Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Saran Untuk Para Orang Tua Yang Bekerja

4 Saran Untuk Para Orang Tua Yang Bekerja


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
Sebagai seorang ibu atau ayah yang memiliki anak dan juga bekerja di kantor, pastinya sangat memahami bahwa membagi waktu sebagai orangtua yang baik dan pekerja yang profesional bukanlah hal yang mudah. 
 
Ada beberapa keadaan darurat serta rumit sehingga Anda akan merasa sulit untuk memutuskan mana yang lebih penting, anak atau pekerjaan? 
 
Tentu saja, Anda ingin melakukan pekerjaan Anda dengan sangat baik dan profesional, dan di sisi lain, Anda ingin menjadi orangtua yang selalu ada untuk anak-anak Anda terutama di saat mereka memerlukan dukungan Anda sebagai orangtua. Tetapi, mencoba untuk mengelola semuanya dapat membuat Anda merasa kewalahan.
 
Salah satu faktor terpenting dalam menjadi orangtua yang bekerja adalah proaktif, proaktif yang seperti apa dan kepada siapa? Tentunya proaktif kepada atasan atau manajer Anda yang memegang penuh tanggung jawab atas Anda di kantor. Anda dapat berbicara dengan atasan Anda tentang bagaimana prosedur terbaik jika Anda harus keluar kantor karena urusan yang sangat darurat seperti anak Anda mengalami demam tinggi yang mengharuskan Anda untuk segera membawanya ke rumah sakit. 
 
Nah, pada artikel ini kita akan membahas saran-saran lainnya berdasarkan pengalaman dari beberapa orangtua yang juga memiliki peran profesional di tempat kerja mereka.

1. Jika anak Anda sakit dan Anda tidak dapat masuk kantor

Apakah anak Anda bangun dengan kondisi badan yang begitu panas? Atau mungkin Anda mendapat telepon darurat dari penjaga di tempat penitipan anak dekat sekolahnya? Ya saya tahu, pasti Anda memiliki perasaan resah dan gelisah yang bercampur jadi satu. Lalu apa yang harus Anda lakukan? Bersikap transparan adalah jawaban yang tepat untuk situasi seperti ini. 
 
Nyatakan dengan transparan dan akui bahwa hal ini memang tidak ideal bahkan bisa dikatakan tidak profesional, saat Anda harus meninggalkan pekerjaan yang menumpuk, presentasi dengan klien yang sangat penting atau rapat besar yang berlangsung pada hari itu. Namun, Anda harus jujur dan benar-benar transparan bahwa hal ini sangatlah darurat, ceritakan secara jujur bahwa anak Anda benar-benar memerlukan Anda disisinya saat ini. Lalu, datanglah kepada atasan atau manajer Anda dengan membawa solusi bukan masalah. Sebagai contoh, cari tahu pekerjaan apa yang bisa Anda bawa pulang sambil menjaga anak Anda, pekerjaan apa yang dapat digantikan oleh rekan kerja Anda sementara dan bantuan apa yang dapat Anda berikan atas pertemuan penting dengan klien yang Anda tinggalkan pada hari itu. 
 
Dengan adanya kemajuan teknologi seperti sekarang, Anda tetap dapat berpartisipasi dalam banyak pertemuan sambil memenuhi tugas sebagai seorang ibu atau ayah dari rumah. Meskipun hal tersebut tidak akan sama jika Anda berada di kantor, namun setidaknya itu lebih baik daripada tidak memberikan kontribusi apapun dan mengecewakan tim Anda.
 

2. Jika anak Anda memiliki hari yang penting dan Anda harus melewatinya

Dalam situasi ini, saya mengerti bahwa perasaan Anda pasti akan hancur dan terkoyak-koyak. Bagaimana tidak? Anda akan melewati sebuah hari terpenting bagi Anda dan anak Anda. Mungkin hari penting itu adalah penampilan anak Anda untuk pertama kalinya di atas panggung atau bahkan hari ulang tahunnya dimana itu adalah hari Anda melahirkannya. 
 
Pastinya Anda akan merasa bersalah sebagai orangtua yang bekerja, namun Anda hanya perlu mengelola perasaan itu dan terus melakukan pemeriksaan atas hari bahagianya tersebut. Daripada terus hanyut dalam perasaan bersalah, pikirkan bahwa Anda harus menjadi teladan yang baik bagi anak-anak Anda. 
 
Ya, kembali lagi bahwa kemajuan teknologi juga sangat membantu Anda dalam masalah ini. Jika Anda bisa, temukan cara untuk tetap terlibat dalam acara tersebut, Anda mungkin dapat melakukan FaceTime atau menelepon anak Anda sebelum dan sesudah pertunjukkan, Anda juga dapat meminta tolong salah satu guru untuk mengambil video penampilan anak Anda atau meniup lilin bersama-sama melaui FaceTime saat anak Anda merayakan hari ulang tahunnya. Hal-hal kecil seperti itu bisa menjaga semangat Anda serta menjaga hubungan Anda dengan si kecil. 

3. Jika Anda memiliki keadaan darurat dan harus meninggalkan kantor

Seperti yang telah kita bahas pada poin-poin sebelumnya bahwa proaktif dan transparan adalah kunci penyelesaian masalah yang terbaik untuk masalah-masalah ini.
 
Sebagai orangtua, akan ada saat-saat dimana Anda harus pergi dengan sangat cepat karena suatu keadaan darurat yang terjadi pada anak Anda. Libatkan atasan serta rekan-rekan kerja Anda dengan cara terbaik yang Anda miliki yaitu, komunikasikan segalanya dengan transparan kepada mereka. Bos dan tim Anda berhak mengetahui kapan dan bagaimana Anda dapat diakses, apa yang Anda kerjakan, dan apa yang dapat Anda lakukan untuk membantu pekerjaan tim di kantor.  
 
Jika mereka sama sekali tidak mendengar kabar dari Anda, mereka tidak akan tahu apa yang sedang terjadi pada diri Anda sampai Anda harus meninggalkan kantor untuk sementara waktu.

4. Jika anak Anda sedang merasa sedih namun Anda tidak dapat meninggalkan kantor

Akan ada saat-saat dimana anak Anda merasa sedih karena perlakuan teman-temannya di sekolah atau saat dia mendapatkan nilai yang tidak begitu baik pada ujian yang dia yakini akan mendapat nilai yang bagus. Dalam situasi seperti itu pasti anak Anda sangat membutuhkan semangat serta dukungan dari Anda sebagai orangtuanya. 
 
Anda dapat meyakinkan si kecil bahwa kalian akan menyelesaikan permasalahan itu bersama-sama, tapi pertama-tama jelaskan bahwa Anda harus menyelesaikan pekerjaan di kantor terlebih dahulu. Semakin cepat Anda bisa melakukan itu, semakin cepat Anda dapat kembali ke rumah untuk membahas seluruh permasalahan secara langsung. Saya tahu itu mungkin bukan solusi yang sempurna, tetapi itu memungkinkan Anda dan si kecil bergerak maju sampai kalian benar-benar memiliki banyak waktu untuk berbicara.
 
Jika Anda memang tidak dapat meninggalkan kantor, penting bagi Anda meluangkan waktu sejenak untuk diri sendiri sebelum kembali bekerja. Karena semakin Anda mencoba untuk tidak memikirkannya, semakin Anda akan memikirkannya. Jadi, luangkan sedikit waktu untuk Anda merasa lebih tenang.
 
Berurusan dengan keadaan darurat yang dialami oleh keluarga saat Anda sedang bekerja, memang tidak menyenangkan atau mudah, tetapi dengan memiliki strategi yang tepat setidaknya dapat meminimalkan kekhawatiran yang Anda rasakan.