Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Memunculkan Kreativitas dengan Design Thinking

Memunculkan Kreativitas dengan Design Thinking


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 01, 2019

 
Apakah yang dimaksud dengan design thinking?
 
Design thinking adalah sebuah konsep berpikir yang dipopulerkan oleh Rolf Faste. Ini adalah latihan pemecahan masalah yang mengaktualisasi ide dan membuat penyelesaian masalah dengan cara yang praktis namun kreatif. Berdasarkan sebuah penelitian, kreativitas adalah faktor yang membuat beberapa perusahaan tetap bertahan di tengah krisisnya ekonomi. Ini membuat banyak para pebisnis ingin mengetahui cara berpikir seorang desainer. Sehingga mereka dapat menerapkannya dalam usaha mereka dan mencapai kesuksesan besar.
 
Pola pikir ini berfokus pada orientasi tindakan. Ini berbeda dengan pola pikir konvensional karena pola pikir ini mengeksplorasi banyak kemungkinan sehingga dapat menghasilkan keputusan yang tepat. Metode ini menggabungkan kebutuhan user atau pengguna, dengan kemampuan teknologi yang sesuai, dan tetap membuat sesuatu yang dapat berhasil sebagai sebuah bisnis. Design thinking bukanlah milik para pengusaha saja. Ini juga diperlukan oleh setiap orang, termasuk saya dan setiap pembaca Career Advice. Desain berkontribusi untuk kesuksesan kita karena cara berpikir ini dapat menciptakan kreativitas dan mengeluarkan kita dari cara-cara tradisional.
 
Pola pikir ini juga berpusat pada inovasi individu. Setiap pemahaman yang dihasilkan berasal dari ide-ide setiap individu. Tujuannya adalah melayani kebutuhan pengguna yang tidak dapat diucapkan melalui pengetahuan mendalam akan masalah yang dimilikinya. Tentunya, ketika kita mampu mengimplementasikan ide-ide yang kita miliki, peluang kesuksesan akan semakin bertambah. 
 
Sebuah proses dengan pola pikir ini dibagi dalam 5 tahapan: 
1. Empathize
Tahap pertama dalam pola pikir ini adalah memiliki empati dalam memahami permasalahan. Yang harus diingat akan design thinking bahwa empati memainkan peran penting di dalamnya. Jangan membuat asumsi. Cobalah untuk membenamkan diri dalam lingkungan agar Anda memiliki pemahaman pribadi yang mendalam akan masalah yang ada. Ini jauh lebih penting daripada asumsi yang Anda buat. Singkatnya, seseorang yang memiliki design thinking, haruslah mampu untuk menempatkan diri mereka pada posisi orang lain. Seorang desainer perlu mengetahui pengalaman, emosi, dan situasi dari si pengguna.
 
2. Define
Informasi yang Anda kumpulkan dalam tahapan empathize, adalah informasi yang akan Anda gunakan dalam tahapan ini. Anda harus mampu mendefinisikan inti permasalahan yang sebenarnya. Jika disederhanakan, Anda harus mampu mendefinisikan masalah dari sudut pandang para pelanggan Anda, atau siapapun yang Anda layani. Anda tidak menggunakan sudut pandang pribadi Anda sendiri. Hal ini dapat dilakukan dengan membuat list kebutuhan user dan menggunakan pengetahuan mengenai kondisi yang sedang terjadi.
 
Misalnya, daripada rekan pembaca harus mengatakan ‘Kita perlu meningkatkan tampilan halaman kita sebesar 10%’ lebih baik Anda menggantinya dengan kalimat ‘Para pembaca membutuhkan konten yang berkualitas tinggi’. Inilah yang disebutkan bahwa para perancang yang memiliki design thinking haruslah menghargai kebutuhan pelanggan yang tak terpenuhi.

3. Membuat Gagasan
Ketika segala sesuatu telah siap, para desainer haruslah mampu menghasilkan ide untuk menyelesaikan permasalahan. Hal terpenting yang harus dimiliki adalah kemampuan untuk berpikir di luar kotak. Anda harus mengidentifikasi solusi terbaru dan melihat masalah dengan sudut pandang alternatif. 
 
Tahapan ini menggunakan brainstorming akan ide-ide terburuk yang mungkin muncul. Dengan begini, Anda merangsang pikiran Anda untuk memiliki pemikiran yang bebas dan memperluas ruang masalah. Anda harus mencoba untuk mendapatkan ide sebanyak mungkin atau mendapatkan solusi sebanyak mungkin saat melakukan brainstorming. Lalu, pertimbangkan cara terbaik yang benar-benar dapat menyelesaikan masalah dengan tepat. 
 
4. Prototype 
Tahap prototype adalah tahapan eksperimen. Ini bertujuan untuk menghasilkan beberapa produk yang dapat dibagikan dan diuji oleh tim atau orang lain diluar tim.
 
Melalui eksperimen ini, tim akan dapat mengidentifikasi solusi terbaik yang mungkin dapat diterapkan. Solusi-solusi tersebut diselidiki oleh setiap anggota tim lalu diterima, diperbaharui dan diujikan kembali, atau mungkin ditolak. Ini semua bergantung pada umpan balik setiap pengguna.
 
Dan pada akhirnya, seorang perancang akan memiliki gambaran yang jelas tentang perilaku dan cara berpikir pengguna.

5. Test
Tahapan akhir dari design thinking adalah menguji produk yang dihasilkan berdasarkan solusi terbaik pada tahapan sebelumnya. Design thinking bukanlah sebuah proses linear. Pada praktiknya, pengujian menghasilkan banyak ide baru. Informasi yang dikumpulkan dari tahapan ini digunakan untuk membedakan masalah dan memberikan pemahaman kepada klien. Dari pengalaman pengguna dalam menggunakan produk uji coba, maka akan didapatkan masukkan untuk membuat produk yang lebih baik dan melakukan perbaikan pada produk yang ada. Jadi, tahapan akhir ini bukanlah keputusan akhir. 
 
Itulah pola pikir yang dimiliki seorang perancang. Lalu bagaimana saya dan rekan pembaca dapat menerapkan pola pikir ini dan apa keuntungan yang akan didapat?
 
- Pola pikir ini membantu Anda untuk tampil lebih baik dalam pekerjaan.
Katakanlah Anda ingin meningkatkan produktivitas dalam pekerjaan. Pertama, Anda harus menanyakan diri sendiri tentang gangguan yang Anda miliki. Tingkat produktivitas yang rendah membuat Anda kelelahan dalam pekerjaan. 
 
Ketika Anda mencoba untuk mencari masalahnya, temukanlah segala kemungkinan yang menyebabkan masalah tersebut. Mungkin Anda memiliki kesulitan untuk fokus. Lalu, temukanlah solusi terbaik. Lakukan brainstorming dan penelitian akan solusi-solusi terbaik yang dapat Anda terapkan. Anda mungkin perlu mengambil beberapa waktu untuk beristirahat saat bekerja, atau mematikan beberapa alat komunikasi yang mengganggu. Cobalah setiap solusi tersebut satu persatu dan temukan solusi terbaik yang cocok untuk Anda. Akhirnya, Anda akan mampu menemukan solusi terbaik untuk permasalahan yang Anda miliki.
 
- Design thinking membantu Anda mencapai tujuan pribadi.
Bagaimana jika tujuan yang ingin dicapai adalah tujuan pribadi? Ya, konsep berpikir ini juga berguna untuk mencapai tujuan pribadi. Design thinking dapat membantu seseorang untuk mengatasi kemalasan seseorang.
 
Saya telah mengalaminya. Ini membantu saya mengatasi kemalasan untuk berolahraga. Saya merasa sangat malas untuk pergi ke gym, sampai akhirnya saya bertanya, ‘Apa yang akan dihasilkan gym kepada saya?’. Tentunya, saya ingin menjadi lebih sehat, bugar dan kuat. Saya menemukan bahwa alasan-alasan yang saya miliki setiap hari adalah alasan yang sama, saya tidak memiliki waktu atau pekerjaan yang terlalu melelahkan saya. Jadi permasalahan yang saya miliki adalah tidak tersedianya slot waktu yang cocok untuk pergi ke gym. 
 
Lalu saya mencoba satu persatu kemungkinan solusi terbaik yang tepat bagi saya. Saya pergi ke gym selama istirahat makan siang, pulang bekerja, diakhir pekan, dll. Akhirnya saya memilih satu waktu yang benar-benar tepat untuk saya.
 
Baik rekan pembaca. Itulah penjelasan tentang design thinking yang dapat memunculkan kreativitas. Jadi, design thinking bukanlah hanya sebuah pendekatan yang membawa kesuksesan dalam bisnis saja, ini juga membantu kita untuk memecahkan masalah yang kita miliki sehari-hari. Ingatlah 5 tahapan design thinking dan cobalah untuk mengikuti. Salam sukses bagi setiap rekan pembaca Career Advice. 
Featured Career Advices
3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.