terhadap perlakuan orang tuanya. Dalam sebuah tim, pilih kasih merupakan bentuk komunikasi yang mematikan semangat kerja tim. Mari kita mengambil contoh, di sebuah organisasi, Brandon meminta cuti panjang karena harus mengurus kepindahan mertuanya dari luar kota dan tinggal di dekatnya. Ia mendapatkannya tanpa ada tugas yang perlu dikerjakan. Lalu, Selvi juga mengajukan cuti karena harus menemani ayahnya untuk menjalani kemo setiap hari selama 3 minggu. Ia mendapatkannya tetapi ia harus tetap mengerjakan tugasnya setiap hari. Dia harus memilih antara bekerja hingga larut malam atau meminta orang asing merawat ayahnya selama masa kritis ini.
 
Bisakah Anda membayangkan bagaimana rasanya menjadi Se;vi? Tentu Anda akan merasa kesal karena mendapatkan ketidakadilan. Setiap anggota tim memiliki hak yang sama. Jadi, pilih kasih bukanlah hal yang tepat untuk diterapkan dalam tim. Itu hanya akan mematikan semangat kerja tim yang justru akan menjauhkan tim dari kesuksesan yang diimpikan. Disinilah dibutuhkan sebuah kebijakan yang tepat agar setiap anggota dalam tim merasakan keadilan yang merata. 

3. Kemunafikan.
Komunikasi organisasi yang mematikan semangat kerja tim selanjutnya adalah kemunafikan. Mari kita ambil contoh. Contoh yang pertama adalah ketika tim diminta untuk melakukan penghematan biaya pekerjaan karena terbatasnya dana yang dimiliki. Namun, organisasi secara jelas melakukan renovasi kantor atau bahkan melakukan perjalan mewah dengan beberapa internal tertentu. 
 
Mari kita ambil contoh berikutnya, tim diberikan dukungan untuk terlibat dalam kegiatan sukarela di masyarakat. Tetapi kemudian ketika salah seorang anggota tim meminta cuti untuk berpartisipasi dalam acara amal, mereka mendapatkan pernyataan sarkastik tentang ketidakhadiran mereka.
 
Tentu saja, berdasarkan dua situasi ini, kemunafikan akan membuat tim kehilangan semangat kerja. Untuk itu, sangatlah penting bersikap konsisten dengan apa yang dikatakan atau ditetapkan. Ingatlah, bahwa kita, sebagai pemain tim tidak dapat seenaknya mengatakan A, lalu mengubahnya menjadi B. Jika itu terjadi, kita menunjukkan kemunafikan dan ketidak profesionalan kita. Jadi jika rekan pembaca perlu memerhatikan dengan baik apa yang Anda katakan dan jangan sampai Anda dinilai oleh tim sebagai seorang yang munafik.

4. Slogan.
Apakah organisasi rekan pembaca memiliki slogan tertentu setiap bulannya? Slogan bisa saja mematikan semangat kerja tim. Tetapi, jangan salah paham ya, rekan pembaca. Saya suka slogan. Slogan membuat kita mengingat hal-hal dengan mudah. 
 
Tetapi, seringkali slogan-slogan hanya melelahkan dan mengecewakan tim karena slogan tersebut hanya sambil lalu. Ide baru. Slogan baru. Dorongan besar. Kegembiraan besar. Usaha besar yang diberikan tim. Lalu, menghilang. Begitu seterusnya ketika harus berhadapan dengan proyek baru lagi. Sehingga setiap kali tim memiliki kampanye atau program baru, mereka tahu bahwa itu pasti akan berlalu.
 
5. Janji yang tidak ditepati.
Komunikasi organisasi lainnya yang membunuh semangat kerja tim adalah janji yang tidak ditepati. Dalam proses perekrutan dan wawancara kedua belah pihak saling memiliki janji. Pelamar yang menjanjikan potensi besar. Dan organisasi yang menjanjikan pemberian tugas yang menarik, ulasan cepat, kenaikan gaji yang cepat, dan jalur promosi yang cepat. Ketika kedua belah pihak menepati janjinya, itu akan memberikan kesenangan bagi keduanya.
 
Namun, ketika segala sesuatunya tidak berjalan seperti apa yang dijanjikan, kekecewaan akan timbul. Dan tentunya, ini akan menurunkan produktivitas tim dan berdampak buruk bagi keberlangsungan suatu organisasi. Untuk itu, sangatlah penting menepati janji yang diucapkan.
 
Itulah 5 komunikasi organisasi yang mematikan semangat kerja tim. Ingatlah bahwa suatu tim terdiri dari orang-orang yang memiliki keunikan dan keahliannya masing-masing. Dan komunikasi adalah hal penting dalam sebuah tim. Maju atau tidaknya sebuah tim ditentukan oleh cara tiap-tiap individu berkomunikasi.
 
Beri tahu orang lain apa yang Anda ketahui saat Anda mengetahuinya. Komunikasikan dan terapkan kebijakan dengan cara yang sama. Kelilingi diri Anda dengan orang yang tidak takut untuk memberi Anda perspektif lain dan mengajukan pertanyaan. Simpan catatan tertulis tentang tujuan, inisiatif, dan kampanye yang diumumkan. Catat komitmen yang dibuat dan miliki integritas pribadi. Dengan begitu, rekan pembaca akan memiliki tim yang hebat. 
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis