Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Rasa Percaya dan Konflik Sehat

Rasa Percaya dan Konflik Sehat


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 11, 2019

 

Ada satu serial televisi yang saya ikuti dan menjadi favorit. Dengan judul singkat, House, serial ini sukses meraih berbagai penghargaan bergengsi. Sebut saja Emmy Award dan Peabody Award, penghargaan untuk keunggulan dalam jurnalisme penyiaran radio dan televisi, film dokumenter, program pendidikan, program anak-anak, dan hiburan.  mengisahkan hari-hari seorang dokter ahli bernama House. Dengan gayanya yang nyentrik, blak-blakan, ceplas ceplos, hingga terkesan tidak sopan dan tak punya empati, House memang bukan dokter favorit untuk dijadikan partner. Namun kemampuan, kejelian, dan pengetahuan luasnya menjadikannya dokter andalan dalam memecahkan kasus kesehatan yang aneh dan membingungkan, sebagai Kepala Departemen Diagnosa.

Dengan perilaku dan perangai House yang terkenal “sulit”, tidak mengherankan jika ia selalu bertentangan dengan banyak pihak. Bukan sekali dua kali ia bersitegang dengan rekan kerja hingga anggota timnya. Konflik sepertinya tidak pernah absen dari keseharian dr. House. Selain nyentrik, House juga keras kepala dan pendirian. Dia tidak ragu menentang pendapat junior hingga seniornya, mematahkan analisa mereka dengan argumennya, hingga mempertahankan tindakan nekat dan berbahaya – yang tidak jarang akan menempatkan pasien pada situasi berbahaya. Salah seorang pasiennya bahkan pernah menyebutnya sebagai ‘bajingan obsesif’. Sementara anggota timnya ingin mengundurkan diri dan bekerja dalam tim dokter lain yang ia anggap “lebih punya sopan santun”.

Uniknya, segala tindakan beresiko yang ia rekomendasikan, ia sampaikan pada anggota timnya dengan analisa kuat dan argumen tepat. Seperti saat dalam satu episode, seorang pasien yang sudah menandatangani permintaan untuk tidak lagi mendapat perawatan maupun upaya penyembuhan melaporkan House atas pelanggaran hukum, karena menyelamatkannya saat sekarat. Pasien telah bertahun-tahun menderita, dan tidak ada pengobatan yang menunjukkan hasil. Ia sudah putus asa dan lelah mencoba. House berdebat dalam konflik panjang dengan anggota timnya, hingga ia mempertanyakan penilaian timnya tentang kredibilitasnya. Meminta mereka untuk mengesampingkan penilaian tentang perangainya, hanya berfokus pada kemampuannya sebagai dokter. Mempertanyakan kepercayaan mereka akan kualitasnya sebagai dokter. Saat itu timnya mengakui bahwa ia adalah dokter yang hebat, dan meyakini kemampuannya. Dan saat itu juga House meminta mereka untuk fokus pada usaha menemukan penyebab gejala mematikan yang dialami sang pasien, dan berusaha menyelamatkannya – karena itulah tugas mereka. Dan akhirnya, itulah yang mereka lakukan, fokus menemukan sumber penyakit dalam diskusi yang saling bertentangan, penuh penolakan atas teori satu dengan yang lain. Diskusi dalam konflik yang sehat.

Lewat berbagai analisa yang mereka lakukan, ditemukan bahwa ada semacam tonjolan cedera yang tak terlihat dalam hasil MRI, yang membuat pasien sakit menahun dan didiagnosa tidak panjang umur. Namun menurut analisa House, jika tonjolan tersebut dibuang akan dapat membuat pasien terselamatkan. House sampaikan hal ini pada pasien dengan bahasa logis dan win-win bagi pasien. Dan pasien pun menyetujuinya.

Sosok House dalam serial ini jauh dari karakter “pahlawan” atau tokoh utama dalam pakem mainstream yang sering kita lihat di sinema – sopan, mengerti orang lain, mendengarkan masukan, dll. House lebih mirip sosok anatagonis yang selalu berkonflik dengan orang-orang di sekitarnya. Namun satu hal yang juga dengan kuat ditunjukkan dalam serial ini, adalah tentang rasa percaya dalam tim, yang memungkinkan mereka dengan nyaman mengemukakan pendapat, rasa tidak setuju, hingga menolak mentah-mentah sambil menjelaskan mengapa pendapat rekannya dinilai salah. Konflik mereka memperkaya satu sama lain. Konflik mereka membawa mereka selangkah lebih maju ke menemukan jawaban yang tepat. Konflik mereka sehat.

Dalam tim, hanya rasa percayalah yang mampu membuat setiap anggotanya berani dan bisa berkonflik secara sehat. Mereka tidak memandang perbedaan pendapat antar mereka sebagai tanda-tanda ketidak akuran mereka sebagai tim. Justru sebaliknya, konflik mereka, adalah alat utama untuk mendapatkan pemecahan masalah yang tepat. Dan ini yang perlu kita tumbuhkan dalam tim kita. Misi yang sulit, namun memberi hasil terbaik jika berhasil dilakukan.

 

“When there is trust, conflict becomes nothing but the pursuit of truth, an attempt to find the best possible answer.”

-Patrick Lencioni-

Featured Career Advices
5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

5 Mindset untuk Menjadi Pengusaha Kaya

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

4 Kesalahan Branding Produk dari Bisnis Startup

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

5 Alasan Musuh Terbesar adalah Diri Sendiri

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang