Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on May 15, 2019

Kesadaran diri adalah salah satu hal yang sangat penting untuk dimiliki jika kita ingin menjadi orang yang sukses. Ini bukanlah sebuah rahasia lagi. Tidak banyak orang yang benar-benar memiliki kesadaran diri. Kita atau rekan kerja kita mungkin juga salah satunya. Tetapi, kesadaran diri merupakan keterampilan yang dapat dilatih. Namun, apakah kita bisa meningkatkan kesadaran diri orang lain?
 
Bekerja sama dengan orang lain, terutama rekan kerja, akan sangat tidak efektif jika rekan kerja tersebut tidak memiliki kesadaran diri. Ketika seseorang memiliki kesadaran diri yang kurang, dia bukan hanya menyulitkan diri sendiri, ia juga menyulitkan orang lain. Ini memungkinkan timbulnya perselisihan, apalagi jika orang tersebut tidak ingin melakukan perubahan.
 
Apa ciri-ciri yang dimiliki seseorang dengan kesadaran diri yang rendah? 
- Ia memiliki ide yang bias. Ia  percaya bahwa ide baik hanya datang dari mereka.
- Ia mengatakan hal-hal yang mengecilkan orang lain tanpa disadari.
- Ia tidak bisa menempatkan diri pada posisi orang lain.
- Ia sulit mengakui kesalahan.
- Ia bersikap defensif terhadap umpan balik dan pertanyaan yang menentangnya.
- Ia hanya mengelilingi diri dengan orang-orang yang setuju padanya.
- Ia memiliki pendapat yang berlebih tentang kinerja dan kontribusi yang diberikan.
- Ia tidak dapat menyesuaikan cara berkomunikasi dengan pendengar.
- Ia tidak menyadari bahwa ia menyinggung perasaan orang lain. 
 
Lalu bagaimana kita dapat mengatasi hal ini? Bagaimana kita dapat membantu rekan kerja meningkatkan kesadaran diri mereka sehingga terjalin suatu kerjasama yang efektif dan membantu dirinya mencapai tujuan yang dimilikinya? Berikut adalah 6 tips bekerja dengan rekan yang tidak memiliki kesadaran diri.
 
1. Memastikan ulang. 
Hal pertama yang harus dilakukan adalah memastikan bahwa rekan tersebut benar-benar tidak memiliki kesadaran diri atau memang memiliki perilaku yang buruk. Sebelum berasumsi bahwa seseorang kurang memiliki kesadaran diri, luangkan waktu untuk benar-benar memikirkan apa yang ada di balik ketegangan sehingga kita dapat mengatasi akar masalahnya.
 
Ini dapat berupa perbaikan sederhana, seperti memintanya untuk tidak berbicara dengan suara keras di telepon. Namun, jika terjadi pelanggaran yang lebih serius, seperti melecehkan atau menindas orang lain, kita perlu mengatasi masalah ini dengan atasan atau SDM.
 
Jika kita ingin tahu apakah rekan tersebut benar-benar memiliki kesadaran diri yang kurang, mulailah dengan bertanya kepada rekan kerja. Tanyakan secara langsung pendapatnya tentang sikap buruk yang dilakukannya. Sangat penting untuk bertanya dan mencari informasi secara langsung.  Ini jauh lebih baik daripada gosip. 
 
2. Bertanya pada diri sendiri. 
Tips selanjutnya adalah bertanya pada diri sendiri apakah rekan tersebut ingin dibantu atau tidak. Kita bisa saja membangunya untuk mengetahui rekan kerja kita bahwa ia melakukan kesalahan. Tetapi, keputusan untuk berubah sepenuhnya menjadi miliki mereka. Ini bukan berarti bahwa kita tidak mampu memengaruhi mereka, hanya saja, kita perlu tahu batasan yang berlaku. Jika kita memaksa, kita hanya semakin menciptakan suasana yang semakin buruk.
 
3. Memberikan umpan balik yang jujur dan penuh kepedulian.
Tips berikutnya adalah memberikan umpan balik. Pastikan bahwa umpan balik yang diberikan merupakan umpan balik yang jujur dan penuh kepedulian. Melakukan perubahan atau tidak adalah keputusannya. Kita hanya berusaha membantunya menyadari kesalahan yang dimiliki. Ingatlah juga, jangan sampai kita memberikan kritik yang meremehkan rekan kerja kita.
 
Cobalah untuk berdialog tentang perilaku mereka. Jelaskan bagaimana perilaku mereka berdampak bagi orang lain. Dengan begitu, Anda sedang menunjukkan padanya model perilaku yang diharapkan. Jadi, bangun percakapan dengan rasa tanggung jawab.

4. Menawarkan alternatif.
Sangatlah baik juga untuk menawarkan alternatif yang spesifik. Bayangkan jika kita sendiri baru saja duduk di meja kerja lalu rekan kita menghampiri dan mengatakan bahwa kita telah menciptakan suasana lingkungan kerja yang buruk. Apa yang akan kita rasakan? Pastinya kita akan sedikit terluka dan marah.
 
Jadi, temukanlah apa yang membuat kita benar-benar tidak tahan untuk bekerjasama dengan rekan kerja tersebut. Datangi dan bicarakan dengan baik dan berikan contoh serta hal yang seharusnya dilakukan secara spesifik. Ini akan membuat rekan kerja kita lebih menerima masukan kita dan mungkin saja akan melakukan perbaikan yang diharapkan.

5. Berfokus pada hal yang dapat dikendalikan. 
Tips selanjutnya adalah berfokus pada hal yang dapat kita kendalikan. Walaupun kita mungkin tidak berhasil mengendalikan perilaku atau emosi orang lain, kita memiliki kendali penuh atas reaksi diri sendiri. Jadi, perkuatlah kecerdasan emosional kita sendiri.
 
Tetap tunjukkan perhatian kita dan cobalah untuk melakukan meditasi agar dapat menghilangkan rasa stress yang timbul. Sekalipun rekan kerja kita belum memiliki kesadaran diri, kita dapat mengendalikan emosi kita sendiri. Dengan begitu, kita akan mampu untuk memiliki suasana hati yang baik dan tenang.
 
6. Tingkatkan ketangguhan mental.
Membantu orang lain memiliki kesadaran diri bisa menjadi suatu hambatan dalam perjalanan karier kita. Tentu saja, ini harus dihadapi. Satu-satunya cara untuk menembus hambatan ini adalah dengan meningkatkan ketangguhan mental kita.
 
Mulailah berurusan dengan kesadaran emosional kita sendiri. Praktikkan cara-cara untuk mengendalikan reaksi yang dihasilkan. Dengan peningkatan kesadaran kita sendiri, kita akan dapat lebih memahami emosi orang lain dan mengantisipasi emosi tersebut. kita bahkan dapat berempati dengan perspektif mereka.
 
Selain itu, keluarlah dari zona nyaman. Temukan an pelajari informasi baru sebanyak mungkin. Cobalah hal-hal baru dan belajarlah dari kegagalan. Berfokuslah pada hal-hal positif yang dapat membantu kita mencapai tujuan.
 
Inilah 6 tips bekerja dengan orang yang tidak memiliki kesadaran diri. Konflik di tempat kerja memang tidak bisa dihindari, tetapi, jika kita memiliki kesadaran diri dan kekuatan mental yang tangguh, konflik tersebut tidak akan membawa kita pada hal-hal yang buruk.
 
Jadi, mari bangun kesadaran diri yang tinggi dan lakukan 6 tips ini untuk membantu rekan kerja memiliki kesadaran diri yang tinggi. Dengan begitu, kita kan menciptakan lingkungan kerja yang penuh dengan motivasi dan cara bekerja yang jauh lebih efisien.
Featured Career Advices
Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri