Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube

9 Strategi Pemasaran melalui Aplikasi YouTube


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

Ada berbagai cara yang diambil oleh pebisnis dan pengusaha untuk memasarkan produk dan layanan jasa mereka. Terlebih lagi, era digital telah membantu banyak orang untuk mempromosikan barang jualan mereka dengan sangat mudah. Contohnya, strategi pemasaran yang dilakukan melalui media sosial. Kita bisa menggunakan YouTube, Facebook, Instagram, Pinterest, bahkan Whatsapp. Ada banyak sarana di media sosial yang bisa kita pilih sebagai jembatan penyambung antara kita dan pelanggan. 
 
Berbagai kelebihan diberikan oleh media sosial dalam strategi pemasaran sebuah produk atau layanan jasa. Kita bisa mempromosikan apa yang kita jual secara gratis melalui akun pribadi kita. Bukan hanya itu, semakin banyak pengikut di media sosial, maka kemungkinan untuk dapat meningkatkan penjualan akan semakin tinggi. 
 
Pada artikel kali ini, kita akan fokus membahas tentang bagaimana cara yang tepat agar kita bisa melakukan strategi pemasaran melalui aplikasi YouTube. Penasaran? Langsung saja yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 

1. Mengidentifikasi Apa yang Dilakukan Kompetitor di YouTube.
Sebelum kita melangkah lebih jauh, kita perlu mengidentifikasi langkah-langkah dan usaha apa saja yang sudah dilakukan oleh para kompetitor kita dalam mempromosikan produk dan layanan jasa mereka. Setelah rekan pembaca telah mengidentifikasi hal ini, cobalah untuk merancang strategi pemasaran yang berbeda namun tetap unik dan menarik banyak perhatian dari pengguna YouTube. 
 
Misalnya, rekan pembaca bergerak di bidang fashion. Mungkin kompetitor Anda sudah terlebih dahulu membuat video yang menampilkan detail baju dan memadu padankan baju dengan fashion lainnya yang terlihat kece. Nah, saatnya rekan pembaca melakukan hal yang berbeda dari itu! 
 
2. Channel YouTube harus Memiliki Fokus yang Jelas.
Setelah rekan pembaca mengetahui apa saja yang dilakukan para kompetitor pada strategi pemasaran mereka, kita tidak perlu terburu-buru untuk membuat video dan mengunggahnya di Youtube. Namun, kita perlu memikirkan gagasan yang jelas tentang fokus dan tujuan dari channel YouTube kita. 
 
Fokus yang jelas akan sangat membantu kita dalam menentukan strategi pemasaran. Contoh sederhananya, kita akan memiliki gambaran yang jelas tentang apa tujuan yang ingin kita raih dari setiap video yang diluncurkan di akun YouTube? Dan, apa tujuan akhir kita dari semua promosi video di Youtube? Apakah kita hanya ingin meningkatkan penjualan? Atau, kita ingin produk dan layanan jasa kita bisa terkenal sampai ke pasar internasional? 
 
Selain itu, fokus yang jelas juga bisa membantu kita memikirkan strategi dalam membedakan produk kita dengan produk para kompetitor. Jadi, Yuk pikirkan apa yang menjadi fokus dari channel YouTube kita.
 
3. Channel YouTube Harus Target Audiens yang Spesifik. 
Menentukan target audiens yang spesifik adalah fondasi kesuksesan dari channel YouTube kita. Masalahnya, jika target audiens kita terlalu luas, maka channel YouTube kita akan sulit untuk menonjol dari berbagai channel lainnya. Sedihnya, konten-konten kita bisa tenggelam di antara gundukan video-video lain, sehingga tidak bisa mendapat perhatian dari para pengikut Youtube.  
 
Poin kedua dan ketiga ini saling berkaitan satu sama lain. Dengan kata lain, channel YouTube yang baik akan memiliki fokus dan target audiens yang jelas. Sehingga, strategi pemasaran yang mereka rancang juga bisa direncanakan dengan sejelas mungkin. 
 
Perlu diingat bahwa kita sedang berusaha untuk mempromosikan produk dan layanan jasa kita, serta meningkatkan penjualan, bukan sekedar bermain-main saja dalam mengunggah video di channel YouTube kita. 

4. Menentukan Genre Video juga Sangat Penting Loh! 
Ketika fokus dan target audiens dari konten-konten video kita sudah terancang dengan jelas, sekarang waktunya untuk menentukan genre atau jenis video yang akan diunggah di dalam channel YouTube kita. Ada berbagai genre video yang bisa kita pilih di dalam aplikasi YouTube, antara lain sebagai berikut: 
- Panduan video game.
- Video tutorial (bisa untuk semua subjek). Contoh, jika produk yang rekan pembaca jual adalah peralatan make up, rekan pembaca bisa membuat video tutorial make up. 
- Video ulasan produk. 
- Video seputar kiat-kiat kehidupan (lifehacks).
- Blog video (Vlog), dan lain sebagainya. 
 
Kami menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk meluangkan waktu dalam menonton video-video populer yang sedang populer di YouTube. Ini bertujuan untuk mendapatkan ide tentang genre video apa yang mungkin cocok untuk rekan pembaca. 
 
5. Pastikan Video YouTube kita Memiliki Kualitas yang Tinggi. 
Tidak peduli seberapa bagusnya konten video yang kita buat, jika hasil rekaman video kita tidak memiliki kualitas yang bagus, maka pengguna YouTube akan malas untuk menontonnya. Kenapa begitu ya? Karena persaingan di dalam YouTube sangatlah ketat, sehingga pengguna YouTube akan sangat selektif untuk memilih video yang mereka tonton. 
 
Video yang berkualitas tinggi juga akan membantu calon pelanggan untuk melihat produk yang kita jual secara detail, serta mendapatkan informasi yang rinci dari layanan jasa yang kita tawarkan kepada calon pelanggan di aplikasi YouTube. 
 
Rekan pembaca tidak perlu mengorek kocek hanya untuk membuat video yang berkualitas tinggi. Cukup gunakan ponsel pintar, kamera, camera recorder, atau kamera webcam yang berkualitas tinggi (seperti GoPro). Setidaknya rekan pembaca perlu merekam dengan 1080p untuk bisa mendapatkan video yang berkualitas. Selain itu, kita juga bisa menggunakan beberapa perangkat lunak lainnya untuk menyunting video. Beberapa perangkat yang bisa digunakan sebagai berikut:
- Mikrofon eksternal.
- Ring Light atau cincin cahaya yang berbentuk bundar. 
- Tripod, dan lain sebagainya. 

6. Jangan Lupa untuk Menggunakan Kata Kunci yang Tepat. 
Agar strategi pemasaran kita berhasil bersaing dengan para kompetitor lainnya di aplikasi YouTube, maka kita harus memilih kata kunci yang tepat untuk dimasukkan ke dalam judul, deskripsi dan hashtag (tagar) di video kita. Kenyataannya, sekitar 70% video di YouTube berhasil ditemukan dan mendapat perhatian dari para pengguna YouTube karena para pengunggahnya menggunakan kata kunci yang tepat. Sehingga, mudah untuk dilacak oleh para audiens. 
 
Judul video akan memberitahu para pengunjung tentang apa isi dari video tersebut. Judul video bisa dibuat dengan semenarik mungkin, namun harus tetap relevan dengan konten video yang diberikan. Jangan lupa untuk berfokus memberikan nilai-nilai penting di dalam video kita dengan sangat jelas dan ringkas. 
 
7. Sertakan Beberapa Kalimat Ajakan di dalam Deskripsi Video. 
Prinsipnya, semakin banyak audiens yang menonton video kita, semakin banyak yang memberi respon video kita, dan semakin banyak pelanggan tetap (subscriber) yang mengikuti channel YouTube kita, maka akan semakin mudah bagi kita dalam mengimplementasikan strategi pemasaran di aplikasi YouTube.
 
Ada beberapa kalimat ajakan yang dapat kita sertakan di dalam deskripsi video untuk mengajak keterlibatan dari para pengunjung video kita di YouTube, antara lain: 
- Silakan menilai video ini.
- Jangan lupa untuk mengikuti saya di Twitter (berikan nama twitter rekan pembaca).
- Temukan saya di Facebook (berikan nama akun Facebook rekan pembaca).
- Jangan lupa untuk berlangganan (subscribe) video saya.
- Kunjungi blog saya untuk video yang lebih bagus.
- Silakan berikan komentar Anda.
- Bagikan video ini ke orang-orang spesial Anda, dan lain sebagainya. 
 
8. Memiliki Jadwal yang Pasti dalam Mengunggah Video. 
Dengan jadwal pengunggahan video yang tetap, kita akan menjalankan strategi pemasaran dengan baik dan teratur. Jangan mengunggah video dengan jadwal yang tidak teratur atau “asal-asalan semau gue”. Mengapa? Karena para pengikut kita di channel YouTube atau para pengunjung baru akan menganggap bahwa kita tidak konsisten dalam mempromosikan produk dan layanan jasa di aplikasi YouTube. 
 
9. Jangan Lupa untuk Mempromosikan Video Baru Kita.
Ketika kita sudah membuat video baru dan mengunggahnya di channel YouTube kita, jangan lupa untuk mempromosikannya di media sosial kita lainnya. Misalnya, sertakan link video baru kita ke dalam InstaStory di Instagram, Facebook, Twitter atau bahkan di Whatsapp story. Sertakan link dan caption singkat untuk menginformasikan para pengikut media sosial Anda bahwa ada video baru yang menarik untuk ditonton. 
 
Jadi, bagaimana nih rekan-rekan Career Advice? Apakah Anda sudah tertarik untuk melakukan strategi pemasaran di aplikasi YouTube? Jika ya, Yuk langsung saja dieksekusi cara-cara di atas. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advice
Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

Entrepreneurship

Mengapa Anak-Anak Harus Diajarkan Pola Pikir Kewirausahaan?

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Marketing & Sales

4 Cara Membangun Merek yang Menarik Perhatian Gen Z dan Milenial

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

Self Improvement

Bagaimana Rasa Syukur dapat Memperbaiki Kondisi Finansial Anda?

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

Self Improvement

10 Cara Sederhana untuk Mencintai Pekerjaan yang Kita Miliki

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Motivation

7 Cara untuk Meningkatkan Motivasi Karyawan

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

Happiness

Bagaimana Cara Tetap Merasa Bahagia Walau Tanpa Uang Banyak?

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

Entrepreneurship

5 Ide Bisnis Rumahan yang Cocok untuk Pensiunan

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Self Improvement

4 Cara Bertanggung Jawab terhadap Hidup yang Kita Miliki

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

Innovation

Pengertian Creative Thinking dan Contoh Keterampilannya

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

Leadership

5 Tanda Bisnis Anda Memerlukan Staf Human Resource

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

Generation Millennials & Z

5 Cara Merangkul Konsumen Generasi Millennial melalui Instagram

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

Resume & Interviewing

13 Tips Ampuh untuk Merekrut Karyawan yang Berkualitas Tinggi

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

Self Improvement

4 Hal yang Perlu Diketahui Sebelum Menjadi Penulis Freelance

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

Entrepreneurship

4 Pertanyaan Penting dalam Memilih Ide Bisnis yang Tepat

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

Leadership

4 Tren Teratas Bidang Human Resource di Tahun 2020

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

Entrepreneurship

3 Cara Memastikan Ide Bisnis Rumahan Kita adalah yang Terbaik

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

Entrepreneurship

5 Alasan Pentingnya Rencana Bisnis Ketika Memulai Usaha

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

Productivity

8 Tips untuk Menyewa Kantor Anda Pertama Kalinya

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

Customer Service

3 Hal yang Diperlukan untuk Customer Service yang Berkelanjutan

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

Innovation

4 Cara Meningkatkan Creative Thinking untuk Meraih Kesuksesan

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

Emotional Intelligence

8 Kecerdasan Emosional yang Membantu Kita Melupakan Masa Lalu

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

Marketing & Sales

7 Cara Membuat Presentasi Penjualan yang Hebat

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

Happiness

3 Cara Meraih Kebahagiaan dengan Menerima Diri Sendiri Apa Adanya

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

Self Improvement

7 Cara Menjadi Lebih Percaya Diri Ketika Bertemu Klien

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

Self Improvement

12 Pengembangan Diri Menjadi Pemimpin dan Individu yang Lebih Baik

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

Self Improvement

15 Cara yang Perlu Dikuasai untuk Membangun Kredibilitas di Kantor

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

Self Improvement

10 Kebiasaan yang Membantu Staf Human Resource Menjadi Sukses

10 Kebiasaan Milenial yang Berbeda dengan Baby Boomers

Generation Millennials & Z