Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Cara Presentasi yang Baik: Kendalikan Diri Sendiri

Cara Presentasi yang Baik: Kendalikan Diri Sendiri


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Feb 08, 2019

 
Di satu kelas kecil berjumlah tujuh orang tentang presentasi, saya pernah meminta peserta untuk menjawab kuis singkat seputar pembicara, dengan menggunakan aplikasi online. Pertanyaannya sederhana, “Mata kuliah/pelajaran apa yang tidak Anda sukai saat masih sekolah/kuliah? Mengapa?”. Jawaban peserta bervariasi seputar mata pelajaran/kuliahnya. Namun uniknya, jawaban tentang alasan mereka tidak menyukainya seragam, yaitu karena guru atau dosennya. Saat saya minta mereka satu persatu menjelaskan lebih spesifik, jawaban mereka mungkin sama dengan yang akan Anda berikan pada saya.
 
Seorang peserta menjawab bahwa ia membenci Fisika. Alasannya adalah karena tak kunjung paham, terlalu membingungkan. Saya coba perjelas, apa yang membuat iya merasa bingung. Curhatnya kemudian berujung pada kesimpulan, kebingungannya diakibatkan ketidakcakapan sang guru saat mengajar. Menurut si mantan murid di hadapan saya waktu itu, sang guru akan menjelaskan secara panjang tentang apa saja bahasan di hari itu, menuliskan berbagai rumus di papan tulis sambil menggambar entah grafik atau kurva, dengan larangan untuk mencatat sebelum ia selesai menjelaskan. Luar biasa kaya ilmu yang beliau bagikan. Namun di akhir sesi, hanya segelintir orang yang bisa menyerap penjelasannya, atau bahkan sekedar mampu mengingat dari mana (lalu ke mana) mereka harus mulai mencatat (dari tiga papan tulis yang sudah dipenuhi berbagai rumus). Celakanya, jika ingin bertanya, maka itu artinya mereka meminta sang guru menjelaskan dari awal.
 
Peserta lain dengan menggebu-gebu menceritakan gurunya yang baik hati, namun ia tidak sukai mata pelajarannya. Sama, bidang Fisika, dan alasan yang juga sama; “Ga ngerti, Bu. Mungkin otak saya yang ga sampe.”. Rekan-rekannya tertawa. Saya ikut tertawa dan memintanya bercerita lebih banyak. Dalam gambaran si mantan murid, gurunya sosok yang tidak pernah marah dan sangat kebapakan. Pada saat mengajar pun, beliau akan menjelaskan dengan perlahan, cenderung seperti berbicara pada dirinya sendiri dalam nada datar, tanpa kontak mata (karena sambil sibuk menulis di papan), dan tidak keberatan bahkan jika muridnya ada yang tidur. Guru favorit karena begitu baiknya, namun membekas dalam ingatan hanya sebatas itu. 
 
Satu peserta wanita dari departemen Accounting bercerita dengan wajah serius tentang betapa ia tidak menyukai pelajaran Akuntansi. Rekan-rekannya meledeknya sebagai ironis hingga kualat, dan ia tertawa mengamini. “Si ibu itu kalau jelasin satu arah, Bu. Boleh nanya tapi nanti kalau sudah mau bel selesai. Lha saya sudah lupa tadi apa aja yang mau ditanya. Sudah bingung semua.”. Kelas kami semakin riuh saat mereka saling tuding siapa yang mirip dengan deskripsi itu, dan celoteh-celoteh mempertanyakan hasil kerja peserta tadi. Satu pertanyaan yang memberi kami banyak hikmah dari jawaban-jawabannya.
 
Lucunya, ada satu peserta yang mengungkapkan bahwa ia pernah membenci pelajaran Kimia di tahun pertama SMU, hingga akhirnya ia bisa memahaminya di tahun ke dua bahkan mendapat nilai rata-rata delapan. Padahal ada materi yang sama, karena memang berkelanjutan. Rekan-rekannya kala itu menilai itu dikarenakan ia sudah tau duluan. Sementara ia sendiri merasa (dibuktikan dengan nilai rata-rata di angka enam), bahwa ia baru  menikmati pelajaran itu saat SMU. “Ngerti, jelas (diterangkan) sama bapak itu. Ga tau juga kenapa, heran juga, koq dulu bisa ga masuk-masuk (ke otak) ya??”. Terangnya dengan raut serius pada peserta lain.
 
Mungkin Anda juga pernah merasakan apa yang peserta saya tadi rasakan. Tidak menyukai suatu mata pelajaran, karena tidak bisa menangkap apa yang disampaikan pemateri. Terlalu banyak, terlalu membingungkan, terlalu rumit dan kompleks, terlalu padat. Ibarat nasi goreng yang diisi ayam, sosis, telur, nugget, kornet, ikan teri, keju, mie, dan tambahan lainnya. Terlalu banyak hingga mengurangi kenikmatan saat mencerna rasanya. 
 
Sering kali, tantangan terbesar seorang presenter atau pembicara adalah mengendalikan dirinya sendiri. Terutama bagi mereka yang memiliki banyak pengalaman dan kaya pengetahuan. Nampaknya ada banyak hal yang ingin dibagi, begitu banyak informasi yang penting audiensnya ketahui, yang seolah berebutan meminta giliran untuk diucapkan. Tantangan yang jika tidak berhasil mereka atasi, menjadi memori tersendiri bagi audiensnya di akhir presentasi. Tantangan yang akhirnya kami sebut sebagai “Pintar, tetapi tidak bisa membuat orang lain ikut pintar”.
 
Cara presentasi yang baik bukan selalu tentang menunjukkan betapa kayanya ilmu yang bisa kita bagikan. Presentasi seharusnya membuat audiens bisa ikut memahami apa yang kita ketahui, dan mengambil manfaat darinya. Bukan tentang pembicara menonjolkan dirinya, tapi tentang membantu audiensnya menyerap hal yang juga akan memperkaya pengetahuannya. Presentasi yang baik, adalah tentang mereka, tentang audiens kita.
 
Presentations aren’t about the presenter; they’re about the audience and what the audience needs. If the presenter is talking too much it’s usually a sign that he or she has forgotten who’s important. 
- Simon Raybould-
Featured Career Advices
Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

7 Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Startup

7 Cara Mendapatkan Investor untuk Bisnis Startup

9 Pelajaran Hidup yang Tidak Didapatkan dari Sekolah Bisnis

9 Pelajaran Hidup yang Tidak Didapatkan dari Sekolah Bisnis

10 Cara Orang Sukses Menjadi Semakin Kaya

10 Cara Orang Sukses Menjadi Semakin Kaya