Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 4 Penghambat Manajemen Waktu

4 Penghambat Manajemen Waktu


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 10, 2019

 
Saya benci mengakui hal ini, tetapi saya agak berlebihan. Saya menulis seluruh buku yang membahas tentang manajemen waktu. Namun terkadang saya sendiri masih kesulitan mengatur waktu. Saya pikir itu hanya salah satu dari hal-hal yang tidak pernah bisa dikuasai sepenuhnya. Kita semua melalui fase saat kita merasa kewalahan secara mental dan fisik. Pada titik itu, kita perlu mengambil langkah mundur dan mengevaluasi kembali.
 
Seperti yang saya katakan sebelumnya, saya menulis buku kerja tentang produktivitas. Dan, pada kenyataannya, saya pikir ini justru membahayakan produktivitas saya. Saya menghadapi beberapa kendala manajemen waktu dan, ketika saya mulai menyadarinya, saya berpikir bahwa orang lain juga mungkin menghadapi masalah yang sama. Jadi, saya akan membagikan pemikiran saya di sini dan semoga pemikiran ini dapat membantu Anda yang mengalami tantangan serupa.
 
1. Penekanan Berlebihan pada Alat
Saya sangat payah dengan alat-alat. Saya menyukai mereka sampai titik obsesi. Kotak, buku, binder, notes, folder, pena, gadget teknologi, apa saja. Saya tidak bisa masuk ke toko alat tulis tanpa merasa pusing. Saya selalu berpikir bahwa saya membutuhkan mereka. Suatu hari, saya baru saja duduk untuk mengerjakan beberapa buku kerja, tiba-tiba, saya sadar bahwa saya membutuhkan papan tulis. “Ya, papan tulis akan membuat proses pencurahan pendapat menjadi jauh lebih produktif,” pikir saya. "Aku tidak bisa bekerja tanpa papan tulis !!".
 
Saya begitu terobsesi dalam ide papan tulis sampai akhirnya saya harus menghentikan hal yang sedang saya lakukan, lalu saya pergi ke toko terdekat dan membeli satu. Ini saya lakukan hanya untuk mendapatkan kembali fokus saya.
 
Apakah sebenarnya alat semacam ini penting? Jawabannya adalah tidak.
 
Alat-alat tersebut memberi kita perasaan bahwa kita dapat menjadi produktif saat kita memilikinya. Tetapi, pada akhirnya, mereka hanya menghabiskan waktu, energi, dan uang. Tentu, beberapa alat tersebut bermanfaat. Tetapi kebanyakan dari kita terlalu menekankan pada alat, kita tidak pernah menyelesaikan hal yang sedang kita kerjakan dan membuat perencanaan yang harus dilakukan selanjutnya. Papan tulis itu sangat membantu saya, hanya selama sekitar satu hari. Saya belum menyentuhnya lagi sejak itu. Sebagian besar alat-alat yang saya pikir dapat menunjang produktivitas hanya akan berakhir di sebuah tempat dan menjadi sarang debu.
 
Alat-alat ini bisa dengan mudah menjadi alasan. Kita sering kali meyakinkan diri sendiri bahwa segalanya akan berbeda begitu kita memiliki komputer baru, lemari arsip atau buku agenda harian. Tapi sungguh, tidak ada satu alat pun yang dapat membuat kita menjadi lebih produktif. Ini semua bergantung pada diri sendiri. 

2. Banyak Hal yang Harus Saya Lakukan
Terkadang saya mendapati diri saya mengulangi mantra ini berulang-ulang. Itu telah membakar otak saya dan, menjadi sebuah kepercayaan yang termanifestasi dalam diri dan seolah-olah menjadi sebuah kebenaran. Apakah saya benar-benar harus melakukan banyak hal? Mungkin rasanya terlalu banyak tetapi, pada kenyataannya, saya memiliki jumlah yang sempurna. Semakin saya meyakinkan diri saya sendiri, saya semakin kewalahan, semakin saya merasa bahwa saya memiliki banyak hal untuk dilakukan dan semakin sedikit tindakan yang saya ambil. Dalam situasi ini, saya lebih fokus terhadap frustasi dan mengeluh. Saya menghabiskan semua waktu mengelola energi. Saya tidak menggunakan waktu tersebut dengan bijak.
 
Saya pikir, di tempat kerja, kita semua dilatih menjadi sibuk. Semakin banyak yang harus kita lakukan, semakin kita merasa aman dan penting perasaan. Jadi, kita sudah terbiasa untuk menekankan beban kerja yang berat dan daftar pekerjaan yang melimpah. Tetapi kita justru terlalu sering membingkainya dalam cara negatif. Ya, kita mengeluh dan mengeluh. Kita berpikir, "Saya tidak punya cukup waktu untuk melakukan semuanya!" Kita perlu mengubah keyakinan ini dan mengubah pernyataan tersebut menjadi, "Saya punya cukup waktu untuk melakukan hal yang paling penting." Inilah cara untuk membentuk pikiran yang baik sehingga Anda akan terdorong dengan pikiran tersebut untuk menyelesaikan tugas-tugas yang Anda miliki. 

3. Hal yang Paling Penting.
Inilah inti masalahnya, Anda harus mengetahui hal yang menjadi prioritas dan memahami perbedaan antara hal-hal yang membuang waktu dan pekerjaan yang benar-benar penting. Cobalah untuk jujur ??menilai situasi kita saat ini. Cobalah juga untuk mengeliminasi setiap tugas yang tidak penting dan menaruh tugas yang benar-benar penting. kita semua pasti memiliki waktu yang cukup untuk menyelesaikan itu semua. 

4. Kehilangan Hal Besar Diantara Hal Kecil 
Mengapa saya ingin mengatur waktu saya secara efektif? Sebenarnya, tujuannya adalah agar saya dapat memiliki lebih banyak waktu untuk melakukan hal-hal yang saya sukai dengan orang yang saya cintai. Tetapi saya sering melupakan hal itu. Ketika saya sangat produktif dan akhirnya menyelesaikan proyek lebih awal dari yang diharapkan, saya hanya mengambil tugas lain dan terus bekerja. Lalu, apa gunanya perencanaan itu?.
 
Kita semua harus mengingat nilai-nilai dan alasan yang lebih besar yang membuat kita begitu menghargai waktu. Kita perlu menghargai usaha kita dengan melakukan hal-hal yang kita impikan, seperti pergi berlibur, bersantai dengan anak-anak kita, atau bahkan tidak melakukan apa-apa! Apa yang membuat waktu begitu berharga bagi Anda? Sisihkan waktu Anda dan lakukanlah.
 
Saya berusaha keras untuk tidak kehilangan hutan hanya karena sebuah pohon dengan artian kehilangan hal besar diantara hal kecil. Saya melakukan segala upaya untuk menghargai diri sendiri ketika saya mencapai tujuan manajemen waktu. Saya berjalan-jalan dengan anjing saya, menghabiskan malam dengan teman-teman, dan, sesekali, saya membiarkan diri saya mengunjungi toko alat tulis.
 
Itulah hal-hal yang dapat saya bagikan untuk mengatasi hambatan manajemen waktu yang dimiliki setiap orang. Gunakanlah waktu Anda sebaik mungkin dengan tugas-tugas penting dan jangan terpaku dengan alat yang Anda pikir dapat membantu menjadi lebih produktif. Ingatlah juga bahwa Anda perlu menggunakan waktu untuk melakukan hal-hal berharga di hidup Anda dengan orang-orang yang Anda cintai. Jangan sampai Anda kehilangan hutan hanya karena sebuah pohon. 
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis