Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Tips Mengatasi Kecemasan

5 Tips Mengatasi Kecemasan


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 09, 2019

 
Gina, mantan rekan kerja saya, menghabiskan sebagian besar kariernya dengan pekerjaan yang menakutkan. Dia terus-menerus merasa khawatir tentang kinerjanya dan sering merasa kewalahan oleh tekanan pekerjaannya. Ketika kecemasan Gina mulai mengganggu pekerjaannya, ia kehilangan fokus dan melewatkan tenggat waktu. Ini sangat jelas bahwa ia memerlukan bantuan.
 
Apakah Anda adalah salah satu dari 40 juta orang yang hidup dengan kecemasan seperti Gina? Situasi kantor yang umum, mulai dari berbicara dengan rekan kerja saat berpapasan hingga berbicara di rapat, dapat menimbulkan tekanan yang semakin tinggi. Jika Anda mengalami kesulitan untuk berkonsentrasi pada pekerjaan, ini mengakibatkan keraguan diri yang kronis dan membuat pekerjaan Anda menjadi sebuah mimpi buruk.
 
Meskipun setiap orang mengalami beberapa tingkat stres dalam pekerjaan, kecemasan yang didapat dalam hidup sangatlah berbeda dengan kecemasan dalam bekerja. Ini bisa melumpuhkan, tetapi seharusnya tidak menjatuhkan Anda. Berikut adalah 5 tips yang dapat membantu untuk mengatasi kecemasan Anda dalam bekerja. 
 
1. Kenali Pemicu Anda
Perhatikan situasi yang memicu kecemasan Anda. Apakah itu saat mendapatkan umpan balik, menulis email penting, ditempatkan di suatu tempat, atau memulai hari dengan meja yang berantakan? Buatlah jurnal untuk mendokumentasikan pengamatan Anda dan mencari polanya. Ketika Anda mengetahui hal yang membuat Anda merasa paling tidak nyaman, Anda dapat mengantisipasinya dengan lebih baik dan membuat rencana untuk menghadapi pemicu tersebut.
 
Gina menyadari bahwa hal yang membuatnya panik adalah ketika ia harus terburu-buru. Ketika Gina menyadari bahwa terburu-buru adalah salah satu pemicu kegelisahannya, dia menciptakan ritual pemanasan untuk berlatih sebelum pertemuan besar. Dia mulai menyediakan 20 menit sebelum memeriksa agenda, mencatat pertanyaan untuk ditanyakan, dan mengambil air. Dia mulai tiba di ruang konferensi lima menit lebih awal, menetap di sana untuk bersiap dan santai, dia membuat obrolan ringan dengan rekan kerja. Perencanaan awal memungkinkannya untuk merasa nyaman dan tidak panik. Dan ketenangan ini memungkinkannya untuk hadir sepenuhnya dan berkontribusi pada percakapan dengan cara yang berarti.
 
2. Mencari Cara yang Tepat
Kecemasan mengaktifkan respons tubuh untuk melawan atau lari, yang memicu sejumlah reaksi tidak nyaman mulai dari berkeringat hingga penglihatan yang gelap. Menenangkan diri dengan teknik dasar dapat membuat Anda kembali memegang kendali dan merasa lebih baik dengan cepat.
 
Meditasi, peregangan, menelepon teman, atau berjalan-jalan adalah pilihan bagus. Anda harus menemukan hal terbaik berdasarkan kepribadian Anda dan juga hal yang dapat diterima di lingkungan kantor Anda.
 
Beberapa perusahaan bahkan mungkin menawarkan kelas mindfulness atau yoga, atau mendorong power napping untuk meningkatkan produktivitas. Semua ini adalah pilihan perawatan diri yang sangat bermanfaat bagi pikiran yang menggelisahkan.
 
3. Mengondisikan Kesenangan Anda Sendiri
Jadikan kesejahteraan Anda sebagai bagian dari daftar tugas harian Anda. Perubahan sederhana seperti menghindari terlalu banyak kafein, bekerja di dekat jendela dengan cahaya alami, dan mengendalikan kebisingan di ruang kerja Anda dengan headphone. Itu semua dapat membantu menjaga pikiran. Meskipun Anda tidak dapat mengendalikan sebagian besar dari lingkungan Anda, carilah hal yang dapat Anda ubah sendiri. 
 
Memprioritaskan istirahat memiliki dampak yang sangat besar. Penelitian telah menemukan bahwa tidur lebih banyak membantu, sekitar 50% orang merasa lebih nyaman dan mengurangi kecemasan. Di luar kantor, fokuslah untuk menciptakan batas-batas kehidupan kerja yang solid. Misalnya, pilih waktu yang tidak bisa dinegosiasikan untuk menyingkirkan pekerjaan Anda dan berpegang teguhlah pada itu. Cobalah juga untuk menjadwalkan aktivitas yang menyenangkan setelah jam kerja yang mungkin dapat Anda wujudkan.
 
4. Cari Tahu Hal yang Anda Butuhkan
Ketahui hak Anda dalam mengelola kesehatan mental di tempat kerja, termasuk jadwal kerja yang fleksibel, waktu tambahan untuk penugasan, dan istirahat yang lebih sering. Pertimbangkan juga membuat permintaan yang masuk akal yang akan sangat membantu Anda. Misalnya, meminta atasan untuk tidak mengirimi Anda email larut malam kecuali itu benar-benar mendesak.
 
Jika Anda menghormati waktu dan jadwal orang lain, Anda akan menghasilkan pekerjaan yang berkualitas, kemungkinan tim Anda tidak akan memiliki masalah dalam menghormati preferensi Anda.
 
5. Tetapkan Tujuan Kecil
Menetapkan tujuan yang kecil dan dapat dicapai merupakan hal yang bagus. Anda tentunya ingin memperluas zona nyaman, ya, tetapi Anda juga ingin berhati-hati untuk tidak membebani diri sendiri. Misalnya, jika Anda mencoba menumbuhkan jaringan dan berganti karier, Anda mungkin ingin pergi ke satu acara industri bulanan, bukan mingguan. Anda harus menetapkan harapan realistis untuk diri sendiri. Ini adalah kunci untuk tidak hanya membangun momentum positif, tetapi juga menjaga kesejahteraan Anda.
 
Hidup dan bekerja dengan kecemasan seharusnya tidak melemahkan. Meskipun mungkin ada kemunduran dalam perjalanan, pastikan Anda merayakan setiap kemenangan kecil pada setiap proses yang ada. Percayalah bahwa Anda memiliki tim pendukung di sekitar Anda yang dapat diandalkan di saat-saat baik dan buruk. Dan jika Anda memiliki bos yang dapat memahami, merangkul kecemasan dan memiliki hubungan komunikasi yang efektif tentang apa yang terjadi dengan Anda dan kapan Anda mungkin memerlukan sedikit fleksibilitas, tentunya merupakan suatu hal yang perlu Anda syukuri. Itulah beberapa tips yang dapat Anda terapkan untuk mengatasi kecemasan. Ingatlah bahwa ketenangan akan membawa Anda kepada hasil yang jauh lebih baik, dan jangan simpan kecemasan dalam diri sendiri.
Featured Career Advices
3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

3 Tips Memiliki Kepercayaan Diri dalam Setiap Percakapan

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

12 Karakteristik Orang yang Memiliki Kesadaran Diri

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

4 Cara Mendapatkan Pengembangan Diri yang Baik

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Elemen Etos Kerja yang Sangat Penting

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

7 Cara Meningkatkan Kesehatan di Lingkungan Kerja

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Tanda Memiliki Hubungan Kerja dengan Klien yang Tidak Baik

4 Cara Meredakan Amarah

4 Cara Meredakan Amarah

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

5 Cara Mendorong Inovasi Terbaru di Perusahaan

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

8 Kunci Kebahagiaan dan Kesuksesan ala Richard Branson

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

6 Cara Menumbuhkan Kreativitas dan Inovasi

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

8 Karakteristik Orang yang Menjadi Penghambat Kesuksesan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

5 Cara Mudah Memenangkan Hati Atasan

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

7 Sifat Negatif Pemimpin yang Menjadi Penghambat Kesuksesan Tim

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

3 Cara Mengatasi Emosi Negatif

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

Fungsi Moodle dalam Bidang Pendidikan

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

8 Cara Generasi Milenial Menjadi Jutawan dalam 5 Tahun

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

10 Cara Orang Sukses Berhenti Merendahkan Harga Diri Mereka

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

7 Cara Meningkatkan Kebahagiaan Sejati dan Produktivitas Para Karyawan

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

10 Rasa Takut yang Harus Diatasi Ketika Memulai Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

Pengertian Moodle dan 9 Fungsi Moodle di dalam Bisnis

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

10 Hal yang Tidak Boleh Diucapkan di Tempat Kerja

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Prinsip Dasar yang Dapat Menciptakan Inovasi dan Kreativitas

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

6 Tips Membuat Rapat Tinjauan tentang Peningkatan Kinerja Karyawan

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Alasan Pentingnya Pelatihan untuk Menjadi Trainer Handal

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

5 Tips untuk Rapat Kerja yang Lebih Baik

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Training for Trainer, 7 Cara Pelatihan Menjadi Trainer Handal

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

Pertemanan adalah Hal yang Bermanfaat di Tempat Kerja

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

6 Tips Bekerja dengan Rekan yang Tidak Memiliki Kesadaran Diri

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

9 Cara Mendapatkan Kebahagiaan

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.

Apa yang dimaksud inovatif dalam Bisnis? 5 Cara Ini Dapat Membantu.