Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Memiliki Komunikasi Efektif

Memiliki Komunikasi Efektif


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 09, 2019

 
Halo rekan pembaca Career Advice, apakah Anda telah mengetahui gaya komunikasi Anda? Berdasarkan analisis data, 25% merupakan komunikator intuitif. Mereka adalah orang-orang yang tidak suka dengan hal-hal yang terlalu spesifik. Mereka suka dengan gambar-gambar yang besar. Mereka tidak bertele-tele dalam mengambil langkah dan tidak terlalu peduli dengan perasaan juga emosi. Mereka suka langsung pada intinya. Komunikator Intuitif ini sering ditemukan dalam perwakilan yang sangat tinggi di antara para pemimpin senior organisasi.
 
Lalu, bagaimana dengan rekan pembaca? Jenis komunikator seperti apakah Anda? Jika Anda membutuhkan waktu yang lama untuk mencapai inti, atau Anda suka mendiskusikan hal selangkah demi selangkah sebelum menyimpulkannya, maka Anda akan sangat bertolak belakang dengan para komunikator intuitif. Anda akan mengasingkan mereka. Itulah sebabnya penting bagi Anda untuk dapat memiliki komunikasi efektif sehingga Anda dapat langsung membicarakan intinya. 

Bagaimana Anda dapat tahu jika Anda tidak memiliki komunikasi efektif?
Teknik mendasar untuk mengetahui apakah Anda menggunakan komunikasi efektif atau tidak adalah dengan memerhatikan pendengar Anda, baik satu ataupun ratusan. Coba untuk mengingat percakapan satu lawan satu yang Anda lakukan baru-baru ini, tanyakan pada diri Anda:
- Apakah lawan bicara Anda berusaha mencari alasan untuk menyudahi pembicaraan sebelum Anda selesai berbicara?
- Apakah lawan bicara Anda menatap hal lain dan tidak fokus dengan pembicaraan?
- Apakah lawan bicara Anda mengajukan pertanyaan?
 
Jika lawan bicara Anda meninggalkan pembicaraan sebelum Anda selesai berbicara, tidak membangun kontak mata dengan Anda, dan tidak mengajukan pertanyaan, itu merupakan suatu pertanda bahwa Anda tidak melakukan komunikasi efektif. Anda terlalu bertele-tele. Dan ini juga merupakan pertanda bahwa Anda sedang berkomunikasi dengan komunikator intuitif. 
 
Anda harus melakukan komunikasi efektif, tidak bertele-tele.
Para presenter hebat biasanya tidak memulai presentasi dengan langsung membahas slide yang mereka buat. Mereka akan bertanya kepada para pendengar terlebih dahulu tentang hal apa yang diharapkan para pendengar dari mereka. Para pengusaha juga biasanya tidak malu untuk memberitahu apa yang mereka inginkan dan yang mereka tidak inginkan. Dan jika Anda berhadapan dengan para komunikator intuitif, tidak heran jika mereka mengatakan:
- Saya ingin langsung pada intinya.
- Tolong jangan bertele-tele.
- Tolong bicarakan dengan singkat.
 
Para komunikator intuitif menyukai komunikasi efektif. Mereka tidak suka dengan cerita, percakapan ataupun presentasi yang dilakukan dengan lambat. Mereka tidak akan membaca buku yang terdiri dari 400 halaman tanpa melihat akhir dari buku tersebut. Mereka bisa saja langsung membaca akhirnya, lalu membaca cerita di tengah baru membaca cerita awal.
 
Jadi, jika rekan pembaca akan memiliki sebuah pertemuan atau presentasi dengan para komunikator intuitif, cobalah untuk berlatih dalam menyampaikan setengah materi Anda. ini akan membuat Anda mampu mengeliminasi slide-slide yang tidak perlu dan mempersiapkan mental Anda dalam menghadapi komunikator intuitif. Dan juga, siapkan mental Anda untuk melewati beberapa slide dan langsung menuju kesimpulan.
 
Dan jika pendengar Anda mengatakan bahwa mereka ingin langsung mendengarkan intinya, atau mereka meminta Anda untuk langsung kepada kesimpulan, Anda harus siap untuk menyampaikannya. Sama juga halnya dalam kontrak bisnis, jika investor Anda meminta Anda untuk melompati hal-hal detail dan langsung kepada kesimpulan, maka Anda harus menarik intinya dan melewatkan puluhan slide yang telah Anda buat. 

Kenali gaya komunikasi yang Anda miliki.
Untuk memiliki komunikasi efektif, Anda harus mengenali gaya komunikasi diri Anda sendiri. Jika Anda merupakan seorang komunikator intuitif, membuat segala sesuatu langsung pada intinya bukanlah hal yang sulit. Tetapi bagi komunikator lainnya, ini akan menjadi hal yang sangat menyulitkan. Selain komunikator intuit, ada juga 3 gaya komunikasi lainnya, yakni komunikator fungsional, analitik dan pribadi. 
- Komunikator fungsional menyukai proses, hal detail, jadwal dan rencana yang dipikirkan dengan matang-matang. Mereka suka berkomunikasi secara bertahap sehingga tidak ada hal yang akan terlewatkan. Salh satu kelebihan komunikator fungsional adalah mereka dapat berkomunikasi tanpa melewatkan hal-hal yang detail sekalipun. Tetapi, kelemahannya adalah para komunikator fungsional akan mengalami kesulitan ketika mereka harus mengatakan pokok permasalahan dan menangani komunikator intuitif. 
- Komunikator analitik menyukai data, angka dan cenderung curiga terhadap orang lain yang tidak memahami fakta dan data. Para komunikator ini dapat menyesuaikan diri dengan mudah terhadap para komunikator intuitif. Tetapi, mereka akan terjebak dengan hal-hal teknis ketika mereka harus langsung masuk pada pokok permasalahan.
- Komunikator pribadi sangat menghargai emosi dalam sebuah bahasa dan koneksi. Mereka selalu menggunakan emosi untuk mengetahui apa yang orang lain pikirkan. Mereka menilai orang lain berdasarkan cara berpikir dan perasaan yang dimiliki. Mereka merupakan pendengar yang baik dan juga diplomatis. Tetapi mereka berpotensi untuk diejek para komunikator intuitif sebagai orang yang sangat sensitif.
 
Jadi manakah yang menjadi gaya komunikasi rekan pembaca Career Advice? Apapun gaya komunikasi yang Anda miliki, Anda perlu meninggalkan cara lama tersebut agar Anda dapat memiliki komunikasi efektif dan langsung kepada pokok permasalahan. Mungkin tidak semua rekan kerja Anda merupakan komunikator yang intuitif, sehingga Anda tidak perlu memiliki komunikasi efektif dengan mereka. Tetapi percayalah, mau tidak mau rekan pembaca pasti akan bertemu dengan komunikator intuitif dimanapun. Dan ketika  itu terjadi, Anda harus siap karena Anda tidak akan pernah mendapat kesempatan kedua. Miliki komunikasi yang efektif, jangan bertele-tele.
Featured Career Advices
5 Cara Membuat Penilaian Kinerja yang Bermakna dan Relevan

5 Cara Membuat Penilaian Kinerja yang Bermakna dan Relevan

11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan

11 Cara Tunjukkan Kasih Sayang kepada Karyawan

20 Cara Memberi Semangat Kerja Tim

20 Cara Memberi Semangat Kerja Tim

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan