Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Rutinitas Kerja Generasi Milenial yang perlu Dimulai dari Sekarang

5 Rutinitas Kerja Generasi Milenial yang perlu Dimulai dari Sekarang


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Apr 24, 2019

 
Seperti yang kita ketahui bahwa generasi milenial sering sekali mendapat reputasi yang buruk di tempat kerja. Beberapa reputasi buruk yang tersebar di kalangan milenial seperti, mereka adalah generasi yang pemalas, tidak fokus, ingin dipromosikan secara kilat dan sulit untuk diajak bekerjasama. Dampaknya, beberapa reputasi buruk ini akan menghasilkan citra yang tambah buruk di mata para perekrut saat mewawancarai kandidat milenial. 
 
Artikel ini berisi 5 panduan utama, khususnya untuk rekan-rekan Career Advice yang berasal dari generasi milenial. 5 panduan ini adalah beberapa rutinitas kerja yang sebaiknya sudah dimulai dari sekarang oleh semua kaum milenial, agar reputasi buruk yang hinggap pada mereka dapat terhapuskan secara perlahan-lahan. Yuk, kita simak penjelasannya berikut ini. 

1. Jangan terlalu banyak bekerja.
Bekerja dengan giat memang sangat bagus. Namun, kami tidak menyarankan rekan pembaca untuk bekerja terlalu keras sampai merasa kelelahan, ini tidak baik. Kami mengerti bahwa sebagian besar kaum milenial sangat ingin dipromosikan secara cepat dan meraih kesuksesan karier dengan instan. Keinginan yang kuat ini telah mendorong kaum milenial untuk bekerja dengan sangat keras. 
 
Sayangnya, saat kenyataan tidak berjalan sesuai dengan yang kita inginkan, kita bukan hanya akan merasa kecewa, namun kita juga akan merasa kelelahan dengan segala kerja keras yang kita curahkan. Solusinya, kaum milenial perlu membiasakan diri untuk tidak terlalu bekerja keras. Rajin bekerja dan bekerja dengan giat itu berbeda loh ya dengan bekerja keras (sampai memaksakan kemampuan yang kita miliki). 
 
Cobalah untuk membangun lingkungan kerja kita dengan suasana yang sangat nyaman, dan tidak menjadikan pekerjaan kita sebagai sebuah beban yang sangat berat. Dengan begitu, kita akan merasa nyaman dalam setiap pekerjaan yang kita lakukan. Rekan-rekan kerja kita di kantor yang berasal dari generasi sebelumnya juga akan menghargai upaya keras kita dalam bekerja, namun tetap menyenangkan. Bukan menjadi seorang yang menyebalkan, penuh ambisi dan memaksakan diri dalam bekerja. 

2. Simpan dulu ponselnya, ya.
Saya tahu bahwa generasi milenial adalah generasi yang sangat tidak bisa dilepaskan dari pengaruh teknologi. Dengan kata lain, teknologi sudah seperti nyawa bagi mereka. Sehari tanpa teknologi bisa menjadi hari yang sangat mematikan dan menyeramkan deh pokoknya. 
 
Bahkan, kemampuan para generasi milenial dalam teknologi adalah kemampuan andalan yang mereka miliki, mereka sangat unggul dalam teknologi jika dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya. 
 
Dalam pekerjaan, perusahaan-perusahaan modern juga sudah bergantung dengan teknologi, sehingga wajar-wajar saja jika semua karyawan (terutama karyawan milenial) selalu terpaku dengan gadget mereka saat sedang mengerjakan tugas kerja. Sayangnya, kami tidak merekomendasikan karyawan milenial untuk menerima panggilan telepon atau membalas chat (sms atau whatsapp yang tidak berkaitan dengan pekerjaan) ketika tidak dalam situasi yang darurat. Tentu saja, ini akan terlihat seperti tidak profesional. 
 
Saat sedang di dalam pertemuan penting dengan klien, tetiba kita menerima telepon dari sang kekasih, dan melakukan percakapan di telepon, di depan para klien, oh tidak! Saya harap tidak ada satupun dari kita yang melakukan hal seperti itu. Ini bukan hanya akan merusak reputasi kita, namun juga reputasi perusahaan. 
 
Jadi sebagai karyawan milenial, kita perlu tahu kapan kita bisa bermain dengan ponsel dan gadget kita dan kapan kita harus menyimpannya terlebih dahulu. 
 
3. Selalu bekerjasama dengan tim.
Dua rutinitas kerja yang sudah dijelaskan sebelumnya adalah rutinitas kerja utama, yang apabila karyawan milenial mampu menerapkannya, maka segala reputasi negatif yang ada pada mereka akan hilang secara perlahan-lahan. Rutinitas kerja ketiga adalah selalu bekerjasama dengan tim.
 
Kami tahu bahwa kerjasama adalah suatu sikap yang sangat apik diterapkan oleh kaum milenial. Kaum milenial terdiri dari orang-orang yang cepat, reaktif dan mampu bekerja secara kolaboratif dalam menyelesaikan suatu permasalahan. 
 
Ini sangat berbeda dengan generasi-generasi sebelum generasi milenial, yang mana mereka sangat mengutamakan persaingan antar individu. Meskipun sikap kerjasama sudah tertanam dengan baik di dalam diri generasi milenial, kita tetap perlu menerapkan hal ini secara baik ya. Karena pada kenyataannya, seringkali perkembangan teknologi membuat kita menjadi individu yang asik dengan dunianya sendiri. Terlebih lagi, dengan bantuan teknologi semua informasi bisa kita dapatkan dengan mudah. 
 
Inilah mengapa beberapa peneliti merasa takut bahwa fenomena ini akan membuat generasi milenial menjadi tertutup dan tidak berinteraksi kepada orang-orang di sekitarnya dengan baik. Interaksi yang tidak berjalan dengan baik akan meminimalisir kerjasama antar tim. 
 
4. Hindari multitasking di tempat kerja.
Kebanyakan orang berpikir bahwa multitasking adalah kemampuan yang sangat keren, tidak terkecuali dengan generasi milenial. Sayangnya, multitasking sering membuat kita tidak memberikan konsentrasi secara penuh. Dan, ini sering membuat orang-orang di sekitar kita menjadi kesal, karena kita seperti tidak memperhatikan mereka dengan baik. 
 
Solusinya, kami menyarankan para karyawan milenial untuk melakukan multitasking secara efektif. Maksudnya, apabila memang memungkinkan untuk mengerjakan beberapa hal dalam satu waktu, maka lanjutkan. Namun, jika multitasking yang diterapkan malah membuat rekan-rekan kerja kita marah atau kesal, hentikanlah. Kita perlu menerapkan multitasking secara efektif, bukan malah memancing emosi rekan-rekan kerja lainnya. 
 
Selain itu, multitasking juga bisa membuat seseorang melakukan banyak kesalahan pada pekerjaannya, sehingga ini bukan suatu hal yang kami rekomendasikan. 

5. Tetap menjadi seorang murid.
Rutinitas kerja kelima yang perlu diterapkan oleh generasi milenial adalah tetap menjadi seorang murid. Apa maksudnya? Sebagian besar generasi milenial tentunya masih berusia sangat muda, sehingga perjalanan mereka masih sangat panjang. Milenial perlu mengadopsi mentalitas siswa secara terus-menerus, karena hidup akan selalu menawarkan banyak pelajaran yang dapat kita petik. 
 
Apabila kaum milenial tetap menempatkan dirinya sebagai seorang murid yang bersedia untuk terus belajar, mereka akan selalu terbuka untuk menghadapi segala tantangan hidup yang ada dan mengambil pelajaran berharga dari setiap kejadian tersebut. 
 
Itulah 5 rutinitas kerja yang perlu dimulai oleh generasi milenial mulai dari sekarang, agar reputasi buruk yang diberikan kepada generasi milenial dapat hilang secara perlahan-lahan. Jika rekan pembaca termasuk ke dalam generasi milenial, Yuk kita terapkan 5 rutinitas kerja di atas bersama-sama. Selamat mencoba ya, rekan-rekan Career Advice.  
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja