STUDILMU Career Advice - Apa itu LMS?

Apa itu LMS?


by Studilmu Editor
Posted on Mar 13, 2018

LMS singkatan dari Learning Management System (Sistem Manajemen Pembelajaran) dan ini merupakan istilah global untuk sistem komputer yang dikembangkan secara khusus untuk mengelola kursus online, mendistribusikan materi pelajaran dan memungkinkan kolaborasi antara siswa dan guru. LMS akan memungkinkan Anda mengelola setiap aspek kursus, mulai dari pendaftaran siswa hingga penyimpanan hasil tes, dan juga memungkinkan Anda menerima tugas secara digital dan tetap berhubungan dengan siswa Anda. Intinya, LMS merupakan tulang punggung sebagian besar aktivitas e-learning.

LMS dibangun di berbagai platform, umumnya PHP, .Net atau Java dan mereka akan terhubung ke database seperti PostgreSQL, MySQL atau SQL Server. Ada banyak LMS di luar sana, baik komersial maupun open source.

Dalam lingkungan perusahaan, sistem seperti ini dapat digunakan untuk memantau staf, dan menyimpan catatan penilaian dan pelatihan. Apakah kursus Anda dijalankan untuk beberapa peserta didik dalam jangka waktu yang lama, atau untuk banyak orang dalam waktu yang lebih singkat, Learning Management System membuat hidup Anda lebih mudah dan membantu kursus Anda berjalan dengan lancar. LMS yang baik juga akan memiliki sistem pelaporan sehingga Anda dapat mengakses informasi yang sulit dikumpulkan sendiri.

LMS berbeda dalam fitur yang mereka tawarkan, namun sebagian besar sistem cenderung memiliki beberapa atau semua fitur berikut:

1. Easy GUI

GUI singkatan dari Graphical User Interface. Sebagian besar LMS menawarkan opsi penyesuaian untuk interface (antarmuka)agar pengguna dapat memberi rasa unik ke platform pembelajarannya. Meskipun GUI ada untuk membuat lingkungan lebih estetis, GUI juga dimaksudkan untuk fungsional.

2. Kustomisasi (Customization)

Selain GUI, LMS seringkali akan menawarkan beberapa opsi kustomisasi yang berbeda untuk menyesuaikan sistem dengan kebutuhan Anda. Pilihan bahasa, pengaturan notifikasi dan fitur penting lainnya dapat diubah agar sesuai dengan bagaimana Anda ingin LMS nya bekerja. Ini bagus karena satu LMS dapat digunakan oleh berbagai jenis pengguna, dengan preferensi unik masing-masing.

3. Pendaftaran (Enrollment)

Sistem ini memungkinkan siswa untuk mendaftar secara online dan melacak rinciannya, kemajuan kursus dan hasil tes untuk Anda. Juga memungkinkan siswa untuk membayar biaya kursus mereka secara online melalui kartu kredit, kartu debit atau PayPal.

4. Kelas virtual (Virtual Classroom) atau Kelas Online

LMS Anda mungkin berintegrasi dengan sistem papan tulis untuk sesi kelas virtual dan juga membantu Anda menjadwalkan sesi. Hal ini mungkin memberi Anda kemampuan untuk mengirim undangan atau pengingat untuk sesi kelas dan berintegrasi dengan sistem kalender online, atau dengan Outlook.

5. Jaringan social (Social Networking)

LMS mungkin dapat berintegrasi dengan media sosial sehingga Anda dapat membagi konten atau item berita melalui Twitter atau Facebook dll dengan klik satu tombol.

6. Komunikasi (Communication)

Sistem LMS Anda juga harus memiliki fungsi built in untuk berkomunikasi dengan siswa Anda, seperti mengirimkan email massal kepada semua orang di kursus tertentu, kepada siswa perorangan atau ke siswa yang mempelajari jalur tertentu. Anda juga harusnya bisa menjadwalkan email otomatis yang bisa sangat berguna untuk memberi tahu siswa tentang tes atau sesi kelas virtual yang akan datang. LMS mungkin menyediakan ruang obrolan atau forum yang dapat Anda dan siswa Anda gunakan.

7. Jalur kursus (Course pathways)

Dengan LMS, Anda juga harusnyabisa menentukan rincian kursus dengan alur kerja yang fleksibel, untuk mengatur siswa di 'jalur belajar' tertentu.

8. Laporan (Reports)

Setiap LMS yang baik akan memiliki sistem pelaporan yang dapat Anda masuki, menghasilkan laporan yang dapat Anda ekspor ke Excel, dan juga menawarkan representasi grafis dari data Anda untuk memudahkan pemahaman.

9. Membantu pembuatan konten (Help with content creation)

Menjadi user-friendly adalah lebih dari sekadar frase. Ini adalah tindakan. Saat memasuki LMS Anda untuk pertama kalinya,ada baiknya setidaknya memiliki sampel kursus agar proses berlanjut. Contoh cara mengunggah, mengelola, dan mendistribusikan konten dalam sistem bisa terus digunakan bagi pengguna baru. Template juga bagus untuk membuat pengguna baru meneruskan kursus.

10. Test Online Sertifikat Online

Test online atau ujian online adalah bagian penting dari banyak kuliah online, studi online, kursus online dan kebanyakan LMS akan memiliki banyak fungsi yang terkait hal ini. Anda pasti menginginkan lingkungan uji yang kuat dengan berbagai jenis tes tersedia bagi Anda dan beberapa kerangka built-in untuk digunakan sebagai titik awal. Kemungkinan Anda memiliki kemampuan untuk mengacak pertanyaan tes dan menetapkan batas waktu untuk tes. Dengan lingkungan uji yang ada di dalam LMS Anda, Anda juga harus bisa mengandalkan keamanan sistem Anda. Hasil tes akan disimpan dan tersedia untuk Anda dalam area pelaporan LMS Anda. Anda juga harusnya bisa membuat tes pilihan ganda untuk menilai diri sendiri dan memilih agar hasilnya disampaikan hanya kepada Anda, atau mungkin juga ditampilkan langsung di layar untuk siswa Anda. Setelah lulus test online, Anda akan menerima sertifikat online sebagai bentuk pengakuan atas pengetahuan yang dimiliki.

 

STUDILMU LMS sangat mudah digunakan dengan harga terjangkau. Untuk mengetahui lebih detail, silakan klik link ini: STUDILMU LMS.

Tinggalkan Komentar Anda

Featured Career Advices

20 Cara Baru untuk Memberi Hadiah kepada Karyawan

Rapat Kerja yang Efektif

Aplikasi Sosial Media dan Pengaruhnya

Memberikan Umpan Balik Konstruktif

Sikap Positif Menunjang Kesuksesan Anda

5 Cara Meningkatkan Daya Ingat Otak

4 Strategi Meraih Keseimbangan Hidup Bagi Pengusaha

Tetap Semangat Mencapai Impian

5 Hal Yang Perlu Diketahui Saat Menghadiri Wawancara Kerja

Menjadi Selangkah Lebih Maju

Pemimpin, Hentikan Perilaku Ini

Tips Sederhana Mempersiapkan Diri sebelum Wawancara Kerja

Cara Menghilangkan Stres Secara Sehat dan Tidak Sehat

7 Alasan Kuat Dalam Meraih Mimpi

Budaya Kerja dan 3 Cara Mendemonstrasikannya

Pengertian Afirmasi dan 10 Afirmasi Positif

5 Cara Tampil Menarik Dalam Wawancara Kerja

3 Cara Menghilangkan Kebiasaan Buruk

7 Pertanyaan Interview Kerja

5 Cara Menghargai Diri Sendiri

Sikap Negatif dan Cara Mengubahnya

7 Kunci Kesuksesan dan Kepuasan Kerja

10 Kemampuan Soft Skill Dalam Dunia Kerja

10 Cara Membangun Hubungan Kerja Yang Positif

Cara Mengendalikan Diri

4 Jenis Komunikasi

7 Cara Mengatasi Stres Kerja

Etos Kerja

6 Cara Membangun Kreativitas Tim

Karakteristik Generasi Z