Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Gaya Berkomunikasi

5 Gaya Berkomunikasi


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Dec 11, 2018

Apakah Anda selalu merasa canggung saat berkomunikasi dengan orang lain? Ini adalah hal yang dirasakan oleh kebanyakan orang. Ya, kami tahu betapa menderitanya perasaan tersebut. Anda akan merasa sakit perut, panas dingin, wajah terlihat pucat atau bahkan merasa seperti ingin pingsan saat membuka mulut dan memulai berbicara di depan orang-orang yang belum pernah Anda kenal sebelumnya. 
 
Lalu, solusi apa yang dapat Anda lakukan agar Anda tidak merasa canggung saat berkomunikasi dengan orang lain? Jawabannya adalah, komunikasi yang jelas. 
 
Dalam hal ini, hal yang perlu Anda perhatikan yaitu, mode komunikasi Anda sendiri dan juga orang lain. Cara Anda berinteraksi menggunakan gaya komunikasi yang berbeda dengan rekan kerja ataupun orang lain yang belum pernah Anda kenal sebelumnya, akan menghasilkan sebuah perbedaan. 
 
Pada artikel ini, kami akan membantu Anda untuk dapat berkomunikasi seperti seorang profesional dalam waktu singkat tanpa rasa canggung di depan lawan bicara Anda.

Langkah pertama, Anda harus mengetahui gaya komunikasi yang cocok dengan Anda
Dalam berkomunikasi dengan orang lain, memilih nada yang tepat merupakan salah satu hal yang penting. Sebaik dan selembut apapun Bahasa yang ingin Anda sampaikan, jika kita menggunakan nada yang salah atau tidak tepat, kesalahpahaman sering terjadi dan menyebabkan komunikasi menjadi tidak lancar. Apabila proses komunikasi sudah terhambat di awal, maka rasa canggung akan semakin menyelimuti Anda dan lawan bicara. 
 
Menurut psikolog Claire Newton, ada lima gaya dasar dalam berkomunikasi yaitu, tegas, agresif, pasif agresif, patuh, dan manipulatif. Saat Anda dapat mengidentifikasi gaya komunikasi yang cocok untuk Anda gunakan saat berkomunikasi dengan orang lain, maka Anda dapat menjadi komunikator yang baik. 
 
1. TEGAS
Mencari komunikator yang tegas? Amati anggota tim tanpa basa-basi yang mengharapkan percakapan yang produktif, bukan kepatuhan langsung. Orang-orang yang tegas dan tidak agresif dalam berkomunikasi, biasanya bekerja paling baik dan berorientasi pada tujuan yang ada. Nah, gaya komunikasi yang tegas seperti ini mungkin bisa Anda contoh karena memiliki manfaat yang sangat baik bagi perjalanan karier Anda. 
 
Setelah Anda mengidentifikasi gaya komunikasi Anda sendiri dan gaya komunikasi orang-orang di sekitar Anda, inilah saatnya untuk menyempurnakan strategi komunikasi Anda.
 
Ingatlah bahwa Anda tidak selalu dapat mengubah cara orang lain berkomunikasi, tetapi Anda dapat mengendalikan reaksi Anda dan bagaimana cara Anda merespon mereka. Dan jangan lupa bahwa kita semua memiliki kekurangan pada gaya komunikasi kita sendiri.
 
Anda juga tidak boleh lelah dalam mengevaluasi gaya komunikasi Anda sendiri dan berusaha keras untuk bersikap asertif (tegas agar Anda dapat menjadi percaya diri, namun tidak agresif), dan berhati-hati bahwa setiap kepribadian memiliki gaya komunikasi yang mungkin perlu ditangani secara berbeda.
 
Semakin Anda bergerak maju menjadi seseorang yang tegas dalam berkomunikasi, maka lingkungan kerja Anda akan semakin sehat. Ketika Anda harus memimpin, memimpinlah dengan lembut, dan ketika Anda harus menjadi pengikut, ikutilah dengan berani dan tegas.
 
2. AGRESIF
Ok, seperti yang banyak kita ketahui bahwa kebanyakan orang-orang yang memiliki gaya komunikasi agresif adalah mereka yang dapat mengekspresikan diri mereka dengan mudah karena kekuasaan yang mereka miliki. Berbeda dengan orang-orang yang tegas, mereka percaya diri namun tidak agresif. Sedangkan mereka yang memiliki gaya komunikasi agresif, memiliki rasa percaya diri namun lebih agresif dalam mengekspresikannya. 
 
Apakah diri Anda termasuk orang yang agresif? Coba Anda perhatikan kembali jika Anda bangga mengatakan apa yang Anda maksud dengan nada tanpa basa-basi, dan cobalah untuk memperhatikan reaksi rekan-rekan Anda. Apakah itu nada yang tegas dalam sebuah tugas bisnis atau gertakan semata? 
 
Apakah orang-orang secara fisik menghindari Anda, atau menutup diri dari Anda? Jika demikian, ini adalah indikasi Anda untuk menurunkan nada dalam setiap pembicaraan dan mengurangi sifat agresif yang Anda miliki. Nah, jika gaya komunikasi ini dimiliki oleh rekan kerja Anda, cobalah untuk tetap berekspresi secara tenang, terbuka dan percaya diri dalam merespon apapun yang mereka katakan. Hal ini dikarenakan, orang-orang yang agresif memiliki kemungkinan membuat gertakan tanpa mereka sadari. 
 
3. PASIF AGRESIF
Beberapa orang dapat berubah dari super manis menjadi sarkastik dengan kata-kata menggigit. Ini adalah salah satu indikasi gaya komunikasi orang-orang yang pasif agresif karena cenderung merasa tidak dihargai. 
 
Apa Anda pernah merasakan hal yang sama? Semua orang terkadang merasa terlalu banyak bekerja dan kurang dihargai. Jika Anda salah satu yang memiliki gaya ini, jangan biarkan gaya komunikasi ini menguasai segala tindakan Anda, karena Anda juga akan menyakiti lawan bicara Anda. 
 
Jika rekan Anda yang memiliki perilaku ini, maka coba buat pendekatan dengan menanyakan apa yang kiranya dapat Anda lakukan untuk membantu mereka. 
 
4. PATUH
Kebanyakan mereka yang submisif, cenderung menghindari waktu dimana dia harus mengambil sebuah keputusan dan menjauhi konfrontasi, bahkan merasa menjadi korban. Jika Anda adalah seseorang yang seperti ini, ini saatnya bagi Anda untuk lebih berani dalam memberikan ide-ide cemerlang yang Anda miliki.
 
Anda telah mengamati situasi di sekitar dengan cukup lama untuk mengetahui solusi atau hal apa yang dapat menyatukan semua orang dengan gaya komunikasi yang berbeda-beda. Namun, jika rekan Anda yang seperti ini, maka Anda dapat membantu mereka perlahan-lahan untuk lebih percaya diri dalam mengemukakan pendapat. 
 
5. MANIPULATIF
Seseorang dengan gaya manipulatif mungkin terdengar seperti sedang “memancing” sesuatu, lebih tepatnya “memancing perhatian”. Jika Anda menemukan diri Anda selalu mengeluh berlebihan dan merasa bahwa keluhan-keluhan tersebut memiliki alasan yang bagus. Ketahuilah, bahwa tanpa disadari sebenarnya perilaku ini sama seperti mencari perhatian dari orang lain dan hal ini dapat menyebabkan orang lain melihat Anda sebagai seorang yang cengeng, lemah atau manipulatif. Orang lain tersebut dapat dikelompokkan sebagai rekan kerja, bos, klien, teman-teman dekat atau bahkan keluarga Anda sendiri. 
 
Namun, jika Anda menemukan perilaku ini pada orang lain, hal yang terbaik adalah berterus terang dan berusaha tidak terlalu terikat dengan mereka.
 
Tanggapan yang baik terhadap rekan kerja yang berperilaku seperti ini, "Oh, saya juga melakukan seperti yang Anda lakukan sepanjang waktu. Namun, saya tetap tidak mendapat pengakuan apapun", dan usahakan untuk tidak benar-benar terdengar sarkastis. Pernyataan tersebut bermaksud agar mereka menyadari bahwa berusaha menarik perhatian dengan perilaku-perilaku yang tidak masuk akal seperti selalu mengeluh, adalah hal yang sia-sia.
 
Jika ingin menyelenggarakan training Komunikasi, silakan menghubungi kami di:
021 29578599 (Hunting)
021 29578602 (Hunting)
0821 1199 7750 (Mobile)
0813 8337 7577 (Mobile)
info@studilmu.com
Featured Career Advices
Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis