Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 10 Cara Memotivasi Karyawan

10 Cara Memotivasi Karyawan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Mar 05, 2019

 
Mungkin ada banyak artikel yang telah membahas bagaimana cara mendapatkan motivasi di tempat kerja, namun sebenarnya apa sih penyebab utama yang sebenarnya dihadapi oleh karyawan di kantor saat mereka merasa sedang tidak termotivasi. 
 
Ini merupakan tantangan bagi setiap pemimpin perusahaan untuk tidak menghancurkan motivasi intrinsik yang dimiliki setiap karyawan dalam bekerja. Jika pembaca Career Advice adalah seorang pemimpin atau pemilik bisnis yang memiliki anak buah, dan beritikad untuk memotivasi para karyawannya. Berikut ini adalah sepuluh tindakan yang perlu kita hindari agar motivasi karyawan tidak menghilang atau menurun. 

1. Jangan Membuat Aturan yang Terlalu Mengekang
Aturan atau kebijakan memang sangat diperlukan dalam sebuah organisasi atau perusahaan. Nah, kebijakan-kebijakan inilah yang nantinya akan membantu untuk menciptakan tempat kerja yang nyaman, legal, etis dan juga efektif. Meskipun begitu, tidak semua permasalahan yang ada di dalam kantor dapat diatasi dengan kebijakan yang ada. Satu hal yang perlu kita ingat bahwa jangan sampai kebijakan yang ada bukannya membuat lingkungan kerja menjadi semakin nyaman dan teratur, malah membebani semua karyawan. Sehingga, mereka merasa berat untuk pergi ke kantor. 
 
2. Jangan Perlakukan Karyawan Seperti Anak-Anak
Percaya atau tidak, ini adalah hal yang sering dilakukan oleh para manajer atau pemimpin perusahaan. Seringkali mereka memperlakukan karyawan bukan seperti orang dewasa, melainkan seperti anak kecil. Karyawan adalah orang dewasa yang juga memiliki kehidupan seperti kita, mereka memiliki keluarga, bekerja, berinvestasi, berbisnis serta melakukan hal-hal profesional lainnya. Beri kepercayaan kepada karyawan Anda, sehingga mereka merasa diperlakukan seperti karyawan dewasa, bukan seperti anak TK. 

3. Jangan Terlalu Mempermasalahkan Kesalahan yang Sepele
Setiap manusia pasti melakukan kesalahan, baik kesalahan besar atau kecil. Karyawan Anda juga mungkin melakukan kesalahan. Tapi, jangan sampai kita mempermasalahkan kesalahan sepele yang mereka lakukan dan terus membicarakannya sampai karyawan merasa tidak nyaman. Dalam hal ini, manajer harus memberikan umpan balik yang seimbang. Bimbing karyawan dalam setiap hal, namun bukan mempermasalahkan setiap hal kecil yang mereka lakukan. 
 
4. Jangan Menerapkan Kebijakan yang Tidak Adil 
Jangan pilih kasih dengan karyawan kita. Beberapa perusahaan melakukan kesalahan yang fatal seperti, menerapkan kebijakan yang berbeda-beda antara karyawan satu dengan yang lainnya. Dalam hal ini, pemimpin juga perlu menerapkan hukuman dengan adil, maksudnya adalah konsisten dengan apa yang diucapkan dan apa yang dilakukan. Beberapa pemimpin melakukan kesalahan dengan memiliki semangat yang berkobar-kobar dalam membuat sebuah kebijakan, namun saat ada yang melanggar, dan karyawan tersebut dengan dengan manajer, maka manajer tersebut menolak untuk menegurnya. Ini adalah hal yang sangat tidak adil, dan karyawan lainnya akan kepercayaan diri. Motivasi mereka di tempat kerja akan menghilang perlahan-lahan karena melihat ketidakadilan yang terjadi. 
 
5. Jangan Meremehkan Inisiatif dan Ide Karyawan
Setiap orang memiliki pemikiran yang berbeda-beda. Di dalam dunia pekerjaan dan bisnis, ide-ide yang cemerlang benar-benar diperlukan. Sayangnya, tidak semua karyawan berani untuk mengemukakan saran dan ide-ide yang mereka miliki. Jadi, saat mereka mampu menyampaikan aspirasi mereka, tugas kita sebagai seorang pemimpin adalah menghargai yang mereka sampaikan. Jangan langsung menolaknya mentah-mentah, tampung dulu aspirasi mereka. Bahkan, jika perlu diskusikan kembali dengan pihak manajemen. Lalu, apa yang terjadi jika kita meremehkan inisiatif dan aspirasi yang mereka berikan? Fatal. Motivasi mereka akan semakin menurun karena mereka menganggap diri mereka tidak sehebat kolega lainnya yang idenya Anda terima. 
 
6. Jangan Buat Karyawan Seolah-olah Tereksploitasi
Jangan pernah menuturkan atau memperlakukan karyawan seakan-akan mereka sedang diberdayakan oleh perusahaan. Ini hanya akan mematikan motivasi para karyawan. Mereka akan merasa kehilangan nilai kehidupan yang berarti, karena mereka berasumsi bahwa pergi bekerja hanya untuk diberdayakan, tidak ada kebebasan atau penghargaan bahwa mereka adalah seorang manusia, bukan robot. 
 
Manajer atau pemimpin perusahaan harus dengan jelas menjelaskan apa harapan dan visi misi kita kedepannya. Sehingga, karyawan juga tahu mereka dan tim sedang menuju ke arah mana. Jadikan karyawan sebagai bagian dari tim, teman profesional yang benar-benar layak untuk kita hargai, bukan seperti seorang ‘bawahan’.
 
7. Jangan Terlalu Mendominasi
Manajer, bos dan pemimpin adalah orang-orang yang memiliki otoritas tinggi, namun ini bukan berarti mereka harus selalu mendominasi segala hal. Sebagai contoh, di dalam sebuah rapat. Akankah lebih baik jika seorang pemimpin mau mendengarkan apa yang dikatakan oleh karyawannya, atau mempersilahkan karyawan untuk berbicara agar mereka dapat mengemukakan pendapat. 
 
Manajer mungkin takut bahwa jika dia berhenti bicara, karyawan akan mengajukan tuntutan yang tidak dapat dipenuhi. Apapun alasannya, jika seorang manajer berbicara lebih dari 50 menit dalam sebuah pertemuan, ini akan menimbulkan masalah motivasi pada karyawan di tempat kerja.

8. Jangan Menyebarkan Informasi Pribadi Karyawan 
Landasan paling terpenting dalam hubungan antara karyawan dengan manajernya adalah kepercayaan. Kepercayaan ini bukan hanya akan menghasilkan komunikasi yang baik, namun juga meningkatkan motivasi karyawan di tempat kerja. 
 
Coba bayangkan saat kita begitu mempercayai seorang karyawan karena kinerja mereka yang dapat diandalkan. Dengan kepercayaan yang kita berikan kepada mereka, ini akan membuat mereka semakin bersemangat setiap ingin berangkat bekerja. 
 
Bagaimana jika pemimpin secara sengaja atau tidak sengaja menyebarkan informasi pribadi karyawan? No, ini akan menjadi hal yang sangat berbahaya. Hindari hal ini karena jika tidak kita akan kehilangan motivasi dari para karyawan hebat kita. 
 
9. Jangan Mengukur Aspek Kerja yang Tidak Dapat Dilakukan Karyawan
Ini juga merupakan salah satu hal yang dapat menghancurkan motivasi karyawan di tempat kerja, saat kita mengukur kinerja karyawan berdasarkan sesuatu yang tidak dapat mereka lakukan sama sekali. 
 
Jangan sampai kita membuat karyawan menjadi malas untuk bekerja memberikan yang terbaik, hanya karena kita menuntut lebih kepada mereka dan mengukur aspek di luar jangkauan mereka. 
 
10. Jangan Pelit Senyum
Senyum adalah simbol persahabatan antara satu orang dengan yang lainnya. Bagi kita para pemimpin di kantor atau tempat kerja manapun, tersenyum akan membuat karyawan kita menjadi lebih bersemangat dalam bekerja. Para pemimpin yang murah senyum akan menciptakan lingkungan kerja yang nyaman bagi para karyawannya. 
 
Yap, itulah sepuluh hal yang perlu kita hindari agar motivasi yang dimiliki karyawan tidak cepat memudar ataupun menurun. Jika rekan pembaca adalah seorang pemimpin perusahaan, yuk semangat dalam menghindari hal-hal di atas. 
Featured Career Advices
7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

7 Cara Meningkatkan Fokus di Tempat Kerja

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Ingin Pelanggan Tetap Setia? Coba 4 Strategi Ini!

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

Kompetitif adalah Sikap yang Perlu Dipertahankan

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

9 Cara Mengatasi Kecemasan dan Meningkatkan Kepuasan Kerja

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

7 Cara Agar Pemasaran Produk Menjadi Lebih Sukses

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

Peranan Pola Pikir Growth Mindset bagi Karier dan Kehidupan

6 Cara Menggali Potensi Diri

6 Cara Menggali Potensi Diri

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

9 Rahasia Meraih Kepuasan Pelanggan dengan Layanan Kelas Dunia

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

3 Langkah Mengajarkan Orang Lain Cara Kerja yang Baik dengan Bisnis Kita

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

8 Strategi Pelayanan dalam Menangani Keluhan Pelanggan yang Marah

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Cara Menghilangkan Sifat Egois dalam Diri

Inisiatif

Inisiatif

Kunci Utama Produktivitas Kerja

Kunci Utama Produktivitas Kerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

7 Hal yang Dapat Disampaikan dalam Penilaian Kinerja

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

6 Manfaat Menulis Jurnal Harian

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

3 Langkah Membuat Konten Video di Media Sosial yang Keren

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

5 Cara Menghadapi Rekan Kerja yang Lebih Muda

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

8 Tips Membangun Hubungan yang Baik dengan Klien

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

5 Cara Memanfaatkan Waktu Makan Siang

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

10 Strategi Pemasaran Media Sosial untuk Mengembangkan Bisnis

Lingkungan Kerja Multigenerasi

Lingkungan Kerja Multigenerasi

6 Fakta Strategi Pemasaran di Media Sosial yang Harus Diketahui

6 Fakta Strategi Pemasaran di Media Sosial yang Harus Diketahui

Podcast adalah Cara Terbaru Memperluas Jaringan Bisnis

Podcast adalah Cara Terbaru Memperluas Jaringan Bisnis

5 Strategi Pemasaran di Instagram yang Perlu Dilakukan

5 Strategi Pemasaran di Instagram yang Perlu Dilakukan

6 Cara Membangun Budaya Kerja yang Hebat untuk Tim

6 Cara Membangun Budaya Kerja yang Hebat untuk Tim

9 Tipe Kepribadian Manusia yang Menyebalkan dan Cara Menghadapinya

9 Tipe Kepribadian Manusia yang Menyebalkan dan Cara Menghadapinya

Mengapa Kita Memerlukan Kecerdasan Emosional dalam Pekerjaan?

Mengapa Kita Memerlukan Kecerdasan Emosional dalam Pekerjaan?