Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Pengertian Kreativitas dan Contoh Kreativitas

Pengertian Kreativitas dan Contoh Kreativitas


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

Pengertian Kreativitas
Kreativitas adalah kemampuan untuk menciptakan sesuatu yang baru, baik yang benar-benar merupakan hal baru atau sesuatu ide baru yang diperoleh dengan cara menghubungkan beberapa hal yang sudah ada dan menjadikannya suatu hal baru. Selain itu, kreativitas adalah hal-hal yang membuat kita takjub dengan hal-hal baru, karena kreativitas bisa mewujudkan ide-ide cemerlang kita. Berikut ini adalah contoh-contoh kreativitas. Berikut ini adalah contoh kreativitas di dunia fashion.
 
Seberapa besar ketertarikan Anda pada fashion? Mungkin tidak banyak. Tapi kisah berikut terlalu menarik untuk dilewatkan. Kisah tentang jas, pakaian iconic pekerja white collar.
 
Sepanjang sejarahnya jas berkonotasi dengan perkembangan sosial dan berasimilasi dengan kebudayaan Eropa sebelum merembas ke belahan dunia mana saja sekarang ini. Tuxedo atau yang biasa kita kenal dengan nama Jas yang berjenis pakaian formal ini biasanya digunakan oleh para pengusaha atau para kalangan atas untuk menunjukan status atau jabatan seseorang. 
 
Di awal abad 19, Napoleon Bonaparte menata kembali pakaian istana dengan memakai frock coat berwarna abu-abu yang terkenal menjadi cirinya. Jas pria kemudian berbentuk lebih sederhana dan gelap. Pengaruh jas Inggris telah membuat kaum pria di Eropa berpakaian dengan gaya yang lebih ringkas, nyaman dan gelap. 
 
Pada pertengahan abad 19 muncul setelan jas lengkap yang terbuat dari bahan sama untuk jas dan celananya. Setelan jas ini disebut sebagai setelan jas klasik dan menjadi ciptaan perintis untuk pakaian modern pria, yaitu setelan jas bisnis
 
Tuksedo adalah pakaian yang biasanya digunakan laki-laki pada saat acara resmi atau untuk menghadiri undangan suatu acara. Ternyata, tuksedo pertama kali dibuat di Inggris untuk seorang pangeran. Bermula dari Raja Edward VII yang pada tahun 1867 tampil memakai jas yang sama bahannya dengan celana panjangnya saat acara makan malam. Sejak itu kaum pria berpakaian dengan hanya satu warna gelap dari ujung kepala sampai ujung kaki, menurut Dictionaire de la Mode au Xxieme Siecle, arahan Bruno Remaury, terbitan Edition du Regard, tahun 1994. Desain pertamanya dibuat pada tahun 1860 oleh Henry Poole & Co.
 
Enam tahun kemudian, Pangeran Edward VII diundang ke Amerika oleh seorang jutawan bernama James Potter. Pada saat itu, Pangeran merekomendasikan kepada James agar memesan pakaian kepada Henry Poole untuk digunakan pada acara tersebut.  James pun menyetujui. James menyukai jas tersebut, kemudian ia menggunakan setelan itu ketika pergi ke country klub paling top di New York, Tuxedo Park Club. Akhirnya, pakaian tersebut menyebar dan populer di Amerika dengan nama tuxedo.
 
Hingga saat itu, tuksedo berkembang mengikuti perubahan mode, dan terus menguat sebagai fashion icon bagi kaum pria. Hingga pada tahun 1966, desain ternama Yves Saint Laurent memberikan hak atas “pakaian kebesaran” ini pada wanita, dengan memperkenalkan Le Smoking – setelan bergaya tuksedo untuk kaum wanita. Di masa itu, wanita yang mengenakan pakaian pria dipandang sebagai hal yang tidak pantas dan sangat salah. Tidak heran jika Yves Saint Laurent menuai berbagai protes dari banyak kalangan, atas kelancangan-nya mempublikasikan hal yang nyata-nyata salah menurut standar saat itu.
 
Kritikus fashion mengeluarkan jurus terpedas mengecamnya. Beberapa restoran bahkan melarang tamu wanita yang mengenakan pakaian terlarang ini masuk, bahkan tidak segan mengusirnya. Kritikus New York Times, Gloria Emerson, menggambarkan koleksinya sebagai ‘tidak halus (lumpy)' dan 'ketinggalan jaman' dan mengatakan Saint Laurent “Terlalu keras untuk meyakinkan dunia bahwa ia bergandengan tangan dan satu pandangan dengan orang-orang yang sangat muda.". 
 
Jika saja Saint Laurent saat itu tidak berani melakukan kesalahan dengan sedikit “melenceng” dari pakem yang diyakini saat itu, maka mungkin saat ini tidak ada kaum hawa yang tampak berkelas dalam balutan jas yang semakin beragam modelnya. Jika saja Saint Laurent saat itu menyerah dengan meminta maaf pada berbagai pihak yang merasa dilecehkan, dan menarik kembali karyanya dari publikasi, bisa jadi saat ini hanya karyawan pria yang tampak profesional dalam balutan jas.
 
Tapi Saint Laurent berani berkreasi dengan melakukan kesalahan – setidaknya menurut pakem masyarakat di abad itu. Dan sejak saat itu, ia semakin banyak meluncurkan koleksi anti mainstream nan kreatif yang mengantarkannya ke jajaran desainer ternama dunia. Saint Laurent adalah salah satu contoh sosok yang berani mengatasi hambatan untuk menjadi sosok yang kreatif, dan menjalani hidup yang kreatif.
 
Semoga ini menginspirasi Anda untuk berani mengambil resiko membuat kesalahan, untuk mengembangkan kreativitas.
 
"To live a creative life we must lose our fear of being wrong"
- Joseph C. Pearce -
Featured Career Advice
7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

Innovation

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

Generation Millennials & Z

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

Entrepreneurship

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

Productivity

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

Marketing & Sales

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

5 Cara Meningkatkan Kebahagiaan dalam Waktu 15 Menit

Happiness

5 Cara Meningkatkan Kebahagiaan dalam Waktu 15 Menit

4 Jenis Customer Service dan Cara Memaksimalkannya

Customer Service

4 Jenis Customer Service dan Cara Memaksimalkannya

4 Keterampilan Komunikasi untuk Mengikat Hati Milenial di Perusahaan

Communication

4 Keterampilan Komunikasi untuk Mengikat Hati Milenial di Perusahaan

Pengertian dan 4 Langkah Dasar Proses Pemecahan Masalah

Leadership

Pengertian dan 4 Langkah Dasar Proses Pemecahan Masalah

5 Tips Presentasi Hebat ala Steve Jobs

Communication

5 Tips Presentasi Hebat ala Steve Jobs

7 Tips Hebat Public Speaking ala Simon Sinek (TED Talks)

Communication

7 Tips Hebat Public Speaking ala Simon Sinek (TED Talks)

15 Tips Manajemen Waktu yang Baik untuk Meraih Tujuan Hidup

Self Improvement

15 Tips Manajemen Waktu yang Baik untuk Meraih Tujuan Hidup

6 Keterampilan Komunikasi yang Harus Dikembangkan Para Pengusaha

Communication

6 Keterampilan Komunikasi yang Harus Dikembangkan Para Pengusaha

6 Cara Penyampaian yang Baik dalam Public Speaking

Communication

6 Cara Penyampaian yang Baik dalam Public Speaking

6 Langkah Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Bisnis

Communication