Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Mana yang Lebih Penting, Sikap dan Perilaku Atau Kecerdasan Intelektual?

Mana yang Lebih Penting, Sikap dan Perilaku Atau Kecerdasan Intelektual?


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 05, 2019

 
Pernahkah rekan-rekan Career Advice berpikir tentang faktor apa yang menyebabkan seseorang bisa mencapai kesuksesan dalam hidup? Saat saya menanyakan pertanyaan ini di depan anggota tim saya, sebagian dari mereka menjawab “mereka yang sukses pasti memiliki modal yang banyak” dan sebagian lagi menjawab dengan jawaban yang sering saya dengar yaitu, “orang-orang sukses adalah mereka yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi”. 
 
Yap, faktor kecerdasan intelektual selalu dikaitkan dengan kesuksesan seseorang. Kenyataannya, sebuah penelitian baru yang dilakukan oleh Stanford University menemukan fakta lain yang cukup mengejutkan kita semua, bahkan dapat mengubah pikiran dan sikap kita terhadap hal ini. 
 
Seorang psikolog bernama Carol Dweck, telah mendedikasikan waktu dan energinya untuk mempelajari sikap dan kinerja seseorang. Dalam penelitian terbaru yang dilakukannya, Dweck mendapatkan hasil bahwa sikap kita adalah prediktor yang paling baik dan nyata untuk menentukan kesuksesan kita dibandingkan IQ atau kecerdasan intelektual. 
 
Hasil dari penelitiannya menunjukkan bahwa sikap inti yang dimiliki seseorang masuk ke dalam satu dari dua kategori yaitu, pola pikir tetap (fixed mindset) atau pola pikir berkembang (growth mindset). Pada artikel kali ini, kita juga bisa melihat “apakah saya termasuk ke dalam seseorang yang memiliki pola pikir tetap atau pola pikir yang berkembang?”
 
Mereka yang memiliki pola pikir tetap adalah orang-orang yang yakin siapa dirinya yang sebenarnya dan mereka sangat yakin bahwa segala apa yang ada pada dirinya tidak dapat diubah. Individu dengan pola pikir seperti ini cenderung menolak sebuah perubahan, karena mereka sangat yakin “perubahan tidak perlu bagi saya”.
 
Sayangnya, orang-orang dengan pola pikir tetap akan merasa kewalahan saat mereka menghadapi tantangan yang mereka rasa diluar dari kemampuan yang mereka miliki. Hasilnya? mereka cenderung mudah menyerah dan putus asa.  
 
Sebaliknya, para individu yang hidup dengan pola pikir berkembang cenderung menyukai usaha keras. Mereka selalu ingin berubah menjadi lebih baik dengan upaya keras yang mereka miliki. Meskipun mereka memiliki kecerdasan intelektual yang tidak terlalu tinggi, namun dengan kerja keras dan terus bersikap positif, mereka selalu berhasil menemukan peluang-peluang emas yang tidak pernah terduga sebelumnya. Dalam kata lain, selalu ada hal baru yang dapat mereka pelajari dari tantangan yang dihadapi. 
 
Seperti artikel kami yang berjudul “kerja keras lebih baik daripada bakat”, bahkan orang yang berbakat sekalipun akan kalah dengan mereka yang selalu bekerja keras. Itulah mengapa sikap dan perilaku yang positif, jauh lebih penting daripada kecerdasan intelektual semata. Coba kita lihat gambar perbandingan di bawah ini. 
 
 
Dari gambar perbandingan di atas dapat terlihat jelas bahwa seseorang yang memiliki pola pikir tetap, terlihat cerdas namun memiliki kecenderungan menjauhi tantangan, mudah menyerah dengan rintangan yang ada, menganggap kerja keras hanyalah upaya yang sia-sia dan suka menjauhi umpan balik (bagi mereka tidak ada umpan balik yang konstruktif). 
 
Sekarang coba rekan-rekan Career Advice lihat bagian pola pikir berkembang. Mereka yang memiliki pola pikir berkembang selalu terlihat antusias untuk terus belajar dan mengembangkan diri. Mereka suka menerima tantangan, bertahan dalam menghadapi kegagalan, meyakini bahwa tidak ada usaha keras yang sia-sia dan mereka selalu mengambil pelajaran dari umpan balik yang mereka dapatkan. 
 
Setiap manusia memiliki akal sehat yang selalu meyakinkan bahwa setiap orang memiliki kemampuan, kepintaran dan peluang untuk sukses. Namun, semuanya dapat berubah saat kita dihadapi dengan sebuah KEGAGALAN dan RINTANGAN. 
 
Saya setuju dengan apa yang Dweck sampaikan bahwa “kesuksesan dalam hidup adalah tentang bagaimana sikap kita dalam menghadapi kegagalan”. Dweck menggambarkan orang-orang yang memiliki pola pikir berkembang, ketika menghadapi kegagalan akan berkata “Usaha yang saya lakukan ini memang belum berhasil, tapi saya adalah pemecah masalahnya, jadi saya tidak boleh menyerah dan saya akan mencoba cara lain sampai ini berhasil”. Orang-orang dengan pola pikir berkembang akan menyambut kegagalan dengan tangan terbuka.
 
Bagaimana jika kita termasuk ke dalam kategori orang-orang dengan pola pikir tetap? Jangan khawatir. Ada beberapa strategi yang dapat membantu mengubah pola pikir kita dari tetap menjadi berkembang.  
 
1. Jangan Pernah Menyerah
Rekan-rekan Career Advice, semua orang sukses yang kita temui sekarang ini, kebanyakan adalah individu yang tidak pernah menyerah sepanjang hidupnya. Bohong jika mereka berkata tidak pernah merasa gagal dan terpuruk dengan kegagalan tersebut. 
 
Namun, mereka tahu dengan pasti untuk menjadi sukses, kita harus bersedia untuk gagal dan kemudian bangkit kembali. Sebagai contoh, Walt Disney pernah dipecat dari Kansas City Star karena dianggap kurang memiliki imajinasi yang bagus. Sekarang coba kita lihat kesuksesan Walt Disney. Luar biasa, bukan? Mobil ford, siapa coba yang tidak tahu mobil keren ini?! Penemunya adalah Henry Ford yang memiliki dua perusahaan mobil yang gagal sebelum akhirnya dia berhasil dengan Ford. Coba bayangkan kalau saja saat itu Ford menyerah, mungkin saat ini kita tidak bisa melihat mobil ford di jalan raya. 
 
Oprah Winfrey, seorang pembawa acara yang diidolakan banyak orang, dia pernah dipecat karena dianggap terlalu emosional dalam ceritanya. Kalau saja Oprah menyerah begitu saja saat itu, dia tidak akan menjadi terkenal seperti sekarang. 

2. Tetap Bersemangat
Tetaplah bersemangat dan bergairah untuk mengejar apapun yang kita inginkan di dalam hidup. Ini adalah ciri khas orang sukses. Setiap harinya mereka selalu bersemangat dan optimis bahwa mereka bisa meraih apa yang mereka mau. Tahukah rekan-rekan Career Advice, salah satu hal yang tidak bisa dibeli dengan uang itu adalah semangat loh!
 
Tidak peduli seberapa banyak seseorang mendengarkan kata-kata penyemangat, kalau segalanya tidak dimulai dari diri kita sendiri, maka semua akan sia-sia. Memang akan selalu ada orang yang jauh lebih berbakat dari kita, namun kita dapat mengalahkan mereka dengan semangat tinggi yang kita miliki. 
 
Warren Buffet merekomendasikan satu metode untuk membantu kita menemukan gairah sejati. Buffet menyebutnya sebagai teknik 5/25. Coba tuliskan 25 hal yang paling rekan pembaca sukai. Lalu, coret 20 hal yang tidak terlalu penting, dan 5 hal sisanya adalah gairah sejati kita. Mudah bukan? Rekan pembaca bisa menerapkan ini di rumah, ya. 

3. Mengambil Tindakan
Saat kegagalan atau rintangan datang menghadang, jangan hanya diam. Langsung saja ambil tindakan agar ketakutan dan kecemasan dapat pergi meninggalkan kita. Inilah yang dilakukan oleh orang-orang dengan pola pikir berkembang, mereka mengatasi ketakutan dengan mengambil tindakan nyata. Mereka tidak berdiam diri, menangis dan meratapi apa yang terjadi di dalam hidup mereka. 
 
4. Selalu Bekerja Lebih
Setiap orang sukses selalu berani memberikan upaya yang lebih secara sukarela. Saat yang lain berleha-leha, dia sudah memulainya terlebih dahulu. Mereka adalah orang-orang yang berani memulai lebih awal dan bekerja secara lebih. Saat mereka memberikan sesuatu yang lebih, mereka tidak pernah merasa rugi melakukannya. Karena mereka tahu itu semua akan bermanfaat bagi masa depan mereka. 
 
Jika kita tidak menjadi sedikit lebih baik dari sebelumnya, berarti kita telah menjadi sedikit lebih buruk. Sekarang, terpulang kepada rekan-rekan pembaca ingin memilih yang mana?
 
5. Mengharapkan Hasil 
Tetap semangat, pantang menyerah dan selalu bekerja lebih, ini menandakan bahwa kita adalah orang-orang yang optimis akan mendapatkan sebuah hasil dari segala usaha yang kita berikan. Ini merupakan sikap yang penting untuk kita terapkan, karena dengan mengharapkan hasil kita tidak pernah berpasrah pada kegagalan, sebesar apapun kegagalan itu. 
 
6. Jadilah Fleksibel
Untuk dapat menjadi seseorang dengan pola pikir berkembang, kita perlu menjadi seorang yang fleksibel. Setiap orang menghadapi kesulitan yang tidak terduga. Nah, seseorang dengan pola pikir berkembang akan menerima tantangan dalam bentuk apapun dan menyesuaikan diri mereka untuk menyelesaikannya dengan baik. 

7. Jangan Mengeluh
Mengeluh adalah hal yang wajar saat sesuatu berjalan tidak sesuai dengan yang kita harapkan. Namun, selalu mengeluh tanpa habis hanya akan menambah kesusahan kita. Bahkan, sikap seperti ini hanya membuat orang lain jengkel. Mereka yang memiliki pola pikir berkembang akan selalu berusaha mencari peluang dalam segala hal, jadi tidak ada waktu untuk mengeluh terus-menerus. 
 
8. Menggabungkan Semuanya
Untuk memaksimalkan upaya kita dalam menjadi seorang yang memiliki pola pikir berkembang, kita dapat menerapkan tujuh strategi di atas secara bersamaan. 
 
Nah setelah membaca artikel tersebut, kira-kira rekan pembaca termasuk ke dalam kategori yang mana? Jika rekan pembaca masuk ke dalam kategori pola pikir tetap, jangan khawatir. Dengan kerja keras dan niat yang kuat, kita semua bisa memiliki sikap positif dengan pola pikir yang berkembang. Kecerdasan intelektual bukanlah segalanya, namun sikap dan perilaku positif jauh lebih penting dari semua itu.
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis