Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Kesalahan Karier yang Mungkin Anda Lakukan

5 Kesalahan Karier yang Mungkin Anda Lakukan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 01, 2019

 
Halo rekan-rekan Career Advice, apapun profesi pilihan Anda, kita semua memiliki kesamaan, yaitu selalu berusaha untuk melakukan yang terbaik. Gagal memenuhi tenggat waktu atau melakukan hal lain untuk membahayakan pekerjaan atau karier merupakan hal yang dilakukan dalam pekerjaan. Namun, bisakah kita membuat kesalahan besar padahal kita berpikir kita melakukan langkah yang benar?
 
Berikut adalah kesalahan yang Anda lakukan dan dapat berdampak buruk bagi karier Anda.
 
1. Membuat Diri Anda Offline
Anda harus tahu bahwa saluran media sosial seperti Twitter, Facebook, dan bahkan LinkedIn memiliki peluang bagi kemajuan karier Anda. Anda mungkin ingin membiarkan profil Anda tidak aktif, atau bahkan menjadikan diri Anda offline sepenuhnya ketika bekerja. Tetapi itu adalah langkah yang salah, menurut seorang pelatih karier, perekrut sekarang ini mencari sumber informasi tambahan tentang kandidat secara online. Informasi online yang positif tentang Anda akan meningkatkan prospek pekerjaan Anda, karena itulah yang akan dicari oleh para perekrut untuk menentukan kandidat yang akan mereka temui untuk wawancara. Situs media sosial seperti LinkedIn, Twitter, dan Facebook adalah beberapa situs pertama yang muncul di mesin pencari dan situs-situs ini mewakili diri Anda yang sebenarnya.  
 
Sang ahli mengatakan bahwa memiliki profil saja tidak cukup. Anda harus memiliki kehadiran yang dinamis. Itu berarti Anda dapat menggunakan saluran ini untuk mempromosikan diri Anda dengan cara yang positif dan profesional. Ketika Anda menemukan artikel industri yang menarik, Anda dapat membagikannya di media sosial Anda. Dari sinilah, perekrut atau pewawancara akan melihat Anda. Mereka akan menemukan individu yang menarik dan produktif. (Dan jika Anda mengelola beberapa jaringan sepertinya terlalu banyak, Anda selalu dapat secara otomatis menautkan Twitter, Facebook, dan LinkedIn Anda, sehingga setiap postingan Anda disiarkan ke ketiga jaringan sekaligus).
 
2. Ikatan Dengan Rekan Kerja
Apakah rekan pembaca menghadiri pertemuan lain diluar jam kerja? Jika ya, ini adalah langkah yang tepat. Cobalah untuk berpartisipasi saat hari relawan, dan mengikuti bentuk ikatan kelompok lain dengan rekan-rekan kerja Anda. Mereka semua yang terlibat juga merupakan orang-orang yang menghabiskan 40 jam per minggu seperti Anda.
 
Tetapi hubungan masalah akan timbul ketika Anda menjadi sangat dekat dengan beberapa rekan kerja dan tidak membaur dengan yang lain. Ini akan menyulitkan ketika Anda membutuhkan dukungan orang lain yang tidak berada dalam kelompok Anda. Untuk menghindari hal ini, cobalah untuk mengambil beberapa langkah sederhana seperti pergi makan siang dengan sekelompok atau orang yang berbeda setiap hari. Anda juga bisa duduk di sebelah orang-orang yang bukan berasal dari departemen yang sama saat pertemuan rapat. Semakin besar perusahaan tempat Anda bekerja, semakin penting untuk menjadi jeli dan berhati-hati. Ingatlah bahwa akan ada orang-orang yang mendukung Anda maupun menyerang Anda. 
 
3. Mengandalkan Daftar Pro dan Kontra
Pernahkah Anda membuat daftar pro dan kontra tentang pekerjaan atau proyek potensial? Jika ya, ini adalah langkah yang masuk akal. Anda menguraikan semua alasan yang seharusnya dan yang tidak dapat dilakukan dalam mengambil langkah baru untuk membuat keputusan yang rasional.
 
Jika Anda memiliki firasat buruk akan seorang bos atau peluang kerja yang menjanjikan di awal, inilah waktunya untuk menggali informasi. Gali secara dalam untuk memastikan apakah firasat tersebut benar atau tidak, terutama saat Anda ingin memulai pekerjaan pertama. 
 
Ketika Anda merasa gugup pada wawancara pertama, Anda dapat memeriksa kembali di wawancara kedua. Namun, jika kecemasan Anda tidak berhenti, mungkin ini adalah pertanda bahwa Anda tidak perlu mengambil kesempatan tersebut. 
 
Jangan pernah mengabaikan suara kecil di telinga Anda memperingatkan Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Setelah Anda melakukan riset dan berjejaring, jika karier, industri, atau pekerjaan yang Anda jelajahi tidak terasa tepat bagi Anda, pertimbangkan kembali. Pekerja yang paling bahagia adalah pekerja yang menikmati pekerjaannya dengan bidang pekerjaan yang mereka cintai. 

4. Memperjuangkan Pekerjaan yang ‘Seadanya’
Rekan pembaca tidak perlu merasa minder jika memiliki pekerjaan yang tidak sesuai dengan jalur karier Anda. saya yakin, ketika Anda mengambil pekerjaan ini, Anda bertujuan untuk menghasilkan uang sambil menunggu Anda mendapatkan pekerjaan yang benar-benar sesuai dengan karier Anda. Anda juga mungkin berpikir bahwa ini merupakan sebuah persiapan dan pelatihan untuk membuktikan bahwa Anda adalah seorang pekerja keras. 
 
Sebagai pencari kerja, Anda harus memposisikan diri Anda sebagai kandidat tepat yang dicari perekrut. Pekerjaan sampingan merupakan sebuah gangguan untuk karier utama Anda. jadi, daripada Anda harus mengambil pekerjaan yang sementara, lebih baik Anda melatih beberapa keterampilan yang berhubungan dengan jalur karier yang ingin Anda tekuni.
 
5. Selalu Siap Siaga
Anda memiliki banyak pekerjaan di meja kerja Anda. Apakah rekan pembaca pernah mendapatkan telepon diluar jam kerja, email dan pesan tengah malam bahkan di akhir pekan dan bahkan pesan saat Anda sedang berlibur?
 
Banyak orang membuat kesalahan karena mereka tidak tahu caranya mengatakan tidak. Mereka berpikir bahwa ketika mereka menolak, maka orang yang meminta akan marah dan membuat hubungan menjadi tidak harmonis lagi. Tetapi, yang ada Anda akan selalu memiliki beban kerja yang bertambah dan terus bertambah
 
Tentu saja, tidak ada seorangpun yang menyarankan Anda untuk tidak melakukan pekerjaan dan tugas-tugas. Disinilah Anda harus menguasai cara untuk mendelegasikan tugas. Mendelegasikan tugas adalah keterampilan yang harus dimiliki setiap pekerja, terutama jika Anda adalah manajer atau calon manajer.  Ketika Anda menolak untuk mendelegasikan tugas, maka Anda bukanlah seorang guru ataupun mentor, dan bukan pula seorang pengawas. Mendelegasikan tugas merupakan salah satu kriteria yang dibutuhkan untuk promosi karier. Lagipula, ketika Anda mampu mendelegasikan tugas, maka Anda dapat menciptakan suasana yang menyenangkan di liburan Anda, tanpa ada gangguan yang menguras pikiran Anda. 
 
Itulah 5 kesalahan karier yang biasa terjadi dalam kehidupan karier kita. Dengan membaca artikel ini, rekan pembaca dapat mengenali kesalahan yang mungkin ada sehingga Anda dapat mengantisipasi dan mengatasinya. Dan pada akhirnya, rekan pembaca dapat terus melakukan kemajuan demi kemajuan dan mencapai tujuan karier yang diimpikan. 
Featured Career Advices
Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

7 Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Startup

7 Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Startup

9 Pelajaran Hidup yang Tidak Didapatkan dari Sekolah Bisnis

9 Pelajaran Hidup yang Tidak Didapatkan dari Sekolah Bisnis

10 Cara Orang Sukses Menjadi Semakin Kaya

10 Cara Orang Sukses Menjadi Semakin Kaya