Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 10 Hal yang Tidak Dapat Ditoleransi oleh Pengusaha Sukses

10 Hal yang Tidak Dapat Ditoleransi oleh Pengusaha Sukses


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 23, 2019

 
Mungkin sebelumnya rekan-rekan Career Advice sudah sering membaca artikel-artikel yang menjelaskan bagaimana cara menjadi orang sukses? Apa saja rutinitas yang dilakukan oleh orang-orang sukses sehingga mereka bisa memiliki karier yang gemilang? 
 
Namun, apakah rekan pembaca tau apa saja hal-hal yang tidak dapat ditoleransi oleh pengusaha sukses? Nah, kami merangkum 10 hal yang tidak dapat ditoleransi oleh para pengusaha sukses di dunia. Mau tau apa saja? Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 
 
1. Tidak melakukan tindakan apapun.
Hal pertama yang sangat tidak bisa ditoleransi oleh para pengusaha sukses adalah tidak melakukan tindakan apapun. Para pengusaha sukses tidak akan membiarkan diri mereka duduk berdiam diri saja. Kalau mereka melakukan hal seperti itu, bagaimana mereka bisa sukses?
 
Sedangkan, kebanyakan orang sukses terdiri dari orang-orang yang selalu bergerak aktif dan bekerja keras untuk mengejar impian hidup mereka. Tidak hanya itu, mereka tidak akan berdiam diri di dalam zona nyaman. Jadi, pergilah keluar dan kejarlah kesuksesan Anda. 
 
2. Mereka tidak ingin menjadi rata-rata.
Tidak akan ada pengusaha sukses yang merasa puas menjadi orang yang biasa-biasa saja. Mereka selalu ingin lebih. Dengan kata lain, berprestasi lebih, berkontribusi lebih, dan lain sebagainya. Seorang pengusaha sukses akan selalu mendorong diri mereka agar bisa meraih pencapaian-pencapaian baru. 
 
Bagaimana untuk tidak menjadi seorang yang sama seperti orang lain (rata-rata)? Caranya adalah berikan tantangan yang berbeda-beda untuk diri kita setiap harinya. Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, jangan biarkan zona aman membuat kita merasa terlalu nyaman dan tentram, sampai akhirnya kita tidak melakukan apapun. 
 
Mereka juga selalu menantang diri sendiri untuk menjadi seorang yang penuh dengan kreativitas. Terlebih lagi, di dalam dunia bisnis kita sangat memerlukan inovasi, perkembangan dan perubahan yang terjadi secara terus-menerus memaksa kita untuk selalu membuat perubahan yang positif. Sehingga, kita tidak hanya berdiam diri dan menjadi seperti kebanyakan orang (rata-rata). 
 
3. Kebiasaan negatif? Hmm, ga banget deh!
Para pengusaha sukses atau orang-orang sukses pastinya sudah terbiasa menerapkan kebiasaan-kebiasaan positif, dari awal mereka bangun di pagi hari sampai saat mereka ingin beranjak tidur. Kebiasaan buruk seperti mengeluh adalah hal yang sangat mereka hindari sebagai seorang pengusaha. 
 
Mereka sangat sadar bahwa kehidupan tidak selalu menawarkan kebahagiaan dan kenangan manis, namun rasa pahit dan sakit pun ada. Dan, untuk menghadapi segala hal buruk tersebut, mereka tidak menghadapinya dengan keluhan-keluhan yang semakin membuat mereka terlihat lemah atau melemahkan orang-orang di sekitarnya. 
 
Seringkali mereka menyembunyikan keluhan mereka, dan hanya mengeluh di dalam hati, namun segera bangkit kembali dengan self-talk (perbincangan pribadi) yang penuh dengan kata-kata positif. 

4. Menyerah sebelum berperang? Oh tidak!
Hal keempat yang tidak bisa ditoleransi oleh para pengusaha sukses adalah menyerah sebelum berperang (berusaha). Pantang bagi mereka untuk berkata “saya tidak bisa” atau “saya menyerah” sebelum usaha dilakukan. Bahkan kalau bisa nih, mereka akan mengeluarkan energi dan usaha mereka sampai titik darah penghabisan, layaknya para pejuang yang melawan penjajah demi meraih kemerdekaan. 
 
Para pengusaha bisa mencapai kesuksesan mereka bukan tanpa perjuangan, jadi jika mereka bisa melakukannya, mengapa kita tidak? 
 
5. Ketidakjujuran
Kejujuran adalah salah satu kunci kesuksesan. Dari kejujuran, orang-orang di sekitar kita akan mempercayai kita. Di dalam bisnis, kejujuran juga memiliki peranan yang sangat penting. Bagaimana bisa ada hubungan kerja dengan mitra atau klien, jika tanpa kepercayaan yang berasal dari kejujuran? Orang-orang sukses sangat memahami pentingnya menjalani kehidupan yang jujur ??dan otentik. Ketidakjujuran hanya akan membuat hidup kita menjadi sengsara. Inilah mengapa orang-orang sukses sangat menjauhi sikap ketidakjujuran dan sangat menghargai mereka yang mampu bersikap jujur dan apa adanya. 

6. Hubungan beracun (toxic).
Tidak semua orang memiliki kepribadian seperti yang kita inginkan, atau memiliki kepribadian yang menyenangkan orang lain. Kita pasti sering bertemu dengan orang-orang yang jalan pemikirannya hampir gila, karena sangat menyusahkan orang lain. Mereka ini biasanya orang-orang yang sangat sulit untuk diajak kompromi, suka memfitnah, suka memojokkan orang lain, dan lain sebagainya. Hhh, sangat sulit memang untuk berhadapan dengan para individu yang seperti ini. 
 
Orang-orang sukses tidak akan membiarkan diri mereka terperosok dalam hubungan yang beracun atau negatif. Mereka akan tetap menjaga fokus mereka untuk memecahkan masalah dan tidak tergoda untuk menjadikan permasalahan kecil menjadi suatu hal yang besar dan rumit. Sama sekali tidak ada drama di dalam kehidupan orang-orang sukses. Bagi mereka, itu sama saja seperti membuang-buang waktu, jika mereka meladeni orang-orang negatif seperti ini. Dengan kata lain, hubungan yang beracun sama sekali tidak dapat ditoleransi oleh orang-orang sukses. 

7. Melakukan pemborosan.
Untuk dapat mencapai kesuksesan, diperlukan kerja keras dalam jangka waktu yang panjang. Tidak ada hasil yang instan di dunia ini, meskipun ada, itu akan hilang secara cepat. Para pengusaha sukses sangat mengontrol waktu dan uang mereka dengan sangat baik. Sehingga, mereka tidak melakukan pemborosan pada uang atau waktu yang mereka miliki. Mereka sangat percaya bahwa sikap pemborosan, terutama untuk hal-hal yang tidak bermanfaat, hanya akan menghasilkan kerugian. Jadi, pemborosan juga termasuk hal-hal yang tidak dapat ditoleransi oleh para pengusaha. 
 
8. Bersikap sombong.
Pengusaha yang benar-benar sukses bukanlah mereka yang memiliki pendapatan sangat tinggi dibandingkan pengusaha-pengusaha lainnya, namun mereka adalah orang-orang yang sukses dan tetap berendah hati kepada orang lain. Tidak ada sikap sombong yang tertanam di hati mereka. Bagi para individu yang seperti ini, kesuksesan yang mereka miliki sekarang adalah kontribusi dari orang-orang disekitarnya juga. Contohnya, doa tulus dari sang ibu, dukungan keluarga dan teman-teman karib. Sikap sombong adalah hal yang tidak dapat ditoleransi oleh para pengusaha sukses. 

9. Ragu-ragu atau bimbang.
Dunia ini memang penuh dengan banyak pilihan, namun bukan berarti kita harus bersikap ragu-ragu atau bimbang dalam menentukan pilihan. Para pengusaha sukses akan sangat cepat memilih pilihan yang terbaik untuk dirinya dan orang lain, ketika sudah memilih mereka juga tidak akan takut bahwa pilihannya salah. Bukankah setiap kesalahan atau kegagalan selalu ada pelajaran yang bisa kita ambil? Mereka tidak akan ragu atau bimbang, dan mereka juga akan menerima segala konsekuensi yang ada dengan berlapang dada.  

10. Mudah terpancing emosi. 
Hal terakhir yang sangat tidak bisa ditoleransi oleh para pengusaha sukses adalah mudah terpancing emosi. Kemarahan, kekesalan adalah bentuk emosi yang meluap-luap. Para pengusaha sukses sebisa mungkin menghindari hal ini, karena mereka sadar kemarahan hanya akan merugikan mereka. Daripada terbawa emosi, lebih baik berpikir dengan kepala dingin dan menyelesaikan permasalahan dengan bijak. 
 
Oke, itulah 10 hal yang sangat dihindari oleh para pengusaha sukses, sekaligus hal-hal yang tidak dapat ditoleransi oleh mereka. Jadi, apakah rekan-rekan Career Advice setuju bahwa 10 hal di atas perlu dihindari? Jika ya, yuk sama-sama kita hindari 10 hal di atas. Tetap semangat ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang