Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Rahasia Menjadi Pakar Komunikasi

4 Rahasia Menjadi Pakar Komunikasi


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 10, 2019

 
Sebelum membaca artikel ini saya ingin bertanya, apakah pembaca Career Advice ingin menjadi komunikator yang lebih baik? Jika jawabannya “ya”, itu tandanya artikel ini sangat pas untuk Anda. Memang tidak semua dari kita dianugerahi kemampuan untuk mengekspresikan diri melalui kata-kata, tapi untuk menjadi komunikator yang baik sebenarnya dapat dilatih loh!
 
Seperti yang kita ketahui bahwa berbicara di depan umum masih menjadi momok yang mengerikan dalam pandangan banyak orang. Maka, tidak mengherankan bahwa banyak dari kita mengalami kesulitan berkomunikasi dengan baik setiap hari. Komunikasi yang buruk hanya menyebabkan konflik dan terlalu banyak drama.
 
Jadi, jika pembaca Career Advice ingin mengubah hidup Anda dan dapat berkomunikasi lebih efektif tanpa mengakhiri setiap percakapan dengan argumen, yuk kita coba terapkan cara-cara berikut ini untuk bisa menjadi pakar komunikasi dalam kehidupan kita sendiri.

1. Berhenti Berbicara Tentang Diri Sendiri
Tentunya sangat mudah untuk menceritakan tentang diri kita sendiri. “Saya adalah orang yang sangat menyukai yoga, saya bekerja di perusahaan ternama, saya memiliki jabatan yang bagus, oh ya! Saya sangat suka makan mie goreng dan...” ya, bahkan kita bisa menceritakan tentang diri kita sendiri lebih dari 30 menit. 
 
Kenyataannya, tidak semua orang senang dan bahagia mendengarnya. Tidak semua orang menganggap itu sebagai sesuatu yang positif. Perlu pembaca Career Advice ketahui, dengan terlalu berfokus menceritakan diri kita sendiri, sebenarnya kita sedang menciptakan penghalang antara kita dan orang-orang di sekitar kita (yang menjadi pendengar). 
 
Daripada terus menerus menceritakan diri kita sendiri, fokuslah untuk bertanya dengan lawan bicara kita. Tanyakan tentang masalah apa yang mereka miliki, dan bagaimana pengalaman kita dapat bermanfaat bagi mereka? Meskipun begitu, jangan terlalu menyentuh kehidupan pribadi mereka. Ingat, kita dan audiens bukanlah saudara kandung atau sahabat yang bisa menceritakan hal-hal pribadi satu sama lain. 
 
Jangan lupa untuk menyapa audiens dengan sapaan yang hangat. Misalnya, “Halo, para hadirin yang berbahagia, bagaimana kabar Anda semua hari ini?”
 
Satu tip penting untuk para pembaca, pastikan Anda sudah melakukan riset yang cukup untuk mengetahui siapa audiens Anda dan topik apa yang benar-benar cocok untuk disampaikan. Tip ini tidak hanya bermanfaat untuk berbicara di depan umum, namun juga di dalam percakapan sehari-hari.
 
2. Ajukan Pertanyaan Unik
Selama ini kita sering mendengar pertanyaan "Bagaimana keadaan dirimu hari ini?" yang ditanyakan seseorang kepada lawan bicaranya, mungkin ini sudah cukup pasaran dan orang-orang sudah mulai bosan mendengarnya. Daripada mengajukan pertanyaan yang klasik terus-menerus, gimana kalau kita coba mengajukan pertanyaan lain, namun masih memiliki inti yang sama. Contohnya, “Hei, apa saja yang sudah kamu lakukan selama waktu luangmu hari ini?"
 
Meskipun memiliki inti yang sama, kedua pertanyaan tersebut akan memiliki respon yang berbeda. Jika seseorang ditanya "Hei Ratna, bagaimana keadaan dirimu hari ini?", pasti orang tersebut akan reflek menjawab, "Eh, enggak apa-apa kok" atau “oh, aku baik-baik saja kok”, tanpa menguraikan jawaban lebih lanjut. Tetapi, jika seseorang diberikan pertanyaan “Hei Ratna, apa saja yang sudah kamu lakukan selama waktu luangmu hari ini?". Mungkin pendengar akan menjawab, “hari ini aku ke kantor, eh seru loh ternyata ada rekan kerja baru yang lulus dari universitas yang sama dengan aku…” bahkan mungkin jawabannya lebih panjang dari contoh itu. 
 
Mengajukan pertanyaan yang lebih spesifik akan membuat orang lebih terbuka. Pastikan kita bertanya dengan tulus dan bukan sekedar formalitas belaka. 
 
3. Tidak Berbelit-belit
Apakah rekan-rekan Career Advice cenderung berbicara berbelit-belit tanpa menyampaikan informasi yang tepat, singkat, padat, dan jelas? Jika ya, Anda bukan satu-satunya orang yang cenderung melakukan hal ini, sadar atau tanpa disadari. Namun, alangkah lebih baiknya jika mulai sekarang kita mengurangi sikap berbelit-belit tersebut. Mengapa demikian? Karena tidak semua orang senang mendengarkan pembicaraan yang panjang, namun tidak ada intinya sama sekali. 
 
Salah satu cara terbaik untuk meningkatkan keterampilan komunikasi adalah berbicara singkat tetapi spesifik.
 
Setiap kali mengetik email atau menyampaikan sesuatu, entah melalui telepon atau langsung, kita harus berupaya untuk membatasi kata-kata yang disampaikan. Ini bukan hanya menghemat waktu dan tenaga kita, namun juga membantu pendengar untuk lebih cepat mengerti apa yang kita ucapkan tanpa harus membuat mereka bingung dengan alur perbincangan yang ada. 

4. Diam selama Satu Menit
Mendengarkan secara efektif adalah salah satu komponen kunci untuk komunikasi yang hebat. Orang-orang di zaman dahulu sangat begitu meyakini bahwa, disaat satu orang berbicara, maka yang lain harus mendengarkan. Jika semua orang berbicara dalam waktu yang bersamaan, maka komunikasi tidak akan berjalan dengan baik. Tidak ada inti pembicaraan yang dapat dipahami oleh setiap individu. 
 
Penelitian juga telah membuktikan bahwa dengan mendengarkan secara efektif, kita akan mendapatkan lebih banyak informasi dari orang yang kita dengarkan, kita akan meningkatkan kepercayaan orang lain pada diri kita, mengurangi konflik, memahami serta dapat memotivasi orang lain.
 
Bersikap diam saat orang lain berbicara juga bukan hanya menjadikan kita sebagai pendengar yang lebih baik, namun juga memberikan nilai positif lainnya, seperti bersikap sopan dengan tidak menyelesaikan kalimat orang lain, mendapatkan kesempatan untuk mengevaluasi bahasa tubuh yang cocok untuk situasi tersebut, memberi ruang untuk merasakan apa yang orang lain rasakan dan memberi kesempatan untuk benar-benar memahami argumen yang ingin kita sampaikan. 
 
Dari keempat rahasia komunikasi di atas, kita dapat mengetahui dengan jelas bahwa untuk menjadi pakar komunikasi, bukan hanya harus memiliki konten menarik, yang ingin didengar oleh khalayak ramai, namun juga perlu memiliki sikap yang baik dan sopan, seperti tidak berbelit-belit saat berbicara, tidak selalu terfokus pada diri sendiri sebagai topik pembicaraan utama, dan mendengarkan orang lain saat mereka berbicara kepada kita. So, selamat mencoba keempat rahasia di atas untuk semua pembaca Career Advice.
 
Jika ingin menyelenggarakan training Komunikasi, silakan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)
info@studilmu.com 
Featured Career Advices
7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

6 Cara Menggali Potensi Diri

6 Cara Menggali Potensi Diri

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Inisiatif

Inisiatif

Kunci Utama Produktivitas Kerja

Kunci Utama Produktivitas Kerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

Lingkungan Kerja Multigenerasi

Lingkungan Kerja Multigenerasi

6 Fakta Strategi Pemasaran di Media Sosial yang Harus Diketahui

6 Fakta Strategi Pemasaran di Media Sosial yang Harus Diketahui

Podcast adalah Cara Terbaru Memperluas Jaringan Bisnis

Podcast adalah Cara Terbaru Memperluas Jaringan Bisnis

5 Strategi Pemasaran di Instagram yang Perlu Dilakukan

5 Strategi Pemasaran di Instagram yang Perlu Dilakukan

6 Cara Membangun Budaya Kerja yang Hebat untuk Tim

6 Cara Membangun Budaya Kerja yang Hebat untuk Tim

9 Tipe Kepribadian Manusia yang Menyebalkan dan Cara Menghadapinya

9 Tipe Kepribadian Manusia yang Menyebalkan dan Cara Menghadapinya

Mengapa Kita Memerlukan Kecerdasan Emosional dalam Pekerjaan?

Mengapa Kita Memerlukan Kecerdasan Emosional dalam Pekerjaan?