Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Service Recovery (1)

Service Recovery (1)


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 06, 2018

Pada dasarnya penanganan keluhan pelanggan – apalagi untuk keluhan yang tidak rumit dan tidak memerlukan waktu panjang dan inovasi mahal untuk menanganinya, secara sederhana terdiri dari enam hal utama:

1. Dengarkan

Setiap orang yang kecewa pasti ingin mengungkapkan kekecewaannya, dan perlu didengarkan dengan baik. Perusahaan perlu tahu dengan jelas masalah yang terjadi. Berikan waktu untuk customer mengeluarkan segala kekesalannya, jangan memotong, apalagi dengan kalimat sangkalan. Biarkan customer menyelesaikan kalimatnya. Dengan mendengarkan dan berempati, customer merasa dihargai. Kadar emosi customer yang mengeluh akan menurun ketika didengarkan dengan baik, sehingga dia dapat berpikir dengan tenang dan menangkap penjelasan yang Anda sampaikan.

Jangan sibuk mencari pembelaan diri, seperti yang dilakukan oleh vendor kami. Itu hanya akan menambah kekesalan customer, dan membuat Anda semakin sulit menawarkan penyelesaian.

2. Meminta maaf

Sekalipun belum jelas siapa yang salah, mintalah maaf terlebih dahulu, minimal untuk keadaan atau ketidaknyamanan yang terjadi. Permintaan maaf yang tulus merupakan senjata yang ampuh untuk meredakan emosi pelanggan, dan merupakan modal penting untuk memasuki pembicaraan berikutnya.

3. Pastikan penyebab permasalahan

Kita tidak akan dapat mengatasi keluhan tanpa mendengarkan dan memahami dengan baik apa yang disampaikan customer. Itulah sebabnya kedua poin di atas sangat penting dilakukan terlebih dahulu, supaya pada fase ini susana panas sudah mereda dan pembicaraan berjalan dengan baik. Kita dapat mengklasifikasikanproblem ke dalam beberapa jenis kategori. Kaitannya dengan bagian atau divisi, misalnya produk, harga, pelayanan, proses pengiriman, cara pembayaran, dan sebagainya. Atau berkaitan dengan besar kecilnya permasalahan, dimana kita dapat mengkategorikannya menjadi: quick kill problem (dapat segera diselesaikan) atau big problem (perlu waktu, eskalasi dan bahkan recovery).

Untuk contoh di atas, vendor ketring sama sekali tidak berusaha mendengarkan, mencari penyebab permasalahan, apalagi memberikan solusi. Seharusnya dia dapat setidaknya menanggapi dengan  “Jadi ada salah satu makanan yang seperti basi? Mohon maaf, kami akan mengecek di mana kesalahannya. Karena kami sendiri bingung apa penyebabnya”.

Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang