Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Penyebab Bawahan Kurang Mandiri

Penyebab Bawahan Kurang Mandiri


STUDILMU Users
by Susanti Yahya
Posted on May 23, 2018

Mengapa bawahan menjadi kurang mandiri dan tidak berkembang? Berikut ini penyebab selanjutnya:
 

Atasan Tidak Berelasi Dengan Bawahannya
 
Dari riset yang dilakukan oleh CO2 Partner seperti dikutip oleh John H. Zenger dalam The Extraordinary Coach, hanya 1 dari 10 bawahan yang mau berbagi dengan atasan langsungnya saat menjumpai masalah. Secara rinci, karyawan meminta saran dari teman dekat dalam organisasinya (24%), senior lain dalam pekerjaan (15%), teman di luar tempat kerja (14%) – seperti yang dilakukan Siska, mentor atau coach (13%), supervisor (11%), pasangan (7%), dan tidak meminta saran dari siapapun (4%).
 
Ada sederet alasan mengapa bawahan enggan terbuka pada atasannya, seperti :
 
Relasi dalam dunia kerja memang memiliki keunikan dibandingkan dengan pola relasi dalam keluarga ataupun pertemanan. Dalam relasi keluarga dan pertemanan, aspek emosi lebih dikedepankan, bahkan hal itu menjadi keharusan. Tapi tentu berbeda dari keluarga dan pertemanan, pola relasi di tempat kerja cenderung bersifat rasional. Pola relasi yang dilahirkan pun terbentuk dalam kerangka pola kekuasaan. Kepentingan yang paling dibela adalah kepentingan mereka yang paling berkuasa dalam organisasi atau orang-orang di sekitarnya. 
 
Dalam pola relasi kekuasaan, peluang lahirnya tindakan manipulatif dan diskriminatif sangat besar. Atasan mendapat prioritas untuk dilayani oleh bawahan. Apapun yang dilakukan oleh atasan selalu dianggap benar. Sopan-santun berbahasa dan kode etik komunikasi di tempat kerja hanya menjadi hak atasan dan koleganya. Tetapi hal itu bukan kewajiban, karena menjadi pengecualian dalam komunikasi atasan pada bawahan. Bawahan bisa diperlakukan sangat rendah oleh atasan saat dianggap melanggar aturan perusahaan atau tidak sesuai kemauan atasan.
 
Tidak mengherankan bila relasi tempat kerja bisa menimbulkan pengalaman traumatis bagi mereka yang belum siap menghadapinya. Persaingan mendapatkan jabatan, tekanan tenggat pekerjaan, dan sejuta alasan lain bisa jadi alasan membenarkan tindak kekerasan (verbal) di tempat kerja oleh atasan pada bawahannya. Hal ini terlihat dari kasus Siska, dimana bawahan gagal berkembang bukan karena banyaknya nasihat, tetapi karena perkataan atasan yang membunuh harga dirinya.
 
Verbal abuse ini sangat berbahaya, dan sedihnya sering kali tidak disadari oleh seorang atasan. Tidak hanya membunuh harga diri bawahan, verbal abuse tak jarang berimbas pada performa kerja, penghargaan pada atasan, hingga lemahnya engagement dan menguatnya demotivasi. Kesemuanya itu tentu saja sering berujung pada satu hal, melambaikan tangan pada atasan untuk hengkang ke “keluarga baru” yang dinilai dapat lebih mampu menghargai.
 
David Sturt dalam “The Easiest Thing You Can Do to Be a Great Boss” yang dimuat di Harvard Business Review menuliskan bahwa ada suatu tindakan sederhana yang dapat meningkatkan kesuksesan manajer secara dramatis dalam mendapatkan dukungan dan ikatan dari para bawahan, yaitu mengakui hasil kerja yang baik. Hal tersebut berarti mengapresiasi pencapaian yang istimewa dari para pekerja anda dengan segera – dan melakukan hal tersebut secara konsisten dan tingkatkan secara teratur sejak awal.
Featured Career Advices
Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri