Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Cara Fokus Menyelesaikan Pekerjaan

4 Cara Fokus Menyelesaikan Pekerjaan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Nov 15, 2018

 
Dalam kehidupan Anda, Anda akan dihadapkan dengan banyak hal yang berdatangan sekaligus. Anda mungkin telah merencanakan pernikahan, membeli rumah, atau pindah ke apartemen yang baru. 
 
Maka, selama bekerja, tidaklah aneh bagi Anda untuk benar-benar memikirkan tentang warna cat, tujuan bulan madu, skor kredit, vendor acara, dan hal-hal lainnya. Ini membuat Anda sangat sulit untuk menyelesaikan pekerjaan Anda di kantor.
 
Ketika Anda memiliki hal besar dalam kehidupan pribadi Anda, hampir mustahil untuk tidak memikirkannya dari pukul 9 pagi hingga pukul 5 sore. Pada saat yang sama, Anda tidak dapat membiarkan hal tersebut mengambil alih kehidupan kerja Anda, mengalihkan perhatian Anda dari tanggung jawab Anda dan memangkas kinerja Anda.
 
Sebaliknya, Anda harus menemukan cara terbaik untuk membuat kedua hal ini bertemu di tengah. Dalam beberapa cara kecil, Anda boleh tidak menghiraukan gangguan tersebut. Tentu saja, penting juga untuk belajar agar Anda tetap kuat dalam mengatasi godaan untuk fokus sepenuhnya pada hal yang terjadi di luar kantor. Berikut beberapa cara yang dapat Anda lakukan.

1. Buatlah daftar hal yang perlu dilakukan
Ketika banyak hal terjadi dalam kehidupan pribadi Anda, memutuskan untuk fokus dalam bekerja tidak akan benar-benar mengalihkan pikiran Anda dari itu. Kenyataannya justru sebaliknya. Anda akan menghabiskan waktu dengan daftar pekerjaan Anda yang tidak pernah berakhir. Anda memerlukan ketenangan. Jika Anda mendapatkan ketenangan saat melakukan pekerjaan Anda, Anda akan menyelesaikan pekerjaan dengan fokus dan mulai memikirkan tentang komitmen yang akan datang, percakapan yang perlu Anda miliki, dan panggilan telepon pribadi minggu lalu yang seharusnya Anda lakukan ulang. 
 
Ketika pikiran Anda berdengung dengan gangguan dari luar, Anda dapat menikmati beberapa menit untuk membuat sebuah perencanaan. Ini adalah cara untu mengatur pikiran dan rencana tersebut sehingga Anda dapat kembali fokus pada pekerjaan Anda. Tetapi kuncinya adalah Anda harus menuliskannya agar Anda mengeluarkannya dari pikiran Anda dan beralih ke hal-hal lain yang berhubungan dengan pekerjaan.
 
Misalnya, Anda memulai beberapa daftar hal-hal diluar pekerjaan yang harus dilakukan di bagian belakang buku catatan kerja Anda. Kemudian, setiap kali pekerjaan Anda terganggu oleh pikiran Anda yang mengembara (misalnya Anda perlu membeli prangko, melacak bukti pembayaran pajak, alamat undangan, dll), Anda perlu mencatatnya di dalam daftar hal yang perlu untuk ditangani nanti.
Ini adalah solusi sederhana, tetapi mengeluarkan hal-hal tersebut dari pikiran Anda dan menuangkannya di atas kertas akan membantu Anda fokus pada hal yang sedang Anda lakukan sekarang. Hal ini juga membantu Anda agar tidak lupa akan hal-hal penting lainnya dalam hidup Anda

2. Minimalkan pemicu Anda
Ada banyak hal yang dapat mengalihkan perhatian Anda. Mungkin itu adalah pesan singkat yang masuk dalam HP Anda, email dengan tajuk utama yang menggiurkan seperti promosi vendor-vendor yang menawarkan harga miring, pesan dari teman di Facebook yang menanyakan kabar Anda atau mengajak Anda untuk bertemu malam ini.
 
Percayalah, Anda tahu bagaimana rasanya. Pada saat Anda bertunangan, Anda tiba-tiba menerima ratusan daftar email yang tidak pernah Anda daftarkan, yang semuanya mengirimi Anda email setiap hari tentang cita rasa kue dan tujuan bulan madu. Melihat email itu pertama kali di pagi hari membuat Anda bersemangat untuk merencanakan pernikahan. Tetapi tentu saja hal itu tidak akan membawa Anda dalam pola pikir untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan serius.
 
Jadi, cari tahulah cara meminimalkan pemicu itu. Berhenti berlangganan dari daftar promosi-promosi, Anda dapat menikmati interaksi Anda lebih jauh dengan teman-teman di media sosial saat istirahat makan siang Anda, atau selipkan ponsel Anda di tas atau laci Anda. Memisahkan diri Anda dari hal-hal yang memicu gangguan Anda akan membantu Anda membangun kembali fokus  Anda untuk menyelesaikan pekerjaan Anda.  

3. Biarkan diri Anda memiliki istirahat makan siang
Lihatlah sekilas ke kantor Anda pada siang hari, dan Anda akan melihat meja-meja yang diduduki, wajah-wajah yang terkubur dalam pekerjaan. Anda dapat melihat teman-teman Anda sedang tenggelam dalam kesibukan mereka masing-masing. Sampai-sampai mereka melewatkan istirahat makan siang mereka. 
 
Tetapi, Anda menyadari bahwa jika Anda tidak menyelesaikan tugas-tugas tersebut selama istirahat tengah hari, Anda akan menghabiskan seluruh sore Anda dengan mengkhawatirkan akan waktu penyelesaian setiap pekerjaan Anda tersebut. Kemudian, Anda tidak dapat menyelesaikan pekerjaan Anda. Pada akhirnya, Anda juga akan membiarkan diri Anda untuk menggunakan istirahat makan siang Anda untuk menyelesaikan tugas-tugas Anda. 
 
Mungkin disaat teman-teman Anda sedang sibuk dengan pekerjaan mereka, Anda memakai jam istirahat untuk bertemu dengan vendor, mampir ke kantor pos, menandatangani surat, atau hanya curhat ke teman, jangan merasa bersalah. Ini adalah istirahat makan siang Anda — manfaatkan itu!
 
4. Bertanggung jawab dan berkomitmen untuk menyelesaikan target pekerjaan Anda
Mungkin atasan Anda meminta Anda untuk mengirimnya email setiap hari Senin, menguraikan fokus Anda selama seminggu, yang biasanya Anda memasukkan dua atau tiga proyek besar atau tujuan yang ingin Anda capai. Pada hari Jumat, dia akan memeriksanya kembali untuk bertanya tentang perkembangan pekerjaan Anda, misalnya: "Jadi, sejauh mana perkembangan Anda berada berdasarkan tujuan Anda untuk minggu ini?” Anda lebih cenderung untuk mendapatkan pikiran Anda tentang masalah pribadi. Jika Anda tidak ingin hal semacam itu terjadi, Anda dapat berdiskusi denga rekan kerja Anda
 
Perlihatkanlah daftar target pekerjaan Anda di awal minggu, lalu bicarakan daftar tersebut sambil menikmati kopi pada hari Jumat. Lalu, tanyakanlah akan saran rekan Anda tentang cara yang tepat agar Anda mampu menyelesaikan target pekerjaan Anda yang ada di dalam daftar. Pastikan Anda memilih seseorang yang akan menyemangati Anda untuk komitmen Anda, bukan yang meyakinkan Anda bahwa tidak masalah jika Anda menghabiskan seluruh minggu untuk menjelajah situs online dan melupakan daftar tanggung jawab tersebut.
 
 Apa pun yang Anda alami, baik hal yang sedih, menarik, mengganggu pikiran Anda, atau bahkan hal yang mengacaukan Anda sekalipun, tidak akan mungkin berhenti mengalir di pikiran Anda ketika Anda sampai di kantor. Itulah kenyataan hidup yang harus Anda hadapi. Kelola perhatian dan fokus Anda dengan beberapa kiat ini, maka Anda akan tetap berhasil menyelesaikan pekerjaan di kantor dan juga hal-hal penting lainnya dalam kehidupan Anda.
Featured Career Advices
5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri