Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran

7 Cara Menggunakan Video sebagai Strategi Pemasaran


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jun 14, 2019

 
Strategi pemasaran dengan menggunakan video sedang marak diperbincangkan dan diimplementasikan oleh banyak pebisnis dan pengusaha dalam memasarkan produk dan layanan jasa mereka. Video memiliki ‘tempat spesial’ di hati masyarakat. Karena melalui video, penjual produk (produsen) akan merasa seperti berinteraksi secara langsung dengan para konsumennya, begitu juga sebaliknya. 
 
Meskipun penggunaan video masih merupakan komunikasi satu arah, namun video terasa lebih nyata dibandingkan foto dan caption yang kita unggah di media sosial. Inilah mengapa strategi pemasaran yang menggunakan video menjadi cara yang efektif untuk mendorong tingkat keterlibatan dari para audiens (konsumen) dengan produk dan layanan jasa yang kita tawarkan. 
 
Jadi, jika rekan pembaca sedang berpikir tentang bagaimana caranya untuk bisa meningkatkan penjualan Anda dan mengimplementasikan strategi pemasaran dengan sangat baik, sekarang lah saatnya untuk mulai memasarkan produk dan layanan jasa Anda melalui video. 
 
Sebelumnya, mari kita lihat 3 alasan utama mengapa video menjadi sarana yang sangat pas untuk strategi pemasaran kita? 

1. Video adalah salah satu media online yang paling kuat. 
Seperti yang kita ketahui bahwa YouTube menjadi mesin pencari atau media sosial kedua yang paling populer dibandingkan media sosial lainnya. Hal ini terjadi karena video memiliki daya tarik yang sangat kuat bagi para penontonnya. 
 
Seperti yang sudah dikatakan di awal bahwa kita akan merasa sedang berkomunikasi secara nyata dengan produsen atau konsumen kita, meskipun gaya komunikasinya masih satu arah. 
 
2. Video memberikan informasi yang mudah diproses bagi otak manusia. 
Ketika penonton melihat dan mendengarkan informasi melalui video, otak manusia mencernanya dengan sangat baik, karena video merupakan perpaduan antara visual dan audio. Ini membuat otak kita menjadi lebih mudah dalam memproses informasi-informasi yang disampaikan di dalam video. 
 
3. Video dapat diakses di dalam semua jenis bisnis, mulai dari perusahaan besar hingga bisnis kecil. 
Tidak ada kesenjangan sosial yang diberikan dari penggunaan video. Semua kategori bisnis bisa menggunakan video sebagai sarana strategi pemasaran mereka. Entah bisnis kita berada di kalangan lokal maupun internasional, atau perusahaan besar maupun kecil, semuanya bisa menggunakan video.  
 
Sekarang rekan-rekan Career Advice sudah tahu kan mengapa video menjadi sarana yang sangat efektif untuk strategi pemasaran kita. Nah, sekarang mari kita simak penjelasan tentang beberapa cara dalam membuat video yang akan digunakan untuk strategi pemasaran kita. 
 
Cara Ke-1: Menetapkan Tujuan Video. 
Pertama-tama, rekan pembaca harus bisa mengidentifikasi minimalnya 1-3 tujuan utama dari konten video yang dibuat nantinya. Tujuan yang jelas akan memudahkan rekan-rekan untuk menetapkan strategi pemasaran yang tepat. Tujuan dari pembuatan video bisa seperti, meningkatkan rasio klik dari iklan setiap per tayangan iklan secara online, meningkatkan jumlah lalu lintas pengunjung video, meningkatkan jumlah penjualan produk, atau mungkin membuat produk Anda terkenal sampai skala internasional. 
 
Cara Ke-2: Identifikasi “Apakah Konten Video kita sudah Efektif?” 
Untuk melalui cara kedua ini, diperlukan refleksi diri yang dilakukan oleh kita sebagai pembuat dan pengunggah video. Coba pikirkan secara baik dan matang “apakah konten-konten yang kita sertakan di dalam video memang sudah sesuai dengan apa yang diperlukan oleh para audiens?”.
 
Jangan sampai kita membuat video yang tidak ‘kena’ pada sasaran poin yang telah dirancang sebelumnya. Apabila para audiens (penonton) merasa konten-konten video kita tidak ada relevansinya sama sekali dengan produk dan layanan jasa yang ditawarkan, maka siap-siap untuk kehilangan pelanggan dan calon pelanggan kita. Mereka bisa saja lari kepada para kompetitor yang mereka anggap lebih konsisten dan jelas. 
 
Cara Ke-3: Membuat Peraturan dalam Pengunggahan Video. 
Cara ketiga ini memiliki keterkaitan dengan cara kedua, yang mana para audiens pastinya memerlukan konten-konten video yang konsisten, sehingga mereka akan memberikan kepercayaannya kepada produk dan layanan jasa kita. Inilah mengapa penting bagi kita untuk membuat tampilan video dengan panduan gaya video yang sama sehingga dapat menampilkan konsistensi dari merek produk atau layanan jasa yang kita tawarkan. Apalagi sudah banyak sekali kompetitor yang juga menggunakan video sebagai strategi pemasaran mereka. Jadi, konsistensi yang kita miliki akan menjadi ciri khas dari merek kita. 
 
Cara Ke-4: Memahami Setiap Saluran Media Sosial. 
Dalam menerapkan strategi pemasaran, kita perlu menyadari dan memahami dengan baik bahwa setiap saluran media sosial memiliki dampak yang berbeda-beda dari video yang kita unggah. Misalnya, media sosial Twitter akan memberikan dampak yang signifikan jika kita mengunggah video dengan hashtag atau tagar yang menarik, atau video di YouTube akan mendapatkan audiens yang banyak jika kita membuat judul dan deskripsi video dengan kata kunci yang tepat. 
 
Jadi pastikan sebelum kita mengunggah video, kita tahu strategi apa yang bisa membuat video kita mendapatkan perhatian dari media sosial yang dipilih.
 
Cara Ke-5: Lakukan Penargetan Video. 
Penargetan video adalah hal yang sangat penting untuk kita pertimbangkan dalam strategi pemasaran melalui video. Dalam hal ini, aplikasi YouTube dan Facebook menawarkan penargetan yang sangat canggih. 
 
YouTube memiliki segala sesuatu yang Google tawarkan dalam hal data tentang pelanggan. Selain itu, Facebook dapat memberikan sejumlah besar informasi yang berbasis pada minat setiap audiens (pengguna Facebook). Berikut cara untuk menargetkan video pada kedua platform tersebut:
 
Pada aplikasi YouTube kita dapat menargetkan audiens berdasarkan demografi, minat, topik dan kata kunci.
 
Pada aplikasi Facebook terdapat iklan video yang dapat ditargetkan berdasarkan lokasi, usia, jenis kelamin, minat dari para audiens.
 
Cara Ke-6: Mengidentifikasi Perilaku dan Tanggapan dari Para Audiens. 
Ketika beberapa video kita sudah di unggah, cobalah untuk mengidentifikasi perilaku dan tanggapan dari para audiens. Misalnya, kita bisa memantaunya dari kolom komentar di setiap video yang telah diunggah. Biasanya ada beberapa audiens yang mengatakan “Gila! Ini video sudah saya tonton 5x loh! Seru banget deh, saya juga sangat merasa puas dengan bahan yang dipakai pada gaun pesta ini”.
 
Dari komentar tersebut, kita bisa mengambil kesimpulan bahwa bagian video tersebut menjadi salah satu video yang disukai oleh audiens. Sehingga, kedepannya kita bisa tahu tentang konsep video seperti apa yang disukai oleh para audiens kita. 
 
Cara Ke-7: Mengukur Kesuksesan. 
Cara terakhir yang bisa kita lakukan adalah mengukur kesuksesan dari konten-konten video yang sudah diunggah di media sosial. Bagaimana cara yang sederhana untuk mengukur kesuksesan strategi pemasaran melalui video? Kita bisa melihat dari seberapa banyak komentar yang menyukai video kita, seberapa banyak audiens membagikan video kita kepada orang lain, atau seberapa banyak ‘likes’ yang diberikan oleh para audiens terhadap video tersebut. 
 
Itulah 7 cara untuk menggunakan video sebagai strategi pemasaran kita agar bisnis kita menjadi semakin sukses. Jadi, tunggu apalagi nih rekan-rekan? Yuk, kita mulai terapkan 7 cara di atas. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice. 
Featured Career Advices
5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

11 Fakta Mengejutkan tentang Kepribadian Manusia

35 Karakteristik Wirausaha

35 Karakteristik Wirausaha

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang

5 Manajemen Krisis untuk Mengubahnya Menjadi Peluang