Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Tidak Memiliki Waktu Coaching?

Tidak Memiliki Waktu Coaching?


STUDILMU Users
by Susanti Yahya
Posted on Apr 27, 2018

“Saya mengerti coaching memang penting, tetapi pekerjaan yang lainnya membuat saya tidak punya waktu untuk coaching.”


Nah! Ini kalimat keramat, nih. Hampir semua atasan pernah mengungkapkan kalimat senada. “Coaching dengan melibatkan anak buah dalam percakapan memakan waktu lebih lama ketimbang langsung memberikan solusi. Dan pekerjaan saya tentunya bukan hanya coaching. Masih banyak pekerjaan penting lainnya yang lebih membutuhkan waktu saya!”. Tenang, Anda tidak sendiri. Banyak pemimpin juga memiliki beban pekerjaan yang berat seperti Anda. Tapi, coba bayangkan seperti ini:

Kita tidak memiliki waktu untuk coaching. Apakah anak buah akan mampu bila tidak pernah kita coaching? Tentu kurang. Apabila anak buah kurang mampu, apakah kita akan memberikan trust kepada dia untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan penting? Belum tentu. Akibatnya? Banyak pekerjaan terpaksa kita lakukan sendiri, sehingga ujung-ujungnya kita akan semakin kekurangan waktu bahkan untuk diri kita sendiri. 

Bayangkan apabila Anda mencoba untuk memprioritaskan waktu untuk coaching. Walaupun sepertinya waktu Anda sangat terbatas, tetapi Anda mencoba untuk memprioritaskannya di tengah kesibukan Anda. Ya, mungkin ada hari-hari dimana Anda terpaksa makan siang sambil coaching, atau ada hari-hari dimana Anda terpaksa menambah jam kerja Anda untuk lembur menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang lainnya karena Anda menyelipkan coaching di jam kerja Anda siangnya. Sekalipun sepertinya tiada waktu, tetapi bila kita hendak memprioritaskan sesuatu, pasti menjadi ada waktunya. Masih ingatkan pada saat kita pacaran? Walaupun kegiatan banyak tetapi sepertinya selalu ada waktu untuk bertemu sang pacar. Betul? Jadi, kemana prioritas Anda, di situlah waktu Anda akan mengalir.

Apabila kita memprioritaskan diri untuk coaching, maka anak buah kita tentunya akan lebih mampu. Apabila anak buah kita mampu, apakah kita akan percaya dengan dia? Tentu. Dengan demikian kita akan mendelegasikan pekerjaan-pekerjaan lebih banyak kepadanya. Dan bila pekerjaan sudah dapat kita delegasikan, maka kita menjadi memiliki waktu untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang lebih strategis lagi. Karena itu, kalau pada awalnya kita tidak hendak memprioritaskan waktu untuk coaching, maka pada akhirnya ternyata kita justru akan kekurangan waktu, bahkan untuk diri sendiri. Tetapi mereka yang berani mencoba memprioritaskan waktu untuk coaching pada akhirnya justru akan dapat menikmati waktu lebih untuk mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang lebih strategis dan mempersiapkan diri untuk jenjang yang lebih tinggi lagi dalam organisasi. Jadi sesungguhnya manfaat coaching  bukan untuk orang lain, tetapi untuk diri kita sendiri.  

Coaching yang dianalogikan dengan cara mengajar seorang bayi berjalan, karena manfaatnya untuk jangka panjang. Kemampuan itu memang dibutuhkan oleh organisasi dalam lingkungan persaingan usaha yang kian hari kian tinggi. Terhadap berbagai perubahan lingkungan usaha tersebut, coaching dianggap sebagai metode yang relatif fleksibel dan adaptif. Didasari fakta bahwa anak buahlah yang paling dekat dengan masalah di lapangan, maka solusi terbaik seyogyanya ditemukan oleh anak buah sendiri.

Dengan metode ‘menemukan sendiri’ solusinya, coaching juga dianggap sebagai metode yang memberdayakan anak buah. Hal ini tentu saja akan berdampak pada peningkatan rasa percaya diri dan tanggung jawab anak buah. 


Dengan metode ‘menemukan sendiri’ solusinya, coaching juga dianggap sebagai metode yang memberdayakan anak buah.


Sejalan dengan itu, atasan menjadi semakin berkurang pekerjaannya untuk terus menuntun anak buah. Melalui coaching pula, atasan bisa secara tidak langsung melakukan kaderisasi terhadap anak buah. Hal ini menguntungkan bagi perusahaan – juga bagi dirinya – manakala suatu ketika perusahaan membutuhkannya untuk posisi yang lebih tinggi (promosi).

Yang terakhir, menurut hasil riset, coaching terbukti memiliki korelasi yang sangat positif dengan kinerja dan komitmen kerja karyawan. Masih menurut hasil riset, pengaruh adanya kompetensi coaching bersama dengan kompetensi mendorong kinerja orang lain, ternyata sangat tinggi pengaruhnya dalam meningkatkan efektivitas seorang pemimpin. 

Jika ingin menyelenggarakan training Coaching, silakan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)

 

info@studilmu.com
Featured Career Advices
3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.