Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Politik Kantor seperti Penyakit Flu

Politik Kantor seperti Penyakit Flu


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 12, 2019

 
Istilah politik kantor mungkin cukup terdengar familiar di telinga kita, dan tidak ada hal yang lebih buruk dari moral yang terlibat dengan politik di tempat kerja. Ini adalah hal yang memang sangat sulit untuk kita jauhi, bahkan tidak ada cara mutlak untuk dapat memastikan “apakah kita terlibat dengan politik kantor atau tidak?” Politik kantor hampir sama dengan penyakit flu, yang mana penyakit flu ini adalah penyakit yang paling mudah menular. Coba bayangkan saja, saat satu rekan kerja Anda sedang terkena flu, selama beberapa hari ke depan mungkin akan ada rekan kerja lainnya yang terjangkit flu juga. 
 
Terkadang, apa yang disampaikan oleh rekan-rekan kerja kita adalah informasi-informasi penting yang mungkin kita perlukan, namun tidak semua informasi dapat berguna untuk kita. Bisa jadi kedepannya, informasi yang mereka sampaikan akan menjadi masalah yang rumit. Lama-kelamaan, antara satu karyawan dengan yang lainnya akan saling meremehkan, mencemooh, bahkan saling menghasut. Tidak! Ini sangat tidak baik untuk kemajuan karier siapapun yang terlibat dalam politik kantor. 
 
Apabila mungkin rekan pembaca menemukan gejala politik kantor di tempat kerja Anda, percayalah, ini bisa menyebar dengan sangat cepat seperti api yang disiram dengan bensin atau minyak tanah, dan cepat atau lambat ini dapat melumpuhkan organisasi tersebut. 

Flu Inkubasi secara Diam-diam
Pada artikel kali ini, kita akan lebih sering mengaitkan antara politik kantor dan penyakit flu. Cara untuk menghadapi politik kantor ini akan kami analogikan dengan bagaimana cara kita membuat sistem kekebalan tubuh (imun) yang kuat. Baik, sama seperti penyakit flu yang dipicu oleh faktor lingkungan sekitar kita, munculnya politik kantor juga disebabkan karena lingkungan kerja yang telah terinfeksi (lingkungan kerja yang tidak baik dan sudah tidak kondusif). 
 
Biasanya, politik kantor dapat terungkap saat terjadi suatu atau beberapa perubahan di dalam organisasi atau perusahaan tersebut. Contohnya, tiba-tiba perusahaan mempromosikan manajer baru, memperluas perusahaan, memecat karyawan (bahkan terkadang dalam jumlah yang banyak), atau mengurangi jumlah karyawan di kantor. 
 
Layaknya penyakit flu yang akan mempengaruhi orang-orang dengan sistem kekebalan yang lemah terlebih dahulu, politik kantor juga akan mempengaruhi karyawan-karyawan yang lemah terlebih dahulu. Biasanya, para karyawan yang hanya memikirkan karier mereka tanpa memperdulikan masa depan perusahaan, mereka adalah para pekerja yang cenderung akan terlebih dahulu dipengaruhi oleh politik kantor ini. 
 
Faktanya, para karyawan yang memperdulikan diri mereka sendiri tanpa memikirkan kebutuhan perusahaan, hanya akan menjadi bencana yang besar bagi budaya tempat kerja di organisasi atau perusahaan manapun. Mereka akan memperlakukan para karyawan yang ‘setuju’ pada mereka dengan sangat spesial, dan memojokkan siapapun yang berbeda pendapat dengan mereka. Situasi ini akan semakin parah, ketika kurangnya transparansi mengenai kebijakan tentang evaluasi kinerja dan promosi untuk para karyawan. Dikarenakan transparansi yang sangat sedikit ini, maka karyawan mulai bersaing satu sama lain. 
 
Persaingan di tempat kerja memang baik, namun persaingan yang terjadi di dalam politik kantor adalah persaingan kerja yang tidak sehat. Mengapa? Karena persaingan yang mereka lakukan hanya berfokus pada kemajuan diri mereka masing-masing, bukan untuk kemajuan bersama. 
 
Tanda-Tanda Gejala Politik Kantor
Pada awalnya, gejala politik kantor memang terlihat sangat ringan. Mungkin tidak banyak orang yang menyadari adanya gejala-gejala politik kantor. Misalnya, beberapa karyawan mulai merasa kesal dengan satu karyawan di kantor. Lalu, mereka mulai memperbincangkan orang tersebut di belakangnya secara diam-diam. 
 
Sama seperti gejala penyakit flu, mula-mula kita akan batuk-batuk, hidung akan berair, merasa pusing kepala, atau merasa kedinginan. Dari gejala-gejala tersebut, kita mulai menyadari bahwa ada yang tidak beres dengan tubuh kita. Gosip-gosip kecil yang dibiarkan akan menjadi persekongkolan pada beberapa karyawan yang tidak menyukai karyawan lainnya. Dan sebelum kita menyadari hal ini, kumpulan mereka akan saling membantu satu sama lain demi mendapatkan puncak karier di perusahaan tersebut. Seperti yang kami katakan sebelumnya, mereka bukan bekerja sama untuk kebaikan perusahaan, namun bekerja sama demi keuntungan pribadi mereka. Hasil yang paling parahnya lagi, organisasi atau perusahaan yang terjangkit politik kantor yang sangat kuat, lama-kelamaan akan gulung tikar. 
 
Lantas, Bagaimana Cara Membangun Sistem Kekebalan Tubuh yang Kuat?
Ketika seseorang merasakan gejala flu dan penyakit ini mulai tersebar ke dalam sistem tubuhnya, maka orang tersebut akan memiliki sejumlah reaksi. Ada yang mengabaikan gejala flu mereka, ada yang mulai beristirahat dengan cukup, minum obat flu, minum banyak air hangat, atau bahkan ke dokter untuk konsultasi. Biasanya, setiap orang bisa menerka-nerka, apakah mereka sudah melakukan pencegahan dengan sangat baik atau tidak, dan mereka biasanya tahu apa yang perlu mereka lakukan untuk menjadi lebih baik.
 
Hal ini juga berlaku pada politik kantor, yang mana gejala politik kantor yang semakin kuat akan mempengaruhi seseorang untuk bereaksi secara berbeda-beda. Berikut ini adalah beberapa cara untuk membangun sistem kekebalan tubuh dalam melawan politik kantor. 
 
- Merekrut karyawan dengan bijak
Langkah awal yang bisa kita lakukan untuk mencegah politik kantor adalah dengan bertindak sangat berhati-hati dan bersikap bijaksana saat merekrut karyawan. Pada sesi wawancara, ketika perekrut dari satu organisasi bertemu dengan kandidat yang penuh dengan ambisi untuk mendukung visi dan misi perusahaan, dan tidak hanya berfokus pada kesuksesan karier mereka, maka kandidat tersebut layak untuk dipertahankan dan diterima dengan baik di perusahaan.  
 
- Bersikap adil dan menyampaikan harapan perusahaan dengan sangat jelas.
Organisasi membutuhkan aturan dasar sehingga setiap orang dapat memiliki pengalaman kerja yang berharga. Menyampaikan harapan perusahaan dengan sangat jelas terhadap karyawan juga sangat penting, sehingga mereka makin tersadar dengan budaya kerja yang harus diterapkan.  
 
Pastikan bahwa beban kerja didistribusikan secara adil, melarang gosip, dan memberi orang kesempatan untuk menyuarakan pendapat mereka secara konstruktif, ini akan sangat membantu mencegah politik kantor.
 
- Kenali tanda-tanda politik kantor dengan sangat baik.  
Selalu awasi budaya tempat kerja kita. Jika salah satu atau beberapa karyawan sudah mulai melanggar budaya kerja, maka kita harus berhati-hati. Para pelaku politik kantor akan memulai aksinya dengan sangat cepat, tanpa menunggu tingkat produktivitas menurun. 
 
Segera Obati Gejala Politik Kantor, dari Awal kita Merasakannya 
Apabila rekan-rekan Career Advice sudah merasakan gejala politik kantor di lingkungan kerja Anda. Jangan berdiam diri, segeralah obati gejala politik kantor ini. Seperti yang telah kami sampaikan di awal bahwa politik kantor dapat menular dengan sangat cepat, secepat wabah flu yang ada di lingkungan kita. 
 
Nah, politik kantor ini biasanya dimulai dari satu atau beberapa orang yang sekongkol. Coba identifikasi dan berbicara dengan orang-orang tersebut untuk mencari tahu apa alasan di balik drama yang menyebalkan ini. Ini dapat membantu Anda menentukan apakah masalah dimulai karena masalah dengan manajemen atau perekrutan.  
 
Apabila rekan pembaca termasuk ke dalam tim manajemen atau seorang yang memiliki keputusan tertinggi, saat menghadapi politik kantor, dan menemukan orang-orang yang terlibat di dalamnya dengan tidak peduli atas konsekuensi dari tindakan mereka, maka ini saatnya Anda mengucapkan “selamat tinggal”. Jangan terlalu lama ‘menyimpan’ para karyawan yang seperti itu, karena ini hanya akan membahayakan perusahaan Anda. Biarkan mereka pergi, dan selamatkan budaya kantor kita. 
 
Bagaimana jika kita bukan termasuk ke dalam tim manajemen dan tidak memiliki kontrol dalam mengambil keputusan? Apakah kita tetap harus mencegah gejala politik kantor?  
Jawabannya adalah “ya”, kita semua memiliki andil untuk dapat mencegah politik kantor. Apabila rekan-rekan Career Advice melihat atau merasakan sesuatu yang memprihatinkan dan itu semua melenceng dari budaya kantor Anda, coba diskusikan hal ini kepada manajer Anda, sehingga mereka dapat menanganinya secara proaktif. Para pemimpin yang peduli akan hal ini akan segera mengambil tindakan nyata. Namun, mereka yang tidak peduli akan membiarkan penyakit ini tersebar ke seluruh perusahaan. 
 
Cara terbaik untuk menyembuhkan politik kantor adalah menghentikan hal ini begitu sekelompok orang memulainya. Tentunya, tidak akan ada orang yang suka dengan lingkungan kerja yang tidak nyaman dan penuh dengan kekotoran politik kantor. Saya, Anda dan kita semua bertanggung jawab untuk membasmi politik kantor dimanapun kita berada. Semangat terus ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
5 Cara Meningkatkan Harga Diri

5 Cara Meningkatkan Harga Diri

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Kebahagiaan adalah Kunci Kesuksesan

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

Hubungan Pengaturan Waktu dan Produktivitas Kerja

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Ciri-ciri Kepemimpinan yang Baik dan Menginspirasi

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

5 Cara Menangani Kasus Nepotisme di Tempat Kerja

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

10 Frasa Pasif-Agresif yang Dapat Menghancurkan Bisnis

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal