Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses

5 Cara Mengarahkan Bisnis Keluarga Menuju Sukses


STUDILMU Users
by Studilmu Editor
Posted on Jun 18, 2019

Memiliki bisnis sendiri mungkin sudah menjadi hal yang biasa, berbisnis dengan sahabat atau kerabat dekat juga hal yang sering terjadi. Lantas, bagaimana dengan bisnis keluarga? Hmm... banyak juga kok! Namun pastinya ada beberapa perbedaan yang dimiliki, ketika kita membangun bisnis sendiri dan saat kita mendirikan bisnis bersama keluarga. 
 
Jika kita punya masalah dengan bisnis sendiri, kita bisa langsung memikirkan solusinya dan segera mengambil keputusan yang paling tepat. Namun, ketika sebuah bisnis menyangkut banyak orang, terutama keluarga. Pada akhirnya, akan ada banyak hal yang harus didiskusikan bersama-sama, menyatukan pikiran dan pendapat yang berbeda-beda. Dan tentunya, memutuskan satu keputusan yang paling tepat dari segala keputusan lain yang telah disampaikan. 
 
Contoh dari bisnis keluarga bisa berupa usaha yang dibuat dari awal oleh anggota keluarga, atau bisa juga dengan melanjutkan usaha yang telah dikerjakan oleh anggota keluarga sebelumnya. Dengan kata lain, kita adalah penerus dari bisnis atau usaha tersebut. Misalnya nih, ayah saya memiliki perusahaan ekspor dan impor. Ketika masuk ke umur 60-an, ayah menginginkan saya untuk melanjutkan usahanya dalam menjalankan perusahaan tersebut. Jadi, secara tidak langsung perusahaan itu menjadi bisnis keluarga saya. 
 
Meskipun lebih rumit, memiliki bisnis keluarga adalah impian bagi kebanyakan orang. Bisnis keluarga seperti melambangkan kerjasama yang kompak antara setiap anggota keluarga dan saling membantu untuk mencapai kesuksesan bersama. 
 
Bagi rekan-rekan Career Advice yang memiliki bisnis keluarga dan ingin mencari tahu bagaimana caranya agar bisnis keluarga Anda menjadi sukses, Yuk simak penjelasannya berikut ini. 
 
1. Mengenali Keunggulan dari Bisnis yang Dimiliki.
Sebelum kita bergabung atau melanjutkan bisnis keluarga, perlu diingat bahwa kita benar-benar harus mengenal dan memahami bisnis yang dimiliki oleh keluarga kita. Apa saja yang perlu kita kenali dengan baik? Diantaranya adalah produk atau layanan jasa apa yang ditawarkan, berapa harga yang ditawarkan, dan tentunya keunggulan apa saja yang dimiliki oleh bisnis keluarga kita? 
 
Keunggulan menjadi salah satu hal penting yang perlu kita kenali dengan sangat baik. Mengapa? Karena ini dapat menjadi penentu bagaimana bisnis keluarga kita bisa bersaing dengan baik di antara produsen-produsen lainnya. Keunggulan yang dimiliki bisnis bukan hanya penawaran menarik yang dapat kita berikan pada calon pelanggan, namun juga nilai-nilai inti yang sangat berharga, dan mungkin saja tidak dimiliki oleh bisnis-bisnis lainnya. Beberapa nilai yang dapat menjadi keunggulan sebuah bisnis keluarga untuk menjadi lebih sukses adalah sebagai berikut: 
- Kecepatan. 
Seperti yang kami sampaikan di awal, mungkin bisnis keluarga akan lebih rumit daripada bisnis yang didirikan secara pribadi, karena pengambilan keputusan mungkin tidak bisa dilakukan secara cepat. Justru ini yang menjadi tantangan bagi kita. Ketika kita ingin mengarahkan bisnis keluarga menjadi lebih sukses dan maju, maka kita harus kompak dalam membuat keputusan yang cepat dan tepat. 
 
Keputusan yang cepat dan tepat akan membantu bisnis kita menjadi lebih sigap dalam menghadapi segala perubahan yang terjadi di era digital seperti sekarang ini.
 
- Stabilitas. 
Menjaga kestabilitasan bisnis keluarga, memang tidak akan menjadi hal yang mudah. Namun, ini adalah poin penting lainnya yang perlu dimiliki semua orang yang bergabung dengan bisnis keluarga. Akan ada banyak isu-isu yang bisa menjadi pemecah bisnis keluarga. Salah satunya, masalah warisan. Akan jatuh ke tangan siapa nanti perusahaan ini, siapa yang akan menjadi pemimpin perusahaan selanjutnya, dan lain sebagainya. Solusinya, tetaplah menjadi kompak dan jauhi isu-isu yang akan mengundang perpecahan dari bisnis keluarga. 
 
- Komitmen. 
Di dalam bisnis keluarga, para generasi muda harus berupaya keras dalam memikirkan perkembangan bisnis. Para generasi senior, misalnya ayah atau paman kita, adalah orang-orang yang akan membimbing kita untuk menjadi para generasi muda yang siap berpikir sekreatif mungkin dan bekerja sekeras mungkin demi kemajuan bisnis. Apabila rekan-rekan Career Advice adalah seseorang yang akan melanjutkan bisnis keluarga, yuk persiapkan komitmen kita mulai dari sekarang untuk membawa bisnis keluarga menuju kesuksesan yang lebih tinggi. 
 
- Visi dan Misi. 
Di dalam bisnis keluarga, pastinya ada visi dan misi yang sudah menjadi warisan bersama dari keluarga. Mungkin ini juga sudah dirancang dari generasi-generasi sebelumnya di dalam keluarga. Inilah saatnya bagi kita untuk semakin ‘menghidupkan’ visi dan misi yang sudah dimiliki oleh bisnis keluarga kita. 
 
2. Memperlakukan Semua Anggota Keluarga dengan Adil.
Meskipun di dalam bisnis keluarga kita akan menemukan banyak generasi. Mulai dari generasi yang paling muda sampai generasi yang sudah paling tua, namun tetap saja kita perlu memperlakukan semua anggota keluarga secara adil dan merata. Tidak ada kata “pilih kasih” di dalam bisnis keluarga. 
 
Misalnya, kakek saya adalah pemimpin perusahaan pertama di dalam bisnis keluarga. Meskipun saya masuk ke dalam generasi yang paling termuda di dalam bisnis keluarga, namun ayah saya sebagai pemimpin perusahaan saat ini, tidak pernah menganggap saya sebagai anak kecil dan tetap mau mendengarkan segala ide-ide dan pendapat yang saya sampaikan di dalam rapat kerja. 

3. Merangkul Generasi Berikutnya.
Era digital menawarkan banyak perubahan yang terjadi secara terus-menerus. Dan, segala perubahan yang terjadi perlu kita terima dan hadapi dengan sangat baik, sehingga bisnis kita tetap bisa bertahan. Meskipun begitu banyak perubahan yang terjadi, salah satu cara efektif lainnya untuk menghadapi perubahan adalah dengan merangkul para generasi muda. 
 
Mereka adalah orang-orang yang akan membawa bisnis keluarga kita menuju tangga yang semakin sukses di masa depan. Sebagai contoh, sebagai pemimpin perusahaan, saya mulai merangkul anak-anak saya untuk mengenalkan mereka dengan budaya perusahaan kami dan membuka peluang bagi mereka untuk lebih memahami teknologi, memberi kebebasan dalam berpikir dan berinovasi, dan lain sebagainya. 
 
Mungkin kita bisa membawa bisnis keluarga kita menuju kesuksesan sekarang, namun para generasi muda adalah perintis kesuksesan bisnis keluarga di masa yang akan datang.
 
4. Tidak Pernah Lelah untuk Berinovasi. 
Meskipun bisnis keluarga kita sudah memiliki nilai-nilai yang menjadi keunggulannya, dan itu semua telah berhasil membuat bisnis kita berbeda dengan kompetitor, namun perlu diketahui bahwa inovasi harus tetap dilakukan. Jangan pernah lelah untuk berinovasi dan mengikuti segala perubahan yang ada dengan baik. Bisnis-bisnis yang tidak pernah berhenti untuk berinovasi akan selalu bertahan lama, meskipun persaingan semakin ketat. 

5. Bisnis adalah Bisnis, Keluarga adalah Keluarga.
Seperti yang kita ketahui bersama bahwa menjalani bisnis keluarga memang tidak pernah mudah. Segala permasalahan yang datang akan cukup sulit untuk diselesaikan, karena ini berkaitan dengan orang-orang yang sangat berharga di dalam hidup kita. Keluarga adalah orang-orang yang sangat penting dan mencintai kita apa adanya. 
 
Dalam hal ini, kita perlu menghargai segala nilai, ide dan pendapat yang mereka berikan ke atas meja, dan saling menegur serta mengingatkan akan kebaikan apabila salah satu dari anggota keluarga melakukan kesalahan bisnis. Saling menguatkan adalah hal yang sangat penting untuk dilakukan di dalam bisnis keluarga. 
 
Sebagai contoh, ketika ide rekan pembaca ditolak oleh sang ayah yang berperan sebagai pemimpin perusahaan, jangan berasumsi bahwa beliau tidak menyayangi Anda sebagai anak kandungnya. Hal itu dilakukan karena mungkin ide yang rekan pembaca berikan memang kurang tepat dengan kondisi bisnis saat itu. Jadi, kita perlu membedakan antara urusan keluarga dan urusan bisnis. Meskipun kita memang sedang berbisnis dengan keluarga sendiri. 
 
Kami harap rekan-rekan Career Advice semakin bersemangat dan handal dalam mengarahkan bisnis keluarga Anda menuju kesuksesan. Selamat mencoba 5 cara di atas ya, rekan-rekan Career Advice.
Featured Career Advices
Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Benarkah Kebahagiaan adalah Mendapatkan Pekerjaan Impian?

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

Strategi Pemasaran E-mail untuk Generasi Milenial

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

5 Strategi Pemasaran melalui E-mail

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Perencanaan Keuangan yang Salah di Umur 20-an

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Pentingnya Integritas dan Kejujuran Hati di Dunia Kerja

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Asumsi adalah Penyebab Kegagalan Wirausaha

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

Rapat Kerja dengan Keberagaman Suku Bangsa

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

5 Cara Membuat Logo Produk Menjadi Terkenal

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Cara Mengatasi Stress terhadap Finansial

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pengertian E-learning dan Lanskapnya pada 2019

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Pentingkah Memiliki Tujuan Bekerja?

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

Rapat Kerja dengan Komunikasi yang Efektif

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

5 Cara Pengusaha Sukses Tetap Bahagia

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

7 Cara Menjadi Tokoh Terkenal di Dunia Bisnis

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

10 Kesalahan Fatal yang Menghancurkan Bisnis Plan

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Etika Memuji Rekan Kerja di Lingkungan Kerja

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

Satu Pertanyaan yang Mengubah Hidup Lebih Baik

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

3 Alasan Cerita Singkat Baik untuk Bisnis

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

Menjual Produk dan Jasa melalui Cerita Singkat

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

4 Karakter Kepemimpinan yang Wajib Dimiliki

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

Peranan E-Learning dalam Pengembangan Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

3 Pikiran Negatif yang Menghambat Kebahagiaan dalam Karier

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

Bagaimana Cara Mengembangkan E-Learning atau Pembelajaran Online?

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

4 Karakteristik Manusia yang akan Sukses di Dunia Bisnis dan Kesehatan

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

6 Cara Menentukan Harga Jual Produk yang Tepat

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

5 Cara Menguji Strategi Bisnis yang Baru di Media Sosial

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

10 Cara Mencintai Diri Sendiri untuk Karier Cemerlang

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

5 Manfaat Menjaga Kebahagiaan Sejati Karyawan bagi Perusahaan

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

Bisakah Memasarkan Bisnis Startup Sendirian?

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis

11 Cara Memiliki Pola Pikir untuk Berani Memulai Bisnis