Logo STUDILMU Career Advice
STUDILMU Career Advice - 5 Cara Menanamkan Rasa Terima Kasih

5 Cara Menanamkan Rasa Terima Kasih


STUDILMU Users
by Studilmu Editor

 
“Aduh saya sangat lelah hari ini”, “Ah, mengapa pekerjaan saya begitu sulit seperti ini ya?!” dan kalimat-kalimat keluhan lainnya yang membuat kita lupa untuk bersyukur dengan segala yang ada, membuat kita jauh dari kata “berterima kasih” atas segala hal yang kita miliki. 
 
Di dalam dunia bisnis, sebuah penghargaan adalah sesuatu yang benar-benar berharga. Bagaimana tidak? Ini dapat mendorong karyawan menjadi lebih termotivasi dan bergairah dalam bekerja. Penghargaan bisa hadir dalam bentuk apapun seperti, makan siang gratis, dapat kupon gratis masuk ke kelas yoga, bonus yang berupa uang, pesta kecil dengan seluruh anggota tim, dan bentuk penghargaan lainnya. Penghargaan atau apresiasi yang diberikan oleh perusahaan dapat mendorong rasa berterima kasih atau bersyukur yang dirasakan oleh para karyawan. 
 
Kenyataannya, anggaran yang dialokasikan untuk penghargaan karyawan semakin lama semakin berkurang. Lantas, bagaimana jika rasa syukur yang dirasakan oleh karyawan berkurang juga seiring berkurangnya anggaran? Apa yang harus dilakukan para pemimpin dalam menghadapi hal ini? 
 
Memang benar bahwa rasa berterima kasih tidak akan datang dengan mudah, semudah membalikkan telapak tangan. Namun, ini adalah suatu sikap yang bisa kita pelajari dan dilatih secara terus-menerus. 
 
Apakah pembaca Career Advice pernah berpikir, kira-kira bagaimana ya caranya agar tidak pernah mengeluh, bersyukur dan selalu merasa berterima kasih atas segala kehidupan yang kita miliki? Banyak orang menjawab bahwa kita harus menjadi seorang yang serba berkecukupan terutama dalam hal finansial.
 
Namun, fakta yang kita temukan tidak sama dengan opini umum yang ada. Kebahagiaan, kepuasan dan keterlibatan tidak dapat ditentukan dengan kecukupan finansial. Salah satu data yang menunjukkan standar kehidupan orang Amerika, 5% orang Amerika yang masuk ke dalam kategori orang termiskin, nyatanya adalah orang-orang yang lebih kaya dibandingkan 70% populasi di seluruh dunia. Namun, mereka tidak merasakan kebahagiaan apapun dan cenderung merasa ‘kosong’ dalam kehidupannya. Fakta ini menunjukkan kepada kita bahwa kekayaan tidak bisa disamakan dengan kebahagiaan yang kita dapatkan. 
 
Sekarang mari kita tarik benang merah dari fakta-fakta yang ada di atas. Jika kekayaan atau kecukupan finansial tidak dapat seimbang dengan kebahagiaan yang kita dapatkan, berarti permasalahannya ada pada rasa berterima kasih dan rasa syukur yang ada pada diri kita. 
 
Suasana hati dan pola pikir setiap individu dalam sebuah lingkungan akan menular kepada anggota tim lainnya. Jadi, saat satu orang menyebarkan energi positif dengan selalu bersyukur dan berterima kasih atas pekerjaan yang dimiliki, ini akan tertular kepada yang lain. 
 
Setelah mengetahui dampak positif yang akan kita dapatkan dari berterima kasih atau bersyukur, sekarang mari kita simak enam cara yang dapat kita lakukan untuk menanamkan rasa terima kasih di sebuah perusahaan. 
 

1. Fokus Pada Hal yang Baik, Jangan Selalu Berpikir Negatif 

Meskipun ada banyak tantangan dan ujian yang kita hadapi di dalam pekerjaan. Kehidupan akan terus menawarkan tantangan yang tiada habisnya. Namun, jangan sampai situasi ini membuat kita terlena untuk tidak memperhatikan hal-hal baik yang terjadi di sekitar kita. Coba kita pikirkan kembali, dalam seminggu ini ada hal-hal mengejutkan apa yang kita dapatkan? Misalnya, kita mendapat klien baru atau mencapai target penjualan. 
 
Jika kita fokus pada hal-hal positif yang terjadi, ini akan memudahkan semua karyawan dan pemimpin di dalam satu perusahaan untuk menyampaikan rasa berterima kasih satu dengan yang lainnya. 

2. Ciptakan Hubungan Baik Antar Karyawan

Pernahkah pembaca Career Advice berterima kasih kepada rekan kerja yang rela lembur demi mempersiapkan slide presentasi yang bagus untuk persiapan pertemuan dengan klien? Atau pernahkah sahabat Career Advice berterima kasih kepada tim IT karena rela memperbaiki laptop Anda yang bermasalah di saat mengerjakan tugas penting? 
 
Jika belum pernah, cobalah untuk melakukannya mulai dari sekarang. Ungkapan terima kasih yang ditujukan kepada rekan kerja lainnya akan menciptakan hubungan yang baik antar karyawan. Tidak hanya itu, ini dapat membuat semua anggota tim terdorong untuk bekerja lebih baik karena mereka tahu bahwa rekan kerja mereka akan menghargai pekerjaan yang mereka lakukan. 
 

3. Membangun Koneksi yang Baik dengan Pelanggan

“Pembeli adalah raja”, apakah rekan-rekan Career Advice pernah mendengar ungkapan tersebut? Ini adalah ungkapan yang benar. Bagaimana tidak, bisnis dan usaha kita tidak akan bisa berjalan tanpa pembeli atau pelanggan, bukan?
 
Kami menyarankan rekan-rekan Career Advice untuk menerapkan sebuah program atau proyek khusus dalam membangun koneksi dengan pelanggan menjadi lebih baik lagi. Sebagai contoh, kita membuat program ‘berbagi kebahagiaan’ bersama dengan para pelanggan setia kita. Program ini bertujuan untuk menunjukkan rasa terima kasih kita kepada para pelanggan. 
 
Nilai positifnya, program ini memungkinkan kita untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan ucapan terima kasih yang dipersonalisasi.

4. Selalu Berpikir dan Bersikap Positif

Kemajuan teknologi telah memudahkan kita semua untuk mendapatkan informasi dari berbagai sumber. Tidak jarang, ini menimbulkan kesalahpahaman yang terjadi di lingkungan sosial kita. Nah, disinilah kita diuji untuk dapat terus berpikir dan bersikap positif terhadap segala hal yang kurang memuaskan atau membahagiakan kita. Jangan mudah terbakar emosi terhadap berita-berita yang kurang kita sukai. 
 
Dengan berpikir serta bersikap positif, ini akan membantu kita untuk tetap dapat melihat sisi positif yang ada pada orang lain. Meskipun, terkadang mereka memiliki sikap yang menyebalkan. 
 

5. Jangan Pelit untuk Memberi Pujian

Pujian juga bisa mengisyaratkan rasa terima kasih kita kepada orang lain. Sebagai contoh, rekan pembaca sangat merasa terbantu karena salah satu kolega Anda rela membantu untuk mengecek laporan yang telah Anda selesaikan.  
 
Hasilnya?  Ini dapat menginspirasi karyawan dan anggota tim lainnya untuk memberikan pujian kepada rekan kerja mereka. Tidak hanya itu, ini mengingatkan kita semua bahwa setiap kesuksesan atau kebaikan yang ada, terdiri dari kerja keras orang lain yang patut kita hargai. 
 
Meskipun umpan balik juga memainkan peranan yang penting dalam peningkatan kualitas kerja, tapi jangan lupa saling memuji kerja keras rekan-rekan kita ya, sahabat Career Advice. 
 
Rasa berterima kasih sangatlah penting untuk menciptakan budaya perusahaan yang sehat. Sayangnya, hanya sedikit manajer dan karyawan yang tahu bagaimana mendorong atau menerapkan sikap ini secara efektif. Nah, disinilah peranan kita sebagai individu sangat diperlukan. Jangan menunggu orang lain untuk memulainya, kita perlu memulainya dari diri kita sendiri. Jadi, Yuk kita mulai berterima kasih kepada orang lain dari sekarang.