Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - Multitasking dan Produktivitas

Multitasking dan Produktivitas


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jan 23, 2019

 
Banyak orang bilang bahwa untuk menjadi seorang yang produktif, kita perlu menguasai keterampilan multitasking (mengerjakan banyak tugas dalam waktu yang bersamaan). Kira-kira para pembaca Career Advice setuju atau tidak akan hal ini?. 
 
Yuk, kita simak beberapa alasan mengapa multitasking tidak terlalu diperlukan untuk menjadi seorang yang produktif dan bagaimana cara menghentikan multitasking, namun tetap menjadi orang yang produktif?
 
Mengapa Multitasking Tidak Begitu Membantu? 
Meskipun sedikit banyaknya multitasking membantu kita dalam menyelesaikan banyak tugas, namun pada kenyataannya ada tiga alasan utama mengapa kita harus berhenti melakukan banyak tugas dalam waktu yang bersamaan. 

1. Multitasking Dapat Menghabiskan Waktu 
Faktanya, beberapa penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa multitasking dapat menurunkan produktivitas kita sebanyak 40%. Tentunya, itu adalah kerugian yang signifikan dalam efisiensi. Selain itu, penelitian juga menunjukkan bahwa rata-rata kita akan kehilangan waktu 1-2 jam per hari untuk dapat kembali ke jalur awal setelah kita beralih untuk mengerjakan tugas-tugas lain dalam waktu bersamaan. 
 
2. Multitasking Menyebabkan Kelelahan 
Saat kita berusaha untuk melompat dari satu tugas ke tugas lainnya, mungkin saja itu dapat membuat kita sangat bergairah dalam bekerja. Kita akan mulai berpikir “Wah, keren juga ya saya bisa mengerjakan banyak hal dalam satu waktu”. Tapi lama-kelamaan, semakin banyak pekerjaan yang dikerjakan secara bersamaan akan menyebabkan mata, otak, dan tubuh kita kelelahan.
 
Manusia memang tidak diciptakan sebagai makhluk yang serba bisa meskipun kita memiliki akal dan pikiran, tidak seperti hewan. Namun ketika kita mencobanya, ini dapat menghancurkan produktivitas dan motivasi yang ada.
 
3. Multitasking Bukan Cara yang Efektif 
Ada begitu banyak data dan penelitian yang menunjukkan bahwa multitasking bukanlah cara yang efektif untuk menjadi produktif. Namun, kita sering bersikeras bahwa kita dapat melakukan banyak hal dalam waktu bersamaan dan jangka waktu yang singkat.
 
Lalu, bagaimana cara menghentikan multitasking, namun tetap menjadi orang yang produktif?
 
1. Setiap Tugas Memiliki Waktu Fokus Tersendiri
Daripada mengerjakan dua sampai tiga tugas yang berbeda sekaligus, akankah lebih baik jika kita memiliki fokus pada setiap tugas. Yap! fokus jauh lebih penting daripada mencoba multitasking. Jika dalam sehari kita memiliki tiga tugas yang harus diselesaikan, maka: 
Tugas ‘A’ dikerjakan dari jam 9-10 pagi, Tugas ‘B’ dikerjakan dari jam 10.30 – 12 siang, dan tugas ‘C’ adalah tugas yang paling sulit dari keduanya, sehingga Anda harus memberikan fokus yang lebih tinggi untuk ini, dikerjakan dari jam 1-4 sore, dan sisa waktu di hari tersebut Anda gunakan untuk mengecek pekerjaan yang sudah diselesaikan.  
 
Strategi ini efektif karena waktu berfungsi sebagai pengingat untuk apa yang harus dikerjakan selanjutnya.
 
2. Memikirkan Tugas Tanpa Multitasking 
Bagaimana bisa untuk memikirkan tugas tanpa multitasking? Yap! kita masih punya kesempatan untuk ini. 
 
Jika tugas yang sedang kita kerjakan sekarang sudah hampir selesai (kira-kira 90% selesai), maka kita dapat membaca pengenalan tugas yang selanjutnya akan kita kerjakan. Ini untuk memudahkan kita dalam mengerjakan tugas selanjutnya, dan pada waktu yang bersamaan tidak mengganggu tugas yang sedang dikerjakan sekarang, karena penyelesaiannya sudah hampir selesai. 
 
Metode ini cukup efektif karena memberi kita kesempatan untuk bekerja pada beberapa proyek tanpa membiarkan tugas-tugas tersebut bersaing dalam mendapatkan fokus kita.
 
3. Jauhi Media Sosial untuk Sementara
Seperti yang kita ketahui bahwa saat kita membuka instagram, facebook, twitter ataupun whatsapp, seringkali kita menjadi lupa waktu. Awalnya hanya ingin membalas satu chat teman yang menanyakan “sedang apa?” tapi lama-kelamaan kita tergoda untuk mengecek media sosial yang lainnya.  
 
Tentukan waktu-waktu tertentu untuk memeriksa dan menanggapi kolom chat atau notifikasi lain untuk menghindari waktu yang terbuang sia-sia (meskipun, ya. Saya tahu ini adalah hal yang cukup sulit, tapi saya yakin kita bisa!).
 
4. Perhatikan Diri Sendiri
Kita sering menyalahkan media sosial karena sering membuat kita tidak fokus pada pekerjaan.  Tetapi, terkadang kita juga lupa untuk memperhatikan diri kita sendiri, terutama tentang apa yang dibutuhkan pada tubuh kita. 
 
Sebagai contoh, kita merasa lapar atau haus, tapi kita sangat malas untuk beranjak dari tempat duduk untuk mengambil minum atau sekedar mengunyah camilan. 
 
Intinya, cobalah untuk menggunakan waktu istirahat dengan sebaik mungkin, perhatikan diri Anda dan saya rasa tidak ada salahnya untuk sekedar makan roti atau camilan ringan lainnya saat perut benar-benar merasa lapar. 
 
Kesimpulan
Multitasking bukanlah kunci produktivitas, dan bukanlah satu-satunya cara efektif untuk menjadi produktif. Akankah jauh lebih baik untuk menjadwalkan waktu untuk fokus pada setiap tugas daripada mencoba melakukan semuanya sekaligus.
 
Jadi, tunggu apa lagi? Selamat mencoba untuk menjadi pribadi yang lebih produktif tanpa memaksa diri untuk multitasking.
Featured Career Advices
Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

7 Rahasia Menjadi Tangguh di Dunia Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

10 Cara Membawa Rasa Bahagia di dalam Tim Kerja

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

4 Cara Menuju Pensiunan Dini di Umur 40 Tahun

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Cara Meningkatkan Etika Kerja di Perusahaan Indonesia

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

5 Strategi untuk Menang dalam Presentasi Bisnis

3 Tingkat Kesadaran Diri

3 Tingkat Kesadaran Diri

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

10 Cara untuk Mulai Mengasah Strategi Pemasaran

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

3 Pertanyaan Sebelum Memulai Bisnis dan Menjadi Pengusaha

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis

5 Karakter Buruk Generasi Milenial yang Diperlukan dalam Bisnis