Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Tips Produktif Kembali Dari Hari Yang Tidak Produktif

4 Tips Produktif Kembali Dari Hari Yang Tidak Produktif


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 21, 2019

 
Anda terlonjak kaget ketika melihat jam di sudut kanan bawah layar komputer Anda yang menunjukkan pukul 4 sore. Anda berharap itu tidak benar. Sepanjang hari ini, Anda mengisi hari dengan mengobrol dengan rekan kerja tentang sebuah proyek, setengahnya dipakai untuk mendengarkan panggilan konferensi, dan membaca berita utama hari itu, sepertinya tidak mungkin bahwa Anda bisa menyelesaikan setiap pekerjaan dalam satu jam terakhir. Idealnya, ini tidak sering terjadi, tetapi sesekali hari yang tidak produktif jelas terjadi. (Untuk semua orang, ya, semua orang pasti mengalaminya).
 
Sekarang, Anda memiliki daftar tugas dua kali lipat ukurannya pagi ini dan bos Anda tidak sabar menunggu kiriman email yang telah diminta kepada Anda, satu hal yang pasti: Anda tidak dapat mengulangi ini besok. Jadi apa yang dapat Anda lakukan untuk memastikan bahwa Anda bangkit kembali menjadi produktif dari hari yang tidak produktif? Cobalah beberapa tips ini.
 
1. Selesai Satu Pekerjaan sebelum Meninggalkan Kantor
Jika Anda meninggalkan beberapa pekerjaan yang belum selesai pada daftar tugas, mereka akan menggantung di kepala Anda dan menyebabkan kecemasan sampai Anda kembali ke meja Anda besok, itu disebut efek Zeigarnik. Anda menaruh pikiran Anda pada pekerjaan-pekerjaan tersebut dan Anda sulit menjadi tenang sampai Anda benar-benar menyelesaikan daftar pekerjaan yang menanti. 
 
Tidak mungkin Anda akan menyelesaikan semua yang ada dalam daftar tugas, meskipun Anda begadang sepanjang malam. Tetapi, setidaknya Anda dapat menyelesaikan minimal satu tugas saja dari daftar Anda. Ini dapat memberi Anda ketenangan pikiran dan dorongan semangat yang Anda perlukan besok untuk mengerjakan sisa pekerjaan yang belum selesai.
 
Jadi lihatlah daftar tugas Anda, dan pilih sesuatu yang dapat diselesaikan dalam waktu yang singkat. Cobalah berkomitmen untuk menyelesaikan satu tugas itu sebelum Anda pulang. Ini merupakan sebuah langkah kecil, tapi ini adalah langkah awal menuju hari esok yang lebih produktif.

2. Beristirahat, Kemudian Atur Strategi Kembali
Saat Anda berangkat hari itu, jika memungkinkan bawalah laptop Anda ke rumah atau, jika tidak, bawalah daftar pekerjaan bersama Anda. Tidak, Anda tidak perlu bekerja sepanjang malam di rumah. Anda harus benar-benar meninggalkan kantor, istirahat, makan malam, dan bersantai.
 
Tetapi sebelum Anda mengakhiri malam itu, luangkan beberapa menit untuk merencanakan hari esok. Cari tahu prioritas Anda, hal yang perlu Anda tangani terlebih dahulu, hal yang dapat Anda delegasikan, dan hal yang masih bisa menunggu satu hari lagi untuk diselesaikan. Tetapkan tujuan untuk diri sendiri sepanjang hari, sehingga Anda tahu persis hal yang ingin Anda capai, dan waktu yang tepat untuk mencapainya. 
 
Dengan rencana yang sudah dibuat, Anda tidak perlu lagi membuang waktu di pagi hari hanya untuk mencari tahu langkah-langkah yang dapat ditempuh agar menjadi lebih produktif.
 
3. Cari Tahu Cara yang Tepat untuk Berada di Zona Produktif Anda
Ketika Anda kembali ke kantor pada hari berikutnya, inilah saatnya untuk serius. Ingat, Anda memiliki banyak pekerjaan di depan Anda, dapat dikatakan bahwa Anda memiliki pekerjaan dua kali lipat, ya tugas-tugas dua hari yang harus diselesaikan dalam hari kerja normal, setidaknya, sesegera mungkin.
 
Tetapi setelah hari yang sangat tidak produktif kemarin, bagaimana Anda bisa mengganti polanya? Jawabannya adalah matikan setiap pemberitahuan dari komputer Anda dan singkirkanlah media sosial Anda selama Anda sedang menyelesaikan pekerjaan. Anda harus membulatkan tekad Anda tanpa tergoyahkan sedikitpun. Ketika tidak ada yang datang dan mengganggu Anda, Anda akan lebih fokus dan tetap konsisten dengan hal yang Anda kerjakan. 
 
Namun, bagaimana Anda bisa melakukan ini ketika Anda memiliki kesukaan yang berbeda untuk semua orang dengan rekan-rekan di kantor. Rekan Anda mungkin lebih bisa bekerja dengan melibatkan musik. Cobalah strategi produktivitas klasik yang sudah terbukti seperti teknik Pomodoro, yaitu membagi beberapa blok waktu dalam 25-30 menit, lalu beristirahat 10 menit  sebelum melanjutkan pekerjaan berikutnya. Apapun yang Anda lakukan, cari tahu cara yang tepat agar Anda bisa menyelesaikan pekerjaan paling berkualitas dalam sehari.

4. Temukan Cara yang Lebih Baik untuk Mengelola Waktu Anda
Jika ini tidak sering terjadi pada Anda, jangan panik. Dengan sedikit usaha ekstra, Anda dapat dengan mudah pulih dari hari yang tidak produktif. Carilah cara yang tepat dalam mengatur waktu Anda. Anda dapat mencoba untuk membuat blok-blok waktu beserta hal-hal yang perlu diselesaikan agar Anda dapat memaksimalkan waktu yang Anda miliki. Atau mungkin Anda dapat memasang pengingat dalam waktu-waktu tertentu. Jika Anda mengetahui hal yang harus dikerjakan dalam suatu waktu, Anda akan mudah untuk tahu alur perjalanan Anda pada hari itu. Pertimbangkan juga untuk mengaudit waktu tambahan Anda. Jika Anda melakukan ini, Anda akan tahu persis banyaknya waktu yang benar-benar Anda butuhkan dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. 
 
Menjadi produktif adalah menggunakan waktu yang Anda miliki semaksimal mungkin untuk menyelesaikan tugas Anda. Ya, akan ada waktu saat seseorang menjadi tidak produktif, dan semua orang mengalaminya. Namun, setelah melewati hari yang tidak produktif, kembalilah menjadi produktif untuk hari berikutnya. Dengan beberapa cara diatas, Anda dapat memulihkan keadaan tidak produktif menjadi produktif. Dengan latihan sederhana ini, Anda mungkin bisa menentukan dengan tepat cara yang dapat Anda lakukan untuk dapat fokus dan kembali kembali ke jalur produktivitas 100% (OK, mungkin 95% kita tidak bisa sempurna sepanjang waktu, bukan?) 
 
Jika ingin menyelenggarakan training Produktivitas, silahkan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)
info@studilmu.com
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis