Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Cara Presentasi yang Baik: Mudah Dipahami

Cara Presentasi yang Baik: Mudah Dipahami


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

Tapi bu, saya kalau ada konsumen complaint harus cepat-cepat ditangani. Kalau gak bisa jadi masalah. Kalau harus proaktif, saya yang rugi dong? Kelamaan mikir!” sanggah seorang peserta yang menjadi audiens saat rekannya menjalankan roleplay presentasiyang baik. Saya mengamati dari belakang kelas sambal menulis catatan feedback bagi peserta. Pertanyaan yang bagus – saya berkata dalam hati, dan tampaknya peserta lin yang menyimak pun menyetujui, karena mereka mengangguk-angguk tanda setuju. Presenter tampak terkejut dengan tanggapan itu, dan mulai tergagap menjawabnya.

Selama sisa waktu yang ia miliki, presenter sibuk mencoba menjelaskan dan meyakinkan audiensnya tentang mengapa Proaktif tetap menjadi sikap terbaik dalam menanggapi situasi. Hingga batas waktu habis, raut muka audiens tampak masih belum puas. Sementara sang presenter tampak patah semangat hingga kembali ke bangkunya sebagai audiens semula. Hingga sesi roleplay cara presentasi berakhir, ternyata ketidakpuasan ini masih bertahan dan membuat peserta kelas presentasi saya kembali melemparkan pertanyaan tentang hal tersebut pada saya sebagai fasilitator.

Satu sisi positif dari respon rekan-rekan peserta tadi adalah, bahwa mereka memang sungguh-sungguh menyimak apa yang ia sajikan. Terbukti dengan pertanyaan mereka untukmemperdalam, dan mencoba menemukan jawaban yang dirasa mengena dan dapat diterima. Pertanyaan mereka bukan untuk menjatuhkan rekannya, atau memamerkan pengetahuan diri sendiri. Walaupun memang materi tersebut tidak ada kaitannya dengan materi seputar cara presentasi yang baik hari itu.

Pertanyaan yang dirasa menyerang memang menjadi mimpi buruk seorang presenter. Tidak heran jika beberapa orang memilih mengurangi kesempatan bertanya dengan mengurangi durasi sesi tanya jawab, bahkan hingga menghilangkan sesi tanya jawab saat presentasi. Jujur, saya pun pernah mengalaminya di awal-awal karir saya sebagai seorang fasilitator. Saat dihadapkan dengan jenis pertanyaan ini, ada yang memaki dalam diri, ada yang diam-diam menyesali topik yang dibawakan, ada juga yang menilai negatif pihak yang mengajukan pertanyaan (mulai dari daya tangkap yang kurang, tipe teroris, tipe yang ingin pamer, dan lain sebagainya). Padahal pertanyaan pertama yang harus kita ajukan adalah pada diri kita sendiri sebagai presenter; “Sudahkah saya menjelaskan materi dengan sederhana dan mudah dipahami…?”

Saat audiens menangkap apa yang kita sampaikan berbeda dari harapan, tidak selalu berarti bahwa daya tangkap audiens kita rendah. Tidak berarti juga saat mereka tak kunjung puas dengan penjelasan kita, maka mereka adalah teroris yang ingin menjatuhkan kita. Sebaliknya, bisa jadi mereka adalah audiens yang paling memberikan respon positif terhadap materi yang kita sampaikan, hingga mereka ingin lebih memperdalam pemahaman lewat pertanyaan.

Saat presenter mencoba menjawab pertanyaan tersebut, saya pun merasa kebingungan dengan kalimatnya yang panjang lebar, namun tidak memiliki inti. Berputar-putar dan melebar, tapi tidak kunjung sampai ke tujuan. Bahkan tidak ada tanda-tanda akan menyerempet ke sana. Ibarat pertanyaan tentang “Mengapa” yang dijawab dengan penjelasan soal “Bagaimana”, bukan “Karena”. Atau pertanyaan “Berapa” yang dijawab dengan penjelasan perihal “Siapa”. Dalam istilah pra-kekinian, “Jaka sembung naek ojek, kagak nyambung Jek..”.

Dalam kasus hari itu, saya akan mengembalikan kepada sang presenter. Ia perlu menilik kembali kalimat-kalimatnya dalam menjelaskan materi. Dan jika ingin ditarik lebih mundur, maka saya akan menyarankan presenter untuk meninjau ulang pemahamannya. Karena kita harus jujur mengakui, bahwa akan sangat sulit menjelaskan sesuatu yang belum kita pahami secara mendalam. Kalimat-kalimat yang kita sampaikan akan penuh ketidak pastian, meraba-raba, dan terkesan mengambang. Membuat orang bertanya-tanya.

Jadi silahkan memperdalam materi yang akan kita sampaikan, sampai ke fase dimana kita merasa benar-benar paham. Dan jika memungkinkan, cobalah berlatih menjelaskannya pada seorang rekan yang awam, dan minta ia menanggapi. Tantang diri Anda untuk menjelaskannya dalam – katakanlah – maksimal lima kalimat. Kemudian coba untuk mengurangi jumlah kalimatnya, hingga Anda menemukan cara termudah untuk menjelaskan. Sederhanakan. Keberhasilan Anda adalah saat dapat menyampaikan dengan sederhana dan membuat audiens Anda mengerti, tanpa membuat mereka harus memperdalam kerutan kening.

 

“If you can’t explain it simply, you don’t understand it well enough”

- Albert Einstein -

Featured Career Advice
7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

Innovation

4 Pertanyaan yang Meyakinkan Pentingnya Inovasi bagi Bisnis Anda

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

Generation Millennials & Z

7 Hal Penting yang Perlu Dipahami Ketika Bekerja dengan Gen Z

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

Entrepreneurship

10 Alat SEO yang Sangat Berguna untuk Bisnis Anda

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

Productivity

6 Hal yang Mengganggu Produktivitas Karyawan dan Solusinya

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

Marketing & Sales

4 Tren Marketing dari Kebiasaan Milenial yang Perlu Diterapkan

5 Cara Meningkatkan Kebahagiaan dalam Waktu 15 Menit

Happiness

5 Cara Meningkatkan Kebahagiaan dalam Waktu 15 Menit

4 Jenis Customer Service dan Cara Memaksimalkannya

Customer Service

4 Jenis Customer Service dan Cara Memaksimalkannya

4 Keterampilan Komunikasi untuk Mengikat Hati Milenial di Perusahaan

Communication

4 Keterampilan Komunikasi untuk Mengikat Hati Milenial di Perusahaan

Pengertian dan 4 Langkah Dasar Proses Pemecahan Masalah

Leadership

Pengertian dan 4 Langkah Dasar Proses Pemecahan Masalah

5 Tips Presentasi Hebat ala Steve Jobs

Communication

5 Tips Presentasi Hebat ala Steve Jobs

7 Tips Hebat Public Speaking ala Simon Sinek (TED Talks)

Communication

7 Tips Hebat Public Speaking ala Simon Sinek (TED Talks)

15 Tips Manajemen Waktu yang Baik untuk Meraih Tujuan Hidup

Self Improvement

15 Tips Manajemen Waktu yang Baik untuk Meraih Tujuan Hidup

6 Keterampilan Komunikasi yang Harus Dikembangkan Para Pengusaha

Communication

6 Keterampilan Komunikasi yang Harus Dikembangkan Para Pengusaha

6 Cara Penyampaian yang Baik dalam Public Speaking

Communication

6 Cara Penyampaian yang Baik dalam Public Speaking

6 Langkah Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Bisnis

Communication

6 Langkah Meningkatkan Kemampuan Komunikasi Bisnis

Bagaimana Cara Mendorong Growth Mindset di Perusahaan Anda?

Mindset