Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 7 Tips Mudah Untuk Berbicara di Depan Umum

7 Tips Mudah Untuk Berbicara di Depan Umum


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 08, 2019

 
Secara umum, ketakutan terbesar yang umumnya dimiliki sebagian besar manusia adalah berbicara di depan umum. Yang lebih mengejutkan, banyak orang lebih takut untuk berdiri di depan umum daripada mati, lucu bukan? Menurut saya pribadi, alasan yang membuat mereka takut adalah mereka percaya mereka akan mati gaya saat di atas panggung.
 
Ketakutan untuk berbicara di depan umum dikenal dengan istilah glossophobia. Gejala-gejala glossophobia termasuk juga kecemasan intens yang mengarah ke perdebatan dalam diri, maju atau mundur, serta reaksi fisiologis, yang mungkin seperti mual, sakit perut atau panik bahkan tangan yang menjadi dingin dan berkeringat.
 
Reaksi yang ditimbulkan merupakan gejala-gejala yang sangat umum. Apakah ada cara untuk mengatasi ketakutan tersebut sehingga Anda dapat tidur nyenyak pada malam sebelum Anda menyampaikan pidato di depan banyak orang? Bahkan seorang pembicara profesional juga pernah mengalami keseluruhan reaksi emosional dan fisik sebelum naik panggung. Namun, berikut adalah beberapa hal yang diyakini dapat membantu siapa saja yang ingin tampil berbicara di depan umum. 
 
1. Ingat Itu Bukan Tentang Anda, Ini Tentang Konten 
Jika Anda seorang selebritas besar, orang-orang akan datang untuk mendengarkan konten Anda. Ketika Anda menekankan tentang kinerja Anda, Anda lebih fokus pada diri sendiri daripada audiens Anda. Ingat alasan Anda berbicara di depan umum. Kemungkinannya adalah untuk mengajar, menginspirasi, atau menghibur (atau kombinasi dari ketiganya). Ini bukan tentang kamu. Para pendengar mengandalkan Anda untuk memberikan nilai akan hal yang mereka dapatkan dari hal yang disampaikan. Cukup berikan hal yang mereka inginkan.
 
2. Berjabat Tangan Sebelum Berbicara
Mengunjungi peserta sebelum berbicara dapat memberikan Anda sedikit ketenangan. Cobalah untuk berjabat tangan, memperkenalkan diri, dan berterima kasih kepada orang-orang yang datang. Keakraban wajah ramah, senyum hangat, dan kontak manusia dapat memiliki efek menenangkan. Ketika Anda mencoba untuk memanusiakan pendengar Anda, Anda mengurangi rasa intimidasi yang timbul. 
 
3. Perlu diingat bahwa Anda adalah satu-satunya yang tahu
Meskipun Anda mungkin belum tidur pada malam sebelumnya (atau selama seminggu penuh sebelum pidato Anda), pendengar tidak mengetahuinya. Mereka hanya menantikan hal yang akan Anda bagikan. Orang lain tidak bisa mengatakan bahwa Anda gugup atau takut. Jika Anda benar-benar menunjukkan tanda-tanda kecemasan dengan berbicara terbata-bata atau lupa akan hal yang ingin Anda katakan, ingatlah bahwa pendengar datang karena mereka ingin mendengar hal yang Anda sampaikan. Tidak ada yang salah dengan mengatakan, "Saya lupa sampai mana saya berbicara, ada yang bisa bantu?" Seorang pendengar yang sopan mungkin akan dengan lembut mengingatkan, dan kemudian Anda dapat melanjutkan pembicaraan.
 
4. Anda Tidak Harus Menjadi Sempurna
Seorang presiden pun dapat membuat kesalahan ketika ia berbicara di depan umum. Ketika ia melakukannya, itu sering menjadi berita utama. Tetapi tidak ada yang akan mengingat kesalahan itu. Begitu pula dengan Anda. Anda adalah seorang manusia yang tidak sepenuhnya sempurna. Bersantailah dan ikuti arus. Ketika Anda melakukan hal ceroboh yang tak disengaja, hal itu dapat menjadi bahan untuk mencela diri sendiri. Anda akan menertawakan diri sendiri bersama para peserta lainnya, tertawa bersama dan ini membuat Anda lebih mudah untuk melanjutkan pembicaraan.
 
5. Beberapa Pendengar Sama Seperti Anda
Apakah Anda berbicara di depan sekelompok kecil yang terdiri dari 10 orang atau sekitar 10.000 orang? Sadarilah bahwa semua peserta pada dasarnya sama. Mereka juga orang-orang, dan banyak dari mereka menderita ketakutan yang sama untuk berbicara di depan umum. Pujilah diri Anda karena memiliki keberanian untuk mengatasi ketakutan Anda dan percaya bahwa Anda akan tampil maksimal di panggung dan mencapai tujuan Anda.
 
6. Bersahabat dengan Diri Sendiri
Kebanyakan orang jauh lebih sulit untuk menenangkan diri mereka sendiri. Tenangkan diri Anda, secara fisik, dan emosional. Istirahat yang cukup di malam hari sebelum berbicara, makan enak, dan bersantailah. Kecuali jika ucapan Anda benar-benar masalah hidup atau mati. Ketahuilah bahwa Anda sedang memulai pengalaman unik dan Anda akan memberikan yang terbaik. Jangan bertanya lebih banyak tentang diri Anda daripada yang diminta orang lain tentang Anda. Jadilah diri sendiri dan Anda akan menjadi brilian.
 
7. Gairah, Pengetahuan, dan Pengalaman Anda Dapat Membantu
Anda akan berbicara karena Anda memiliki sesuatu yang penting untuk dibagikan. Jika Anda memahami apa yang Anda bicarakan, biarkan gairah Anda dan pengetahuan Anda menjelajah luas tentang hal yang akan Anda sampaikan. Bahkan saat melakukan perkenalan cobalah untuk memperkenalkan diri dengan cara unik yang di luar kebiasaan Anda.  
 
Ada satu hal lagi yang dapat diamati dari ratusan pembicaraan yang telah berpengalaman selama bertahun-tahun, yaitu cara Anda menatap para pendengar. Cobalah untuk menatap dengan percaya diri sehingga mereka benar-benar menaruh perhatian mereka terhadap Anda dan tatapan mereka akan terkunci pada Anda. Tentunya, itu bergantung pada setiap kata-kata yang Anda sampaikan. 
 
Itulah 7 strategi yang dapat Anda lakukan saat Anda diundang untuk hadir di hadapan pendengar. Ingatlah bahwa kesempatan tersebut merupakan suatu kehormatan dan hak istimewa yang tidak dimiliki semua orang. Ini bukti sosial bahwa banyak orang yang berminat pada keahlian Anda. Biarkan keistimewaan itu membantu Anda untuk menempatkan rasa takut Anda di belakang sehingga pendengar dapat belajar, terinspirasi, atau bahkan tertawa saat mendengarkan Anda. 
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis